hay sudah lama ya aku gak pernah nulis di blog ini nama saya LUTHFIYANTI NAZHAR saya mempunyai Twiter @Luthfi_Nazhar saya sangat terobsesi mempunyai Volkswage Combi tahun 1981 yang berwarna item hitam dengan interior yang bernuansa klasik, saya di lahirkan di keluarga sederhana yang beralamatkan di jalan sumbersari nomer 108 RT.04 RW.08 Cisaranten Kulon Bandung .
okey sekarang aku bakalan jelasin tentang rasa bersyukur, jujur muka saya itu gak fotogenik di foto kadang bagus kadang jelek tapi seringnya jelek sih (._.) sudah jangan membicarakan muka saya, kalau kalian pengen tau muka saya itu ada tahi lalat di pipi sebelah kanan, tapi saya anggap penghias sajah .
dulu saya rajin mengeuh sama allah dengan berjuta permasalahan kadang saya putus asa dan ingin mengambil jalan pintas, air mata juga sudah sering keluarkan ketika saya tidak bisa menahannya, tapi saya yakin dengan keajaiban yang di berika tuhan kepada saya, saya sering bertanya kepada tuhan dan sering berdoa meminta ampunan padanya, tapi ada satu hari saya bertanya terus menerus dan akhirnya saya temukan jawaban itu sendiri .
setiap malam saya selalu bertanya tentang 20 hal yang ada di bawah ini .
1. ya allah yang maha kuasa kenapa engkau menciptakan saya dengan muka yang buruk rupa tidak seperti orang-orang yang ada mereka cantik dan selalu jadi pujian semua orang ?
2. ya allah yang maha kuasa kenapa engkau tak pernah mau mengabulkan permohonan saya dengan memasukan saya ke sekolah yang saya mau ?
3. ya allah yang maha kuasa kenapa engkau berikan saya keluarga yang sangat berkecukupan tidak seperti teman-teman saya yang ada di kalangan orang kaya ?
4. ya allah yang maha kuasa kenapa engkau selalu berika saya cobaan berat ?
5. ya allah kenapa saya mempunyai orang tua yang selalu over ?
6. ya allah yang maha kuasa kenapa saya itu mempunyai rambut yang jelek yang tak bisa di atur keras tidak seperti orang-orang ?
7. ya allah yang maha kuasa apakah saya tidak berhak untuk mencicipi kebahagian ?
8. ya allah yang maha kuasa kenapa saya gak punya pacar yang ganteng ?
9. ya allah yang maha kuasa kenapa saya itu bodoh ?
10. ya allah yang maha kuasa kenapa saya sulit sekali untuk beribadah ?
11. ya allah yang maha kuasa kenapa saya tidak memiliki kehidupan sama dengan yang ada di novel atau di filem ?
12. ya allah kenapa kisah cinta saya gak seindah kaya yang di teve atau di novel ?
13. ya allah yang maha kuasa kenapa engkau selalu memberatkan apa yang saya mau ?
14. ya allah yang maha kuasa apa tidak ada jalan untuk saya mengalami jalan hidup yang lebih baik ?
15. ya allah yang maha kuasa apakah kemauan saya selalu bertentangan dengan apa yang engkau mau ?
16. ya allah yang maha kuasa adakah yang mau menerima saya apa adanya dengan keadaan saya yang jelek dan hina ini ?
17. ya allah yang maha kuasa apakah saya itu begitu tidak di sukai karena muka saya yang jelek ?
18. ya allah yang maha kuasa apakah nanti saya bisa mempunyai teman yang dapat menerima saya apa adanya ?
19. ya allah yang maha kuasa apakah saya bisa menjadi apa yang saya mau ?
20. ya allah yang maha kuasa apakah bisa saya menjadi yang terbaik karena saya selalu menjadi yang terburuk dan mengecewakan orang tua saya ?
saya selalu bertanya kepada tuhan dan saya selalu beristigrafar karena saya tau saya sangat lancang sebagai hamba allah setelah waktu berlalu lama saya telah temukan semua jawabannya dalam sebuah rangkaian cerita .
1.ketika saya melihat orang-orang yang cantik mereka akan merasa berbangga hati dan akan melupakan allah yang telah menciptakannya dan selalu terpana oleh dunia nyata dengan kesombongan kecantikan yang di milikinya, tetapi sesungguhnya allah telah menciptakan saya dengan sebaiknya-baiknya tidak buta, tidak cacat fisik dan tidak cacat fisik, maka saya bersyukur apa yang telah saya miliki dan mungkin allah tidak ingin saya seperti mereka melupakan allah dan selalu rendah hati .
2.allah ingin saya memiliki sekolah yang terbaik jika saya masuk sekolah itu allah mungkin takut saya tidak akan sanggup dan akan selalu mengeluh karena beban yang akan di terima saya akan lebih berat .
3.saya berjalan-jalan ke perumahan elit disana tempatnya orang kaya, saya sangat iri tapi di balik itu orang kaya itu tidak berbahagia karena anaknya selalu berpoya-poya mungkin allah memasukan saya keluarga yang sederhana agar tidak seperti mereka yang menghabiskan uang orang tua demi duaniawi
4.'life's is adventure tak ada cobaan, maka hidupmu akan membosankan' mungkin itu yang ingin di sampaikan tuhan kepada saya, karena saya sediri berpikir bahwa tantangan yang di berika oleh allah kepada saya sangat berguna untuk memantapkan hati.
