Selasa, 21 Februari 2012

Teman Berbeda alam

Teman berbeda alam .
SMPN31Bandung sudah kosong hanya beberapa anak yang sedang mengikuti Basket, Padus, Pramuka, dan PMR itu juga jumlahnya tidak banyak di kelas seorang anak masih mengerjakan tugasnya “ikh, bete aku mau jajan dulu” ucapnya sambil menutup NotBook miliknya dan berjalan menyusuri tangga dia melihat Rizal sang ketua Basket SMPnya sedang berlatih untuk pertandingan antar SMP minggu depan .
“Fit tugas udah beres ?” tanyanya kepada Fitri yang masih berjalan .
“bantu dikit kek, masih banyak ..”
“aduh maaf gak bisa aku ada latihan .”
“Alesan ajah aku tuh cape Zal kenapa kamu gak bisa gitu ngebantuin aku atau anak yang lain inikan tugas kalian juga.”
“maaf deh, tapi akukan mau ada tanding basket nanti ngertiin donk anak yang lain juga sama”
“emang aku gak ? aku musti ke singapure buwat pertandingan IPTEK puas” ucapnya kasar
Fitri berjalan menuju kelasnya kembali dan mengambil tasnya dan berjalan turun pergi meninggalkan sekolah, tapi sebelumnya dia pergi kekantin dan membeli Coklat “Fit tunggu tugas kan belum beres, kamu main tinggal ajah” ucap Rizal kepadanya Fitri Mendelik ke Rizal dan berjalan secepat yang ia bisa tapi tetap sajah, Rizal menggenggam tangan Fitri “kamu gak boleh pergi sebelum ini beres” ucap Rizal, Fitri terduduk di Pos satpam di depan gerbang beberapa temannya juga mengelilinginya “ayo donk Fit ngertiin kita juga” ucap Sabrina memohon, karena kesabaran Fitri Habis dia membantingkan Handphone dia yang sedang dia pegang “AKU BILANG GAK YA GAK, AKU TUH CAPE TAHU KALIAN GAK NGERTIIN AKU” ucap Fitri sambil menangis dan berlari sementara teman-temannya hanya melihat kepergian Fitri , Ilham dengan santai mendekat ke arah kerumbunan mereka yang sedang berbicara .
“ada apa ?”
“ini tuh si Fitri gak mau bantuin kerja kelompok” ucap Sabrina
“hah, itu handphone siapa ?”
“itu handphonenya Fitri tadi dia marah dan ngebantingin .” tambah Gilang
“ya, lah gimana dia gak marah, dia tuh cape asal kalian tahu ya dia itu ngewakilin Indonesia buwat lomba IPTEK ngertiin dikit donk, aku juga tahu kalian juga lomba tapi beban Fitri lebih besar”
“iya-iya sekarang gimana ?” tanya Gilang
“ya udah berarti kita ber tiga kerjain lagian tinggal dikit lagi” ucap Rizal Pasrah.
***
Fitri memang anak yang cerdas orang tuanya adalah Ilmuan dan Dosen di salah satu Fakultas teknologi di Bandung wajar saja bila anaknya juga memiliki kelebihan dalam bidang Teknologi, di sekolah Fitri selalu sajah jadi sumber teman-temannya bukannya Fitiri sombong atau tidak mau membantu tapi Fitri itu lelah “seandainya ajah aku jadi orang biasa” ucapnya di dalam angkot yang dia naiki, teman-temannya jadi malas mengerjakan sesuatu hal karena mereka beranggapan bahwa “alah tenang ada Fitri ini” Fitri tak suka karena itu sangat Komsumtif dan bisa-bisa mereka jadi tidak tahu apa-apa .
“hallo..” ucap Fitri di Handphone satunya lagi
“sayang kenapa handphone kamu yang satunya lagi gak Aktif “
“di Copet mah” ucap Fitri Asal
“ya, allah tapi kamu gak kenapa-kenapakan ?”
“gak kok mah, handphone ajah hilang”
“iya, nanti mamah beliin handphone baru lagi sayang”
“iya mah makasih..”