5.sekarang saya senang mempunyai orang tua yang Over karena tandanya mereka selalu mendukung saya memerhatikan saya, saya melihat beberapa orang tua yang acuh seperti orang tau teman saya sekarang teman saya hamil duluan karena pergaulan yang salah, maka dari itu saya bangga punya orang tua yang selalu Over karena tandanya mereka sayang dan takut saya terjerembab kejalan yang salah .
6.rambut adalah hal yang tak boleh di perlihatkan karena termasuk auurat mungkin alllah memberika rambut yang keras dan susah di atur agar saya dapat menjaga aurat saya karena 1 helai = 10 dosa dan itu jika dilihat oleh 1 orang pria dan bagaimana rambut saya ada ribuan ? berapa juta dosa saya belum lagi ditambah oleh pria-pria yang melihat ? dan mungkin allah ingin melindungi saya .
7.'kebahagian akan terjadi jika kamu selalu ikhlas' mungkin itu yang ingin disampaikan tuhan karena benar setiap saya ikhlas saya merasa seluruh beban yang dulu saya tidak Mampu jadi terasa ringan .
8.sekarang saya bersyukur kenapa saya mempunyai pacar yang pas-pasan karena hanya pacar saya yang dapat menerima saya dengan sifat saya yang jelek dan muka saya yang pas-pasan dia juga selalu mebuwat saya tenang, mungkin sajah ketika saya berpacaran dengan orang ganteng saya sudah di biarkan dan saya sudah di abaikan .
9.'mahluk yang saya ciptakan itu tidak bodoh asala ada kemauwan' mungkin itu juga yang ingin tuhan sampaikan kepada saya karena jika kita tidak berjuang maka dengan mudahnya orang akan menjajahi kita .
10.'itu adalah godaan syetan jika kamu sulit beribadah berwudhu lah' itu juga mungkin yang ingin di sampaikan tuhan, dan jujur sajah setiap saya malas beribadah saya mengambil air wudhu hati saya pikiran saya menjadi tenang dan saya selalu bersemangat untuk menjalani ibadah .
11.'bagi saya hidupmu adalah skenario yang saya buwat dan semuanya telah saya susun agar lebih indah dari novel' dan mungkin itu juga yang ingin tuhan sampaikan namun sepertinya belum saatnya saya menikmati keindahan karena masih lama perjalanan saya .
12.'kisah cintapun saya yang taur agar lebih indah dan lebih mengesankan dan selalu ada hikmah di balik yang saya buwat untukmu karena kamu berhak mendapat yang trbaik' mungkin juga yang ingin disampaikan tuhan karena dari dulu saya selalu sakit hati namun sekarang saya sudah mendapatkanyang tepat dan semoga itu jodoh saya .
13.keinginan manusia yang berlebihan akanmebuwat kamu kesulitan saya jamin, karena saya pernah mengalaminya beberapa waktu lalau gigi saya itu tidak rata dan berantakan saya selalu berdoa agar gigi saya menjadi rapi tapi itu sangat menyakitkan ASLI .
14.kehidupan yang lebih baik akan terjadi ketika kita semua ikhlas, ridho dan selalu berusaha keras menuju kebaikan .
15.mungkin allah ingin memberikan yang terbaik mungkin bagi kita itu adalah yang terbaik namun bagi allah belum tentu itu yang akan jadi terbaik dan berguna untuk masa depan kita .
16.ketika saya berpikir sperti itu saya merasa saya bodoh masih ada orang tua yang menerima saya apa adanya, pacar saya dan keluarga saya, jika ada yang tak terima berarti mereka itu orang yang egois karena hanya ingin memikirkan kesempurnaan duniawi .
17.allah telah menciptakan mahluknya sebaik dan sebagus mungkin tak ada yang lebih baik dari ciptaaan allah jika ada yang ta suka berarti mereka itu telah menghina ciptaan allah .
18.hanya teman yang menerima keadaan dari hati dan bukan fisiklah yang dapat menerima kamu apa adanya dan hanya teman yang selalu mempercayai kebesaran allah yang akan terus menerimanya,jika orang itu tak dapat menerima sama sajah dia menghina ciptaan tuhan .
19.suatu saat allah akan memberika saya jalan untuk menggapai apa yang saya mau ! karens hanya allah yang tau mana yang terburuk untuk saya karena belum tentu baik untuk saya baik juga bagi Allah .
20.orang tua akan bangga jika kita bisa membuwat mereka bahagia dan tidak pernah menyaiti hati orang tua kita kelak nanti kita pasti bisa membahagiakan mereka walaupun jalannya lain asalkan kita punya itikad yang baik pasti allah akan meridoi .
ketika saya mendapat jawaban-jawaban tersebut saya beristigfar bgitu bodohnya saya tidak dapat menghargai apa yang telah tuhan berikan kepada saya , sekarang saya lebih bersyukur dengan apa yang saya jalani karena saya tau apapun yang selalu saya lakukan akan ada baik buruknya dan selalu ada resiko .
semoga teman-teman blogger dapat mengambil hikmah dengan apa yang telah kalian jalani karena hanya allah yang selalu mengerti dan akan selalu menjaga kita :D
hay teman teman nama saya Luthfi . saya owner disini saya juga yang buat semua yang ada disini . semoga kalian merasa enjoy dengan blog saya ini . Twitter @Luthfi_Nazhar thankyu :D
Senin, 27 Agustus 2012
Selasa, 21 Februari 2012
Teman Berbeda alam
Teman berbeda alam .
SMPN31Bandung sudah kosong hanya beberapa anak yang sedang mengikuti Basket, Padus, Pramuka, dan PMR itu juga jumlahnya tidak banyak di kelas seorang anak masih mengerjakan tugasnya “ikh, bete aku mau jajan dulu” ucapnya sambil menutup NotBook miliknya dan berjalan menyusuri tangga dia melihat Rizal sang ketua Basket SMPnya sedang berlatih untuk pertandingan antar SMP minggu depan .