“dadah sayang miss u darling”
“miss u to Mom”
Fitri yang ada di depan di tengok oleh si mang angkot yang kebingungan “di copet dimana neng ?” tanya mang angkot “gak kok mang gak di copet tadi saya kesel yaudah saya bantingin tuh hape, dari pada orang tua saya marah mening bilang gitu ajah” ucap Fitri si Mang angkot kontan tertawa “dasar si neng” ucapnya pendek sambil mengemudi kembali, di rumah Fitri yang begitu besar hanya di huni oleh 4 orang dan satu Kucing, Fitri di rumah hanya tinggal bersama pembatunya orang tuanya jarang pulang kerumah karena tahulah TERLALU SIBUK.
***
Sesampai di rumah Fitri di sambut oleh kucing Burman kesayangannya TamTam “urgghh, sayang hari ini aku sebel banget deh sayang” ucap Fitri kepada TamTam, Fitri memang selalu bercerita kepada Tamtam kucingnya itu ketika dia sedih, senang, dan kecewa “meeeooonnnggg” ucap Kucingnya sambil menggeliat di dekapan majikannya yang mungkin dia juga tahu kalau Fitri itu lagi BETE banget, dia berjalan ke kolam renang di belakang rumahnya dan membuka Notbooknya, ternyata ada Mail masuk .
Fit kamu marah sama aku (Rizal )
mungkin
maafin deh, aku sama anak-anak udah maksa kamu
biasanya juga gitu, minta maaf tapi selalu ngulangi perbuatan kalian
sorry gak bakal lagi deh
alah BULSIT .
Ucap Fitri mengirimkan Maill kepada Rizal, “aku cape tamtam” desah Fitri sambil memeluk kucingnya itu, dan kucingnya tak memberontak dan mengerti bagaimana perasaan majikannya itu, Fitri berjalan menuju kamarnya, dengan lemas dia berbaring di atas ranjang yang super besar miliknya dan memboka Notbooknya lagi dan mulai mengisi Blog .
bete banget hari ini  temen-temen aku jahat gak ada yang ngertiin aku, semuanya Cuma bisa bilang ‘MAAF’ dan ‘MAAF’ tapi mereka tak mau berubah idih dasar banget, harusnya mereka berubah sedikit ajah kenapa sich, selalu sajah ngandelin aku apa-apa aku, “fit tolong ini donk ntar aku bantuin” tapi apa aku yang ngerjain sendiri .
tadi waktu aku mau minta bantuan buwat ngerjain tugas kelompok mereka malah alesan bilang kalau mereka ntar ada Lomba, HELLO BEBAN SIAPA YANG PALING BERAT ‘aku’ AKU MUSTI NGEWAKILIN INDONESIA BUWAT LOMBA IPTEK mereka masih mending Cuma tingkat Daerah dan antar sekolah gak terlalu berat tapi AKU, jika aku kalah itu akan sangat memalukan .
itulah status Blog yang dia Postkan hari itu, setelah mengisi Blog dia kemudian mulai berlatih lagi soal benda-benda yang akan dia rancang di Kontes Iptek yang dia ikuti gurunya telah datang salah satu murid Ayahnya yang juga tahun kemarin menjuarai kontes ini dan dia juga yang akan menemaninya di sana .
“kamu udah siap ?”
“udah kak ! kemarin aku udah baca-baca komponennya ada yang salah jadi gak nyala”
“owh yasudah nanti kita perbaiki sekarang coba kamu lihat Robot yang 2 hari kita rakit”
“memang ada apa ?”
“kemarin aku sudah memprogramnya  sekarang dia menyentuh dan menggenggam”
“huah, keren aku baru bisa membuwat robotnya berkedip dan tersenyum”
Sebut sajah Ginanjar orang yang membantu Fitri dalam pembuatan Robot yang dia sedang rancang, dia ingin membuwat Robot yang berguna dan memudahkan kalangan masyarakat walaupun sudah ada tapi dia berharap robot yang ia ciptakan lebih hebat karena robot jaman sekarang masih kurang mantap untuk di gunakan .