“Fit tugas udah beres ?” tanyanya kepada Fitri yang masih berjalan .
“bantu dikit kek, masih banyak ..”
“aduh maaf gak bisa aku ada latihan .”
“Alesan ajah aku tuh cape Zal kenapa kamu gak bisa gitu ngebantuin aku atau anak yang lain inikan tugas kalian juga.”
“maaf deh, tapi akukan mau ada tanding basket nanti ngertiin donk anak yang lain juga sama”
“emang aku gak ? aku musti ke singapure buwat pertandingan IPTEK puas” ucapnya kasar
Fitri berjalan menuju kelasnya kembali dan mengambil tasnya dan berjalan turun pergi meninggalkan sekolah, tapi sebelumnya dia pergi kekantin dan membeli Coklat “Fit tunggu tugas kan belum beres, kamu main tinggal ajah” ucap Rizal kepadanya Fitri Mendelik ke Rizal dan berjalan secepat yang ia bisa tapi tetap sajah, Rizal menggenggam tangan Fitri “kamu gak boleh pergi sebelum ini beres” ucap Rizal, Fitri terduduk di Pos satpam di depan gerbang beberapa temannya juga mengelilinginya “ayo donk Fit ngertiin kita juga” ucap Sabrina memohon, karena kesabaran Fitri Habis dia membantingkan Handphone dia yang sedang dia pegang “AKU BILANG GAK YA GAK, AKU TUH CAPE TAHU KALIAN GAK NGERTIIN AKU” ucap Fitri sambil menangis dan berlari sementara teman-temannya hanya melihat kepergian Fitri , Ilham dengan santai mendekat ke arah kerumbunan mereka yang sedang berbicara .
“ada apa ?”
“ini tuh si Fitri gak mau bantuin kerja kelompok” ucap Sabrina
“hah, itu handphone siapa ?”
“itu handphonenya Fitri tadi dia marah dan ngebantingin .” tambah Gilang
“ya, lah gimana dia gak marah, dia tuh cape asal kalian tahu ya dia itu ngewakilin Indonesia buwat lomba IPTEK ngertiin dikit donk, aku juga tahu kalian juga lomba tapi beban Fitri lebih besar”
“iya-iya sekarang gimana ?” tanya Gilang
“ya udah berarti kita ber tiga kerjain lagian tinggal dikit lagi” ucap Rizal Pasrah.
***
Fitri memang anak yang cerdas orang tuanya adalah Ilmuan dan Dosen di salah satu Fakultas teknologi di Bandung wajar saja bila anaknya juga memiliki kelebihan dalam bidang Teknologi, di sekolah Fitri selalu sajah jadi sumber teman-temannya bukannya Fitiri sombong atau tidak mau membantu tapi Fitri itu lelah “seandainya ajah aku jadi orang biasa” ucapnya di dalam angkot yang dia naiki, teman-temannya jadi malas mengerjakan sesuatu hal karena mereka beranggapan bahwa “alah tenang ada Fitri ini” Fitri tak suka karena itu sangat Komsumtif dan bisa-bisa mereka jadi tidak tahu apa-apa .
“hallo..” ucap Fitri di Handphone satunya lagi
“sayang kenapa handphone kamu yang satunya lagi gak Aktif “
“di Copet mah” ucap Fitri Asal
“ya, allah tapi kamu gak kenapa-kenapakan ?”
“gak kok mah, handphone ajah hilang”
“iya, nanti mamah beliin handphone baru lagi sayang”
“iya mah makasih..”
“dadah sayang miss u darling”
“miss u to Mom”
Fitri yang ada di depan di tengok oleh si mang angkot yang kebingungan “di copet dimana neng ?” tanya mang angkot “gak kok mang gak di copet tadi saya kesel yaudah saya bantingin tuh hape, dari pada orang tua saya marah mening bilang gitu ajah” ucap Fitri si Mang angkot kontan tertawa “dasar si neng” ucapnya pendek sambil mengemudi kembali, di rumah Fitri yang begitu besar hanya di huni oleh 4 orang dan satu Kucing, Fitri di rumah hanya tinggal bersama pembatunya orang tuanya jarang pulang kerumah karena tahulah TERLALU SIBUK.
***
Sesampai di rumah Fitri di sambut oleh kucing Burman kesayangannya TamTam “urgghh, sayang hari ini aku sebel banget deh sayang” ucap Fitri kepada TamTam, Fitri memang selalu bercerita kepada Tamtam kucingnya itu ketika dia sedih, senang, dan kecewa “meeeooonnnggg” ucap Kucingnya sambil menggeliat di dekapan majikannya yang mungkin dia juga tahu kalau Fitri itu lagi BETE banget, dia berjalan ke kolam renang di belakang rumahnya dan membuka Notbooknya, ternyata ada Mail masuk .
Fit kamu marah sama aku (Rizal )
mungkin
maafin deh, aku sama anak-anak udah maksa kamu
biasanya juga gitu, minta maaf tapi selalu ngulangi perbuatan kalian
sorry gak bakal lagi deh
alah BULSIT .