***
Keesokan harinya Fitri berubah sikap menjadi 180derajat lebih galak dari biasanya solanya teman-temannya masih sajah tidak mau berubah, “KALIAN ITU GAK MAU BANGHET BERUSAHA USAHA DIKIT KEK” ucap Fitri sambil memukul meja yang membuat satu kelas menjadi hening “biasa ajah kali” ucap Sabrina “GIMANA GAK BIASA KALIAN ITU TERLALU BERGANTUNG SAMA AKU GIMANA KALIAN MAU MAJU KALAU KAYAK GINI” ucap Fitri sebal “iya bener tuh kata Fitri kalian itu terlalu bergantung sama dia kalian mau jadi apa kalau gitu ayo usaha dikit donk” tambah Ilham membela .
Karena Fitri kesal dia pergi ke Pojok sekolah bangunan Tua yang sudah tidak di tepati di dalam kelas bekas kelas 9H dulu sekali disana masih ada bangku-bangku yang sangat rapih, ntah kenapa tidak di gunakan lagi kata temen-temennya sich karena udah jelek atau udah kardaluarsa padahal ini masih bagus dan lumayan lah, ketika Fitri duduk dan membuka NotBooknya dia melihat seorang anak perempuan yang dia rasa dia kenal “hay..” sapa Fitri sambil duduk di sebelahnya .
“siapa ?” tanya wanita itu lembut .
“aku Fitri kamu siapa ?”
“Windy” ucapnya sambil menatap Fitri dengan matanya yang hitam bulat.
“nama yang bagus” Puji Fitri
“kamu kelas berapa ?”
“aku kelas 8 kalau kamu ?”
“aku kelas 9!”
“kenapa kamu tak bersama teman-temanmu ?”
“aku benci karena mereka selalu sajah menyuruhku padahal itu tugas mereka”
“wah kita sama aku juga”
“kamu juga benci mereka?”
“nggak juga sich ! aku gak suka ajah karena mereka gak mau berubah !”
“yah, aku juga menginginkan mereka berubah tapi waktu sudah berjalan”
“kamu maukan jadi temen aku ! setiap Istirahat kita berbincang dan pulang sekolah aku akan nemuin kamu, kamu mau kan ?”
“tentu sajah, aku akan selalu ada untukmu Fitri”
Wanita itu sangat Cantik dengan rambut panjang yang hitam Lekat, dan bola mata yang bening Hitam bulat dengan senyuman yang manis, Fitri pergi meninggalkan wanita itu yang sedang membaca ketika dia akan masuk kelas dia tidak ingat kenapa dia tidak menanyakan kelas 8 apa dia sebenarnya.
Pulang sekolah dia bergegas kembali kekelas 9H yang sudah di penuhi oleh tumbuhan merambat menghampiri winda tapi dia tak ada, ketika Fitri memutar badan ternyata Winda ada di belakangnya dan ternyum dingin “hay Fit..” ucapnya datar sambil menuju bangku yang ada di pojok “kamu kok belum pulang ?” tanya Fitri sambil mengikuti Winda dan terduduk “nanti sajah, tadi kamu belajar apa ? kamu tahu tidak dulu ini adalah kelas 8H” ucapnya kepada Fitri yang sangat Antusias “matematika, Ipa dan Senibudaya wah, tapi kenapa itu di tulisnya 9 ?” ucap Fitri “karena aku..” ucapnya dingin Fitri tak menghiraukan ucapan winda dan segera membuka buku matematika “kamu tahu aku suka sekali dengan pelajaran ini, menantang sekali” ucapnya dan mereka tertawa bersama karena ternyata winda pun senang dengan pelajaran ini.
***
Keesokan harinya mang Agus penjaga sekolah mencari-cari Fitri dengan terburu-buru mang Agus mencari Fitri “Fit kamu di cari mang Agus sama pak .Harim” ucap Ilham sambil berkacak pinggang “ada apa ?” tanyanya Ilham hanya mengangkat bahunya dan pergi keluar .
“neng namina Fitri ?”
“iya mang ada apa ?”
“hayu urang ka PKS di pilari ku pak.harim”
“oh, ya ..”