Ucap Fitri mengirimkan Maill kepada Rizal, “aku cape tamtam” desah Fitri sambil memeluk kucingnya itu, dan kucingnya tak memberontak dan mengerti bagaimana perasaan majikannya itu, Fitri berjalan menuju kamarnya, dengan lemas dia berbaring di atas ranjang yang super besar miliknya dan memboka Notbooknya lagi dan mulai mengisi Blog .
bete banget hari ini temen-temen aku jahat gak ada yang ngertiin aku, semuanya Cuma bisa bilang ‘MAAF’ dan ‘MAAF’ tapi mereka tak mau berubah idih dasar banget, harusnya mereka berubah sedikit ajah kenapa sich, selalu sajah ngandelin aku apa-apa aku, “fit tolong ini donk ntar aku bantuin” tapi apa aku yang ngerjain sendiri .
tadi waktu aku mau minta bantuan buwat ngerjain tugas kelompok mereka malah alesan bilang kalau mereka ntar ada Lomba, HELLO BEBAN SIAPA YANG PALING BERAT ‘aku’ AKU MUSTI NGEWAKILIN INDONESIA BUWAT LOMBA IPTEK mereka masih mending Cuma tingkat Daerah dan antar sekolah gak terlalu berat tapi AKU, jika aku kalah itu akan sangat memalukan .
itulah status Blog yang dia Postkan hari itu, setelah mengisi Blog dia kemudian mulai berlatih lagi soal benda-benda yang akan dia rancang di Kontes Iptek yang dia ikuti gurunya telah datang salah satu murid Ayahnya yang juga tahun kemarin menjuarai kontes ini dan dia juga yang akan menemaninya di sana .
“kamu udah siap ?”
“udah kak ! kemarin aku udah baca-baca komponennya ada yang salah jadi gak nyala”
“owh yasudah nanti kita perbaiki sekarang coba kamu lihat Robot yang 2 hari kita rakit”
“memang ada apa ?”
“kemarin aku sudah memprogramnya sekarang dia menyentuh dan menggenggam”
“huah, keren aku baru bisa membuwat robotnya berkedip dan tersenyum”
Sebut sajah Ginanjar orang yang membantu Fitri dalam pembuatan Robot yang dia sedang rancang, dia ingin membuwat Robot yang berguna dan memudahkan kalangan masyarakat walaupun sudah ada tapi dia berharap robot yang ia ciptakan lebih hebat karena robot jaman sekarang masih kurang mantap untuk di gunakan .
***
Keesokan harinya Fitri berubah sikap menjadi 180derajat lebih galak dari biasanya solanya teman-temannya masih sajah tidak mau berubah, “KALIAN ITU GAK MAU BANGHET BERUSAHA USAHA DIKIT KEK” ucap Fitri sambil memukul meja yang membuat satu kelas menjadi hening “biasa ajah kali” ucap Sabrina “GIMANA GAK BIASA KALIAN ITU TERLALU BERGANTUNG SAMA AKU GIMANA KALIAN MAU MAJU KALAU KAYAK GINI” ucap Fitri sebal “iya bener tuh kata Fitri kalian itu terlalu bergantung sama dia kalian mau jadi apa kalau gitu ayo usaha dikit donk” tambah Ilham membela .
Karena Fitri kesal dia pergi ke Pojok sekolah bangunan Tua yang sudah tidak di tepati di dalam kelas bekas kelas 9H dulu sekali disana masih ada bangku-bangku yang sangat rapih, ntah kenapa tidak di gunakan lagi kata temen-temennya sich karena udah jelek atau udah kardaluarsa padahal ini masih bagus dan lumayan lah, ketika Fitri duduk dan membuka NotBooknya dia melihat seorang anak perempuan yang dia rasa dia kenal “hay..” sapa Fitri sambil duduk di sebelahnya .
“siapa ?” tanya wanita itu lembut .
“aku Fitri kamu siapa ?”
“Windy” ucapnya sambil menatap Fitri dengan matanya yang hitam bulat.
“nama yang bagus” Puji Fitri
“kamu kelas berapa ?”
“aku kelas 8 kalau kamu ?”
“aku kelas 9!”
“kenapa kamu tak bersama teman-temanmu ?”
“aku benci karena mereka selalu sajah menyuruhku padahal itu tugas mereka”
“wah kita sama aku juga”
“kamu juga benci mereka?”
“nggak juga sich ! aku gak suka ajah karena mereka gak mau berubah !”
“yah, aku juga menginginkan mereka berubah tapi waktu sudah berjalan”
“kamu maukan jadi temen aku ! setiap Istirahat kita berbincang dan pulang sekolah aku akan nemuin kamu, kamu mau kan ?”
“tentu sajah, aku akan selalu ada untukmu Fitri”
Wanita itu sangat Cantik dengan rambut panjang yang hitam Lekat, dan bola mata yang bening Hitam bulat dengan senyuman yang manis, Fitri pergi meninggalkan wanita itu yang sedang membaca ketika dia akan masuk kelas dia tidak ingat kenapa dia tidak menanyakan kelas 8 apa dia sebenarnya.
Pulang sekolah dia bergegas kembali kekelas 9H yang sudah di penuhi oleh tumbuhan merambat menghampiri winda tapi dia tak ada, ketika Fitri memutar badan ternyata Winda ada di belakangnya dan ternyum dingin “hay Fit..” ucapnya datar sambil menuju bangku yang ada di pojok “kamu kok belum pulang ?” tanya Fitri sambil mengikuti Winda dan terduduk “nanti sajah, tadi kamu belajar apa ? kamu tahu tidak dulu ini adalah kelas 8H” ucapnya kepada Fitri yang sangat Antusias “matematika, Ipa dan Senibudaya wah, tapi kenapa itu di tulisnya 9 ?” ucap Fitri “karena aku..” ucapnya dingin Fitri tak menghiraukan ucapan winda dan segera membuka buku matematika “kamu tahu aku suka sekali dengan pelajaran ini, menantang sekali” ucapnya dan mereka tertawa bersama karena ternyata winda pun senang dengan pelajaran ini.