Sesampai di ruang PKS, ternyata ada wawancara dengan Pihak sekolah soal kejuaran yang diikuti oleh Fitri disana ada seorang wartwan dari salah satu majalah yang cukup terkenal di kalangan cewe-cewe dan remaja lainnya “tentu, hmm akomondasi di bayar sama pemerintah semua jadi disana kita Cuma biaya kalau mau jalan-jalan ketempat-tempat lainnya kayak beli Souvenir nah itu baru sendiri” ucap Fitri menajawab perntanyaan sang Jurnalis .
“apa kamu senang bisa mewakili INA ditingkat Internasional ?”
“tentu sajah bagaimana Tidak ini tingkat Internasional, saya bisa ketemu banyak anak-anak lainnya dan bisa bertukar pengalaman ?!”
“apa kamu ada rasa gugup?”
“rasa gugup sich gak ada soalnya aku udah mateng dan siap Cuma aku takut ajah takut kalah malu banget kalau kalah !”
“harapan kamu kedepannya !?”
“aku harap anak INA lebih kreatife buwat ajang lainnya, karena ini bukan ajang terakhir masih ada ajang-ajang lainnya dan akan lebih seru lagi mungkin ?”
“oh, baiklah terimakasih”
Akhirnya Wawancara selesai juga beberapa memerhatikan Fitri sambil berbisik “apaan sich emang ada yang aneh ya ?” tanyanya di dalam hati dan segera berlalu, sepulang sekolah dia bertemu lagi dengan Winda mereka tertawa dan saling bertukar pengalaman layaknya sepasang sahabat mereka bercengkrama bersama .
“2 minggu lagi aku harus ke singapure jadi maaf jika aku tak mengunjungimu”
“ya aku mengerti, aku ikut senang kalau begitu”
“prestasi apa yang telah kamu capai ?”
“hmm.. waktu itu aku kut lomba lukis dan aku juara dan waktu kejuaran Tatar Sunda aku juga juara”
“waw keren sekali”
“seandainya sajah aku masih bisa ikut !”
Hmm.. Fitri pun membelai rambut Winda yang halus panjang Hitam lekat “jangan sedih kamu pasti bisa .” ucap Fitri bersemngat, tak lama Fitri pulang tapi aneh di depan gerbang Ilham dan Rizal sudah menunggu Fitri merekapun menarik Fitri dan menyuruhnya duduk di depan Pos satpam sekolah .
“mau pada ngapain ?”
“kamu akhir-akhir ini gerak-geriknya mencurigakan” ucap Ilham
“emang ada masalah sama kamu ?”
“gak sich Cuma kita curiga ajah kamu ada hubungan Spesial sama Cowo satu Sekolah” tambah Rizal
“kalian JEOLEUS ?”
“HAH, JELES ?” ucap mereka kompak
“aku gak ada hubungan Spesial sama siapa-siapa !”
“kamu sering ke halaman belakang bekas sekolah kita yang dulu ? kenapa ?” ucap Ilham
“aku lebih seneng menyendiri”
“bohong pasti ada sesuatu”
“gak Ilham bener ..”
“kamu lagi bikin Robot buwat hancurin kita-kita ya !” ucap Rizal dengan konyol
“gak lah !”
“NAH TERUS ?” ucap Rizal
“udah deh bukan urusan klian..”
Ucap Fitri meninggalkan Ilham dan Rizal .
“ada apa sich sebenernya sama anak itu” ucap Ilham
“tahu deh kenapa dia jadi berubah emang ada apa di bekas bangunan ke bakar itu, peasaan di sana Cuma ada Bangku kursi yang gosong ajah gara-gara kebakaran”
“kecuali kalau dia ketemu sama Winda itu”
“heh, jang tong ngomong keun eta” ucap Mang agung memeringati
“eh, iya sorry mang jow..” ucap Rizal
“eh, nya pang bejakeun nya kaFitri kade wehnya bisi aya nanaond”
“emang kenapa ?” tanya Ilham
“emang mah Cuma ngingetin ajah sama si neng” ucap Mang ujang dan pergi
Keesokan harinya Rizal dan Ilham datang lebih pagi, dan masuk ke dalam kelas 9H dan melihat-lihat kelasnya berantakan sekali meja-meja hitam pekat dan masih ada bekas kebaran merekapun masuk  dan di sambut oleh tanaman yang merambat yang sangat berantakan “ya allah berantakan bener sich” ucap Rizal sambil mengusap tangannya ketika mereka masuk kedalam ruangan BRUK .. suara langit-langit yang jatuh seketika mereka turun kebawah sambil berteriak histeris dan ketika mereka berteriak terlihatlah winda yang sedang tertawa .