***
Keesokan harinya mang Agus penjaga sekolah mencari-cari Fitri dengan terburu-buru mang Agus mencari Fitri “Fit kamu di cari mang Agus sama pak .Harim” ucap Ilham sambil berkacak pinggang “ada apa ?” tanyanya Ilham hanya mengangkat bahunya dan pergi keluar .
“neng namina Fitri ?”
“iya mang ada apa ?”
“hayu urang ka PKS di pilari ku pak.harim”
“oh, ya ..”
Sesampai di ruang PKS, ternyata ada wawancara dengan Pihak sekolah soal kejuaran yang diikuti oleh Fitri disana ada seorang wartwan dari salah satu majalah yang cukup terkenal di kalangan cewe-cewe dan remaja lainnya “tentu, hmm akomondasi di bayar sama pemerintah semua jadi disana kita Cuma biaya kalau mau jalan-jalan ketempat-tempat lainnya kayak beli Souvenir nah itu baru sendiri” ucap Fitri menajawab perntanyaan sang Jurnalis .
“apa kamu senang bisa mewakili INA ditingkat Internasional ?”
“tentu sajah bagaimana Tidak ini tingkat Internasional, saya bisa ketemu banyak anak-anak lainnya dan bisa bertukar pengalaman ?!”
“apa kamu ada rasa gugup?”
“rasa gugup sich gak ada soalnya aku udah mateng dan siap Cuma aku takut ajah takut kalah malu banget kalau kalah !”
“harapan kamu kedepannya !?”
“aku harap anak INA lebih kreatife buwat ajang lainnya, karena ini bukan ajang terakhir masih ada ajang-ajang lainnya dan akan lebih seru lagi mungkin ?”
“oh, baiklah terimakasih”
Akhirnya Wawancara selesai juga beberapa memerhatikan Fitri sambil berbisik “apaan sich emang ada yang aneh ya ?” tanyanya di dalam hati dan segera berlalu, sepulang sekolah dia bertemu lagi dengan Winda mereka tertawa dan saling bertukar pengalaman layaknya sepasang sahabat mereka bercengkrama bersama .
“2 minggu lagi aku harus ke singapure jadi maaf jika aku tak mengunjungimu”
“ya aku mengerti, aku ikut senang kalau begitu”
“prestasi apa yang telah kamu capai ?”
“hmm.. waktu itu aku kut lomba lukis dan aku juara dan waktu kejuaran Tatar Sunda aku juga juara”
“waw keren sekali”
“seandainya sajah aku masih bisa ikut !”
Hmm.. Fitri pun membelai rambut Winda yang halus panjang Hitam lekat “jangan sedih kamu pasti bisa .” ucap Fitri bersemngat, tak lama Fitri pulang tapi aneh di depan gerbang Ilham dan Rizal sudah menunggu Fitri merekapun menarik Fitri dan menyuruhnya duduk di depan Pos satpam sekolah .
“mau pada ngapain ?”
“kamu akhir-akhir ini gerak-geriknya mencurigakan” ucap Ilham
“emang ada masalah sama kamu ?”
“gak sich Cuma kita curiga ajah kamu ada hubungan Spesial sama Cowo satu Sekolah” tambah Rizal
“kalian JEOLEUS ?”
“HAH, JELES ?” ucap mereka kompak
“aku gak ada hubungan Spesial sama siapa-siapa !”
“kamu sering ke halaman belakang bekas sekolah kita yang dulu ? kenapa ?” ucap Ilham
“aku lebih seneng menyendiri”
“bohong pasti ada sesuatu”
“gak Ilham bener ..”
“kamu lagi bikin Robot buwat hancurin kita-kita ya !” ucap Rizal dengan konyol
“gak lah !”
“NAH TERUS ?” ucap Rizal
“udah deh bukan urusan klian..”
Ucap Fitri meninggalkan Ilham dan Rizal .
“ada apa sich sebenernya sama anak itu” ucap Ilham
“tahu deh kenapa dia jadi berubah emang ada apa di bekas bangunan ke bakar itu, peasaan di sana Cuma ada Bangku kursi yang gosong ajah gara-gara kebakaran”
“kecuali kalau dia ketemu sama Winda itu”
“heh, jang tong ngomong keun eta” ucap Mang agung memeringati
“eh, iya sorry mang jow..” ucap Rizal
“eh, nya pang bejakeun nya kaFitri kade wehnya bisi aya nanaond”
“emang kenapa ?” tanya Ilham
“emang mah Cuma ngingetin ajah sama si neng” ucap Mang ujang dan pergi
Keesokan harinya Rizal dan Ilham datang lebih pagi, dan masuk ke dalam kelas 9H dan melihat-lihat kelasnya berantakan sekali meja-meja hitam pekat dan masih ada bekas kebaran merekapun masuk dan di sambut oleh tanaman yang merambat yang sangat berantakan “ya allah berantakan bener sich” ucap Rizal sambil mengusap tangannya ketika mereka masuk kedalam ruangan BRUK .. suara langit-langit yang jatuh seketika mereka turun kebawah sambil berteriak histeris dan ketika mereka berteriak terlihatlah winda yang sedang tertawa .
“ya allah .. “ ucap ilham dengan terengah-engah
“itu tadi kenapa ?”
“aku kan ikutin kamu potol deh”
“tadi seinget aku ada cewe alumni yang ada di foto kelas kita yang ada angkatan 1998”
“masa ! ayo kita lihat sekarang ..” ucap Ilham
Dengan terengap-engap mereka menghampiri Fitri, dan mereka berdua seperti orang yang baru lari keliling kota Bandung dan kalah karena muka mereka PUCAT SEKALI.