“ya allah .. “ ucap ilham dengan terengah-engah
“itu tadi kenapa ?”
“aku kan ikutin kamu potol deh”
“tadi seinget aku ada cewe alumni yang ada di foto kelas kita yang ada angkatan 1998”
“masa ! ayo kita lihat sekarang ..” ucap Ilham
Dengan terengap-engap mereka menghampiri Fitri, dan mereka berdua seperti orang yang baru lari keliling kota Bandung dan kalah karena muka mereka PUCAT SEKALI.
“ada apa ?” tanya Fitri
“kamu sering kesana kenapa kamu gak takut padahal tempatnya serem banget” ucap Ilham
“serem ?”
“iya gile tadi ajah kita berdua hampir kena langit-langit yang mau roboh!” tambah Rizal
“kelas di belakang masih baguskok aku pengen kelasnya disana malah nyaman”
Rizalpun menarik tangan Fitri dan menyeretnya masuk kedalam kelas dan melihat-lihat foto-foto Alumni SMP31 “ini kan temen kamu !” ucap Rizal “dia itu ngebakar diri tahu defresi gara-gara cape dan  gak ada yang mau temenan ma dia di KELAS 8H disana dia ngebakar diri gak lama pas mau di bangun lagi beberapa anak banyak yang kesurupan dan akhirnya pihak sekolah gak berani buwat rubah apa-apa lagi karena mereka Takut” ucap Rizal, fitri menggelengkan kepala “aku gak percaya, dia itu temen aku” ucap Fitri .
***
  Saat pulang sekolah Fitri berjalan ke belakang sekolah dan masuk kedalam kelas 9H dan kelasnya itu bersih rapih tidak seperti yang di ceritakan Rizal “RIZAL BOHONG” ucap Fitri tiba-tiba seorang wanita memegangi Fitri “hay” ucapnya datar dan menyuruh Fitri duduk di sebelahnya di bangku paling pojok .
“hay juga ..”
“tadi ke dua temen kamu kesini”
“maafin mereka ya! Mereka ngapain kamu?”
“gak ngapa-ngapain kok !”
“tadi mereka ngomong kalau katanya itu salah satu angkatan tahun 1998, aku gak percaya ya aku tinggalin ajah mereka ! oh, ya gimana orang tua kamu ?”
“hah, mereka salah kali, hmm.. orang tua ku jahat mereka selalu membeda-bedakan aku dengan orang lain, mereka selalu menyiksaku aku sakit dan sedih”
“sudah-sudah tenang sajah kan ada aku, kebetulan aku punya banyak hiasan Rambut aku kasih kamu satu ya !”
“oh, terimakasih Fitri ini indah sekali ..” ucapnya
“biar aku yang pakaikan ya !”
“tentu”
Jepitan Merah bergambarkan Kupu-kupu cantik yang sedang hinggap di kepala Winda mereka saling tersenyum, pulang sekolah Winda di jemput oleh Ginanjar “Fit..” ucap Ginanjar memanggil Fitri “hay juga kak !” ucap Fitri pendek sambil menghampiri Ginanjar .
“kita harus beli komponen lagi baru 2 robot yang jadi dan 6 komponen kita harus bikin lagi”
“bukannya itu masih ada !”
“iya sich tapi itu gak cocok, aku gak suka”
“okey deh ayo kita pergi..”
Ucap Fitri dan mereka pergi, di sana Winda melihat mereka berdua dan mendesah “seandainya aku masih bisa hidup satu kali lagi, aku ingin bertemu Haris lalalalallalalal..” satu lantunan lagu pendek yang dinyanyikan oleh Winda sembari melihat Fitri .
***
Sore harinya Rizal kerumah Fitri, Fitri sangat kaget karena kesehariannya di sekolah dia itu tomboy tapi ketika Rizal datang dia itu memakai Rok mini berwarna Pink yang sangat Cute “hah, Rizal” ucapnya dengan terkaget-kaget “ccciieee Tank top item plus Rok mini Pink ehemm cewe banget” ucap Rizal jail seketika Fitri langsung berlari menuju kamarnya dan berganti pakaian dengan celana Jens pendek dan kaosCoklat .
“ehemm.. kesekolah kayak gitu kayaknya banyak yang naksir deh” ucap Rizal genit
“apaan sich akhh, Bi minumnya satu ya” teriak Fitri
“aduh bikin sendiri atuh neng”
“males lagian kamu bukan tamu spesial aku kok”
“heh, dasar”
“BTW, ada acara apa ?”
“kamu bisa komunikasi sama hantu ya ?”
“gak kok, dia itu bukan hantu dia itu sahabat aku”
“kamu jangan ngada-ngada deh, dia itu udah mati”
“tapi dia itu sahabat aku Zal”
“Fit sewaktu-waktu dia itu bisa bikin kamu dalam bahaya”
“aku percayakok sama dia”
“hmm.. ya udah deh Jalan yuk” pinta Rizal dengan senyum mautnya
Seketika muka Fitri sangat bahagia disusul dengan dehaman Ginanjar yang masih menunggu Fitri untuk memprogram robotnya “jadi aku di tinggalin gitu, harusnya punya cowo itu bilang-bilang sama kakak nanti pasti di restuin” ucap Ginanjar dengan jahil “akh, apaan sich ikh.”
***
Keesokan harinya Fitri tidak datang ke halaman belakang sekolah karena dia mulai sibuk untuk berlatih memprogram dan bertalking english “owh, its Not good im not ready” ucap Fitri dengan kesal kepada ayahnya “kamu harus udah siap tinggal 7 hari lagi” ucap Ayahnya “oh, dad Please” ucap Fitri memohon “jangan manja Sayang” tambah mamahnya .
Saking sibuknya Fitri menjadi lupa dengan Winda di temapt lain Winda kecewe dengan Sikap Fitri yang mengingkari janjinya “kamu sama saja seperti teman-temanku tidak pernah menepati Janji” ucapn Winda sambil mengelus rambutnya di bangku Fitri.
“fit kok aku punya Firasat gak enak ya !” ucap Ilham ketika melihat Fitri sedang beres-beres.
“alah ngaco kamu” ucapnya Acuh
“iya kali aku ngaco tapi aku rasa Firasat aku itu bener”
“tahayul” ucap Fitri sambil mencubit tangan Ilham yang melamun
“sakit .”
“biarin wew, abisnya kamu ngelamun” ucapnya  sambil berlari kecil.
Dia pergi ke toilet untuk membersihkan kain Pel tapi tiba-tiba pintu kamar mandi terkunci, dan seketika keran air itu menyala sendiri, Fitri berteriak Histeris ketakutan karena air kerannya menyala sendiri sesaat kemudian lampu kamar mandi menyala berkedip-kedip berulang kali, Fitri terus berteriak Histeris tapi kamar mandi tak dapat di buka “Tolongggg, ada apa ini” ucap Fitri suhu ruangan semakin lama semakin sesak bagi Fitri serasa ada yang mencekik dan akhirnya dia terlelap.
***
Fitri terduduk di bangku kelasnya sambil menatap jendela Luar tiba-tiba segerombolan anak datang memukul meja kelas dengan sanagt keras, “hey berisik ..” ucap Fitri melirik namun ketika ia lihat orang yang ada itu adalah orang yang ada di Foto kelas Alumni tahun 1998.
“heh, winda kamu belagu banget ya, di kelas karena kamu pinter kamu gak mau ngerjain PR kita semua” ucap salah satu anak .
“aku gak mau, itu tugas kalian bukan tugas aku.”