“ada apa ?” tanya Fitri
“kamu sering kesana kenapa kamu gak takut padahal tempatnya serem banget” ucap Ilham
“serem ?”
“iya gile tadi ajah kita berdua hampir kena langit-langit yang mau roboh!” tambah Rizal
“kelas di belakang masih baguskok aku pengen kelasnya disana malah nyaman”
Rizalpun menarik tangan Fitri dan menyeretnya masuk kedalam kelas dan melihat-lihat foto-foto Alumni SMP31 “ini kan temen kamu !” ucap Rizal “dia itu ngebakar diri tahu defresi gara-gara cape dan gak ada yang mau temenan ma dia di KELAS 8H disana dia ngebakar diri gak lama pas mau di bangun lagi beberapa anak banyak yang kesurupan dan akhirnya pihak sekolah gak berani buwat rubah apa-apa lagi karena mereka Takut” ucap Rizal, fitri menggelengkan kepala “aku gak percaya, dia itu temen aku” ucap Fitri .
***
Saat pulang sekolah Fitri berjalan ke belakang sekolah dan masuk kedalam kelas 9H dan kelasnya itu bersih rapih tidak seperti yang di ceritakan Rizal “RIZAL BOHONG” ucap Fitri tiba-tiba seorang wanita memegangi Fitri “hay” ucapnya datar dan menyuruh Fitri duduk di sebelahnya di bangku paling pojok .
“hay juga ..”
“tadi ke dua temen kamu kesini”
“maafin mereka ya! Mereka ngapain kamu?”
“gak ngapa-ngapain kok !”
“tadi mereka ngomong kalau katanya itu salah satu angkatan tahun 1998, aku gak percaya ya aku tinggalin ajah mereka ! oh, ya gimana orang tua kamu ?”
“hah, mereka salah kali, hmm.. orang tua ku jahat mereka selalu membeda-bedakan aku dengan orang lain, mereka selalu menyiksaku aku sakit dan sedih”
“sudah-sudah tenang sajah kan ada aku, kebetulan aku punya banyak hiasan Rambut aku kasih kamu satu ya !”
“oh, terimakasih Fitri ini indah sekali ..” ucapnya
“biar aku yang pakaikan ya !”
“tentu”
Jepitan Merah bergambarkan Kupu-kupu cantik yang sedang hinggap di kepala Winda mereka saling tersenyum, pulang sekolah Winda di jemput oleh Ginanjar “Fit..” ucap Ginanjar memanggil Fitri “hay juga kak !” ucap Fitri pendek sambil menghampiri Ginanjar .
“kita harus beli komponen lagi baru 2 robot yang jadi dan 6 komponen kita harus bikin lagi”
“bukannya itu masih ada !”
“iya sich tapi itu gak cocok, aku gak suka”
“okey deh ayo kita pergi..”
Ucap Fitri dan mereka pergi, di sana Winda melihat mereka berdua dan mendesah “seandainya aku masih bisa hidup satu kali lagi, aku ingin bertemu Haris lalalalallalalal..” satu lantunan lagu pendek yang dinyanyikan oleh Winda sembari melihat Fitri .
***
Sore harinya Rizal kerumah Fitri, Fitri sangat kaget karena kesehariannya di sekolah dia itu tomboy tapi ketika Rizal datang dia itu memakai Rok mini berwarna Pink yang sangat Cute “hah, Rizal” ucapnya dengan terkaget-kaget “ccciieee Tank top item plus Rok mini Pink ehemm cewe banget” ucap Rizal jail seketika Fitri langsung berlari menuju kamarnya dan berganti pakaian dengan celana Jens pendek dan kaosCoklat .
“ehemm.. kesekolah kayak gitu kayaknya banyak yang naksir deh” ucap Rizal genit
“apaan sich akhh, Bi minumnya satu ya” teriak Fitri
“aduh bikin sendiri atuh neng”
“males lagian kamu bukan tamu spesial aku kok”
“heh, dasar”
“BTW, ada acara apa ?”
“kamu bisa komunikasi sama hantu ya ?”
“gak kok, dia itu bukan hantu dia itu sahabat aku”
“kamu jangan ngada-ngada deh, dia itu udah mati”
“tapi dia itu sahabat aku Zal”
“Fit sewaktu-waktu dia itu bisa bikin kamu dalam bahaya”
“aku percayakok sama dia”
“hmm.. ya udah deh Jalan yuk” pinta Rizal dengan senyum mautnya
Seketika muka Fitri sangat bahagia disusul dengan dehaman Ginanjar yang masih menunggu Fitri untuk memprogram robotnya “jadi aku di tinggalin gitu, harusnya punya cowo itu bilang-bilang sama kakak nanti pasti di restuin” ucap Ginanjar dengan jahil “akh, apaan sich ikh.”
***
Keesokan harinya Fitri tidak datang ke halaman belakang sekolah karena dia mulai sibuk untuk berlatih memprogram dan bertalking english “owh, its Not good im not ready” ucap Fitri dengan kesal kepada ayahnya “kamu harus udah siap tinggal 7 hari lagi” ucap Ayahnya “oh, dad Please” ucap Fitri memohon “jangan manja Sayang” tambah mamahnya .
Saking sibuknya Fitri menjadi lupa dengan Winda di temapt lain Winda kecewe dengan Sikap Fitri yang mengingkari janjinya “kamu sama saja seperti teman-temanku tidak pernah menepati Janji” ucapn Winda sambil mengelus rambutnya di bangku Fitri.
“fit kok aku punya Firasat gak enak ya !” ucap Ilham ketika melihat Fitri sedang beres-beres.