“gini ajah deh, kamu kerjain PR kita nanti kita ajak main kamu”
“bener ya”
“iya kita janji”
Dengan penuh semangat Winda mengerjakan tugas teman-temannya yang mengembel-ngembelkan kalau Winda akan menjadi teman mereka, ketika Winda selesai mengerjakan dan menyerahkan tugasnya teman-temannya malah berkata “thanks ya winda kamu bego banget deh, mau-maunya kamu kita boongin” ucap salah satu anak cewe yang sangat sombong “kita gak mau temenan sama anak orang miskin” ucapnya lagi, seketika Fitri ingin memukul anak cewe itu tapi sekeras ia berusaha percuma karena tidak akan kena “kurang ajar banget sich” ucapnya, Kemudian Winda menangis .
“lihat sajah pembalasanku”
“owh, jadi kamu berani sama kita” ucap mereka
“aku berani karena aku gak salah ..”
Seketika Winda di tarik ke pojok kelas, rambutnya yang indah di gunting oleh teman-temannya menjadi setengah punggung yang sangat berantakan “kamu berani sama kita” ucap cewe itu Winda menangis disana, Fitri merangkul Winda, tangisan Winda semakin lama semakin kencang ketika teman-temannya meninggalkannya, ketika Winda melirik Fitri wajah Winda berubah matanya menjadi merah dan menakutkan seketika Fitri terhempas ketakutan .
Dia membuka Mata dan melihat sekeliling, “aku dimana ?” ucap Fitri melihat sekeliling dia terus berpikir mereka baru sajah foto kelas menyenangkan winda dengan muka polosnya yang ramah tersenyum lebar tapi apa itu ada sesosok wanita dengan kemurungan di belakangnya .
“yasudah anak-anak jangan lupa kalian kumpulin uangnya.” Ucap guru yang menjadi wali kelas.
“baik bu..”
Tak lama setelah guru itu jalan dan keluar, di kelas mereka semua sedang tertawa-tawa apalagi Haris cowo idaman Winda sedang bersama kekasihnya satu kelas “harisss..” desah Winda sakit dan menghembuskan nafas, “dia gak bakal suka aku percuma, aku itu miskin gak kayak Gea” ucap winda sekali lagi sambil melihat Haris, Beno yang melihat Winda yang menulis di buku tulis segera mengambilnya dan melihat isinya .
“woy..woy dengerin nieh tuh si Winda bikin puisi buwat si Haris hahahah”
“Beno balikin..” ucap Winda, Fitri tak bisa berbuar apa-apa karena percuma
“Haris hari  ini kamu cakep banget, aku itu miskin gak bakal bisa sama kamu yang jelas-jelas anak orang kaya, lagian aku itu gak cantik percuma, tutur kata kamu bikin aku tenang tapi aku nyadar karena kamu udah punya Gea” ucap Beno dengan alay .
“hahahahahahahahaah” ucap anak satu kelas .
Fitri berteriak “HEY, KALIAN GAK NGERTI PERASAAN DIA GIMANA DASAR” ucap Fitri tapi percuma, Winda pergi mengambil buku yang di genggam oleh Beno yang tertawa dan berlalri keluar dan duduk di tangga “huhuhuhuhuh, gak ada yang tahu perasaan aku gimana Aku sakit aku perih” ucap winda sambil menangis tak ada yang pedulinya kesepian sendirian “sabar ya winda” bisik Fitri, tiba-tiba  mata winda kembali menakutkan fitri terlempar lagi .
***
Rumah winda yang sangat sempit di penuhi oleh kardus-kardus Mie dan botol-botol yang sudah tak terpakai disana ayahnya sakit keras ibunya sudah tiada, “ayah jangan tinggalin Winda nanti Winda hidup sama siapa?” tanya Winda sambil menggoyangkan tubuh ayahnya yang ternyata hari ni adalah hari kepergian ayahnya, tak ada satupun teman sekolah Winda yang menjenguk .