“alah ngaco kamu” ucapnya Acuh
“iya kali aku ngaco tapi aku rasa Firasat aku itu bener”
“tahayul” ucap Fitri sambil mencubit tangan Ilham yang melamun
“sakit .”
“biarin wew, abisnya kamu ngelamun” ucapnya sambil berlari kecil.
Dia pergi ke toilet untuk membersihkan kain Pel tapi tiba-tiba pintu kamar mandi terkunci, dan seketika keran air itu menyala sendiri, Fitri berteriak Histeris ketakutan karena air kerannya menyala sendiri sesaat kemudian lampu kamar mandi menyala berkedip-kedip berulang kali, Fitri terus berteriak Histeris tapi kamar mandi tak dapat di buka “Tolongggg, ada apa ini” ucap Fitri suhu ruangan semakin lama semakin sesak bagi Fitri serasa ada yang mencekik dan akhirnya dia terlelap.
***
Fitri terduduk di bangku kelasnya sambil menatap jendela Luar tiba-tiba segerombolan anak datang memukul meja kelas dengan sanagt keras, “hey berisik ..” ucap Fitri melirik namun ketika ia lihat orang yang ada itu adalah orang yang ada di Foto kelas Alumni tahun 1998.
“heh, winda kamu belagu banget ya, di kelas karena kamu pinter kamu gak mau ngerjain PR kita semua” ucap salah satu anak .
“aku gak mau, itu tugas kalian bukan tugas aku.”
“gini ajah deh, kamu kerjain PR kita nanti kita ajak main kamu”
“bener ya”
“iya kita janji”
Dengan penuh semangat Winda mengerjakan tugas teman-temannya yang mengembel-ngembelkan kalau Winda akan menjadi teman mereka, ketika Winda selesai mengerjakan dan menyerahkan tugasnya teman-temannya malah berkata “thanks ya winda kamu bego banget deh, mau-maunya kamu kita boongin” ucap salah satu anak cewe yang sangat sombong “kita gak mau temenan sama anak orang miskin” ucapnya lagi, seketika Fitri ingin memukul anak cewe itu tapi sekeras ia berusaha percuma karena tidak akan kena “kurang ajar banget sich” ucapnya, Kemudian Winda menangis .
“lihat sajah pembalasanku”
“owh, jadi kamu berani sama kita” ucap mereka
“aku berani karena aku gak salah ..”
Seketika Winda di tarik ke pojok kelas, rambutnya yang indah di gunting oleh teman-temannya menjadi setengah punggung yang sangat berantakan “kamu berani sama kita” ucap cewe itu Winda menangis disana, Fitri merangkul Winda, tangisan Winda semakin lama semakin kencang ketika teman-temannya meninggalkannya, ketika Winda melirik Fitri wajah Winda berubah matanya menjadi merah dan menakutkan seketika Fitri terhempas ketakutan .
Dia membuka Mata dan melihat sekeliling, “aku dimana ?” ucap Fitri melihat sekeliling dia terus berpikir mereka baru sajah foto kelas menyenangkan winda dengan muka polosnya yang ramah tersenyum lebar tapi apa itu ada sesosok wanita dengan kemurungan di belakangnya .
“yasudah anak-anak jangan lupa kalian kumpulin uangnya.” Ucap guru yang menjadi wali kelas.
“baik bu..”
Tak lama setelah guru itu jalan dan keluar, di kelas mereka semua sedang tertawa-tawa apalagi Haris cowo idaman Winda sedang bersama kekasihnya satu kelas “harisss..” desah Winda sakit dan menghembuskan nafas, “dia gak bakal suka aku percuma, aku itu miskin gak kayak Gea” ucap winda sekali lagi sambil melihat Haris, Beno yang melihat Winda yang menulis di buku tulis segera mengambilnya dan melihat isinya .
“woy..woy dengerin nieh tuh si Winda bikin puisi buwat si Haris hahahah”
“Beno balikin..” ucap Winda, Fitri tak bisa berbuar apa-apa karena percuma
“Haris hari ini kamu cakep banget, aku itu miskin gak bakal bisa sama kamu yang jelas-jelas anak orang kaya, lagian aku itu gak cantik percuma, tutur kata kamu bikin aku tenang tapi aku nyadar karena kamu udah punya Gea” ucap Beno dengan alay .
“hahahahahahahahaah” ucap anak satu kelas .
Fitri berteriak “HEY, KALIAN GAK NGERTI PERASAAN DIA GIMANA DASAR” ucap Fitri tapi percuma, Winda pergi mengambil buku yang di genggam oleh Beno yang tertawa dan berlalri keluar dan duduk di tangga “huhuhuhuhuh, gak ada yang tahu perasaan aku gimana Aku sakit aku perih” ucap winda sambil menangis tak ada yang pedulinya kesepian sendirian “sabar ya winda” bisik Fitri, tiba-tiba mata winda kembali menakutkan fitri terlempar lagi .
***
Rumah winda yang sangat sempit di penuhi oleh kardus-kardus Mie dan botol-botol yang sudah tak terpakai disana ayahnya sakit keras ibunya sudah tiada, “ayah jangan tinggalin Winda nanti Winda hidup sama siapa?” tanya Winda sambil menggoyangkan tubuh ayahnya yang ternyata hari ni adalah hari kepergian ayahnya, tak ada satupun teman sekolah Winda yang menjenguk .