Keesokan harinya juga tak ada yang berkata ikut Berduka cita Fitri hanya berpikir “alumni 31 pada belagu dasar, masih mending yang sekarang daripada yang dulu” ucapnya sambil berdecak kesal, hari ini Winda membawa barang yang aneh, dia mengunci kelas rapat anak-anak satu kelas sangat kaget melihat kedatangan Winda, dia menyiramkan Minya tanah yang dia pegang sambil berkata “aku benci kalian Penipu pengingkar janji, pembohong, tak setia kawan, dan belagu, orang seperti kalian harus musnah” ucap Winda beberapa anak mencoba untuk menahan winda ada yang menjerit dan loncat melewati jendela dan akhirnya dia melemparkan korek api dengan cepat menjalar ke seluruh ruang kelas dengan cepat Winda tertawa puas beberapa anak terkena luka bakar smentara Winda akhirnya masuk kedalam api, Fitri hanya melihat dan tertegun seketika ada tangan yang menarik Firi .
“AWWW, PANAS..”
“kamu sama saja seperti mereka, selalu berbohong, katamu aku teman baikmu kenapa kamu tak menjengukku,,” ucap Winda sambil menarik Fitri
“aku harus bekerja Winda”
“bohong kamu sama seperti mereka Munafik, kamu harus mati”
***
Fitri terus menjerit kesakitan Ilham dan Rizal terus menahan Fitri yang terus bergerak-gerak tak mau diam, mang Agung dan pak.Dewo berusaha menenangkan Fitri dengan berkali-kali baca basmalah, kemudian datanglah seorang pria yang lumayan sudah tua 26 tahunan “pak biar saya saja” ucap pria itu Pak dewo mengerti karena dia adalah alumni Smp31 Haris .
“winda ...” bisik Haris di telinga Fitri “ayo jangan ganggu mereka, amu bukan anak-anak lagi winda kamu harus bangun Winda, ayo winda buang masa lalu kamu, kamu harus tenang lkamu suda berbeda dengan kita semua ayo segera lah pergi jangan ganggu dia” ucap Haris .
“aku Tak mau dia telah Berbohong kepadaku dia pembohong” ucap Fitri
“tenanglah Winda, itu masa lalu semua telah berlalu kamu harus pergi, aku mengerti perasaanmu dahulu tapi kau harus bangkit dan pergi, seperti aku dan yang lainnya yang telah membangun masa depan yang baru”
“kalian Munafik..” ucap Fitri dengan tidak sadar
“aku mengerti perasaan kamu tapi kasian anak ini dia masih kecil, masih banyak anak yang sayang sama dia, mengertilah” ucap Haris .
Seketika tubuh Fitri lemas dan terjatuh, dan Fitri sadar tubuhnya tidak lagi panas beberapa temannya termaksud Ilham dan Rizal mengelilinginya bersama pak.dewo dan mang Agus “minum dulu neng” ucap mang agung menawarkan dan Fitri meminum air itu.
“maafkan Winda, dia memang begitu dia tidak akan mengganggumu lagi, maafin dia ya”
“iya kak, gak apa-apa aku ngerti kok , perasaan dia”
“baguslah ..”
***
Sebelum Fitri ke Singapure dia pergi kebangunan itu sambil membawa karangan Bunga mawar merah dan melati dengan rangkaian yang cantik “aku ngerti perasaan kamu kok, maafin aku yang udah ingkar janji aku harap kamu tenang disana dan tolong doakan aku semoga aku menjadi juara nanti” ucap Fitri sambil menaruh Karangan bunga di depan kelas yang sekarang terkunci rapat dan menaruh pita merah dia pun berjalan pergi “temanku yang berbeda” ucap Fitri sambil berlalu, “hahahahaha, terimakasih fitri tapi ini akan terus berulang dan berulang hahahahahah sahabatku selamanya” ucap Winda sambil mengelus rambutnya .

Catatan : ini cerita nyata yang dialami kakak kelas aku  tapi aku ubah-ubah dikit ajah   soalnya yang asli serem banget hihhihihih di kelas aku lagi, di bangku paling pojok belakang banget, kalau aslinya dia itu loncat gara-gara gak lulus tapi aku ubah *maaf  awas hati-hati ya kakak