Keesokan harinya juga tak ada yang berkata ikut Berduka cita Fitri hanya berpikir “alumni 31 pada belagu dasar, masih mending yang sekarang daripada yang dulu” ucapnya sambil berdecak kesal, hari ini Winda membawa barang yang aneh, dia mengunci kelas rapat anak-anak satu kelas sangat kaget melihat kedatangan Winda, dia menyiramkan Minya tanah yang dia pegang sambil berkata “aku benci kalian Penipu pengingkar janji, pembohong, tak setia kawan, dan belagu, orang seperti kalian harus musnah” ucap Winda beberapa anak mencoba untuk menahan winda ada yang menjerit dan loncat melewati jendela dan akhirnya dia melemparkan korek api dengan cepat menjalar ke seluruh ruang kelas dengan cepat Winda tertawa puas beberapa anak terkena luka bakar smentara Winda akhirnya masuk kedalam api, Fitri hanya melihat dan tertegun seketika ada tangan yang menarik Firi .
“AWWW, PANAS..”
“kamu sama saja seperti mereka, selalu berbohong, katamu aku teman baikmu kenapa kamu tak menjengukku,,” ucap Winda sambil menarik Fitri
“aku harus bekerja Winda”
“bohong kamu sama seperti mereka Munafik, kamu harus mati”
***
Fitri terus menjerit kesakitan Ilham dan Rizal terus menahan Fitri yang terus bergerak-gerak tak mau diam, mang Agung dan pak.Dewo berusaha menenangkan Fitri dengan berkali-kali baca basmalah, kemudian datanglah seorang pria yang lumayan sudah tua 26 tahunan “pak biar saya saja” ucap pria itu Pak dewo mengerti karena dia adalah alumni Smp31 Haris .
“winda ...” bisik Haris di telinga Fitri “ayo jangan ganggu mereka, amu bukan anak-anak lagi winda kamu harus bangun Winda, ayo winda buang masa lalu kamu, kamu harus tenang lkamu suda berbeda dengan kita semua ayo segera lah pergi jangan ganggu dia” ucap Haris .
“aku Tak mau dia telah Berbohong kepadaku dia pembohong” ucap Fitri
“tenanglah Winda, itu masa lalu semua telah berlalu kamu harus pergi, aku mengerti perasaanmu dahulu tapi kau harus bangkit dan pergi, seperti aku dan yang lainnya yang telah membangun masa depan yang baru”
“kalian Munafik..” ucap Fitri dengan tidak sadar
“aku mengerti perasaan kamu tapi kasian anak ini dia masih kecil, masih banyak anak yang sayang sama dia, mengertilah” ucap Haris .
Seketika tubuh Fitri lemas dan terjatuh, dan Fitri sadar tubuhnya tidak lagi panas beberapa temannya termaksud Ilham dan Rizal mengelilinginya bersama pak.dewo dan mang Agus “minum dulu neng” ucap mang agung menawarkan dan Fitri meminum air itu.
“maafkan Winda, dia memang begitu dia tidak akan mengganggumu lagi, maafin dia ya”
“iya kak, gak apa-apa aku ngerti kok , perasaan dia”
“baguslah ..”
***
Sebelum Fitri ke Singapure dia pergi kebangunan itu sambil membawa karangan Bunga mawar merah dan melati dengan rangkaian yang cantik “aku ngerti perasaan kamu kok, maafin aku yang udah ingkar janji aku harap kamu tenang disana dan tolong doakan aku semoga aku menjadi juara nanti” ucap Fitri sambil menaruh Karangan bunga di depan kelas yang sekarang terkunci rapat dan menaruh pita merah dia pun berjalan pergi “temanku yang berbeda” ucap Fitri sambil berlalu, “hahahahaha, terimakasih fitri tapi ini akan terus berulang dan berulang hahahahahah sahabatku selamanya” ucap Winda sambil mengelus rambutnya .
Catatan : ini cerita nyata yang dialami kakak kelas aku tapi aku ubah-ubah dikit ajah soalnya yang asli serem banget hihhihihih di kelas aku lagi, di bangku paling pojok belakang banget, kalau aslinya dia itu loncat gara-gara gak lulus tapi aku ubah *maaf awas hati-hati ya kakak
SMPN31Bandung sudah kosong hanya beberapa anak yang sedang mengikuti Basket, Padus, Pramuka, dan PMR itu juga jumlahnya tidak banyak di kelas seorang anak masih mengerjakan tugasnya “ikh, bete aku mau jajan dulu” ucapnya sambil menutup NotBook miliknya dan berjalan menyusuri tangga dia melihat Rizal sang ketua Basket SMPnya sedang berlatih untuk pertandingan antar SMP minggu depan .
“Fit tugas udah beres ?” tanyanya kepada Fitri yang masih berjalan .
“bantu dikit kek, masih banyak ..”
“aduh maaf gak bisa aku ada latihan .”
“Alesan ajah aku tuh cape Zal kenapa kamu gak bisa gitu ngebantuin aku atau anak yang lain inikan tugas kalian juga.”
“maaf deh, tapi akukan mau ada tanding basket nanti ngertiin donk anak yang lain juga sama”
“emang aku gak ? aku musti ke singapure buwat pertandingan IPTEK puas” ucapnya kasar
Fitri berjalan menuju kelasnya kembali dan mengambil tasnya dan berjalan turun pergi meninggalkan sekolah, tapi sebelumnya dia pergi kekantin dan membeli Coklat “Fit tunggu tugas kan belum beres, kamu main tinggal ajah” ucap Rizal kepadanya Fitri Mendelik ke Rizal dan berjalan secepat yang ia bisa tapi tetap sajah, Rizal menggenggam tangan Fitri “kamu gak boleh pergi sebelum ini beres” ucap Rizal, Fitri terduduk di Pos satpam di depan gerbang beberapa temannya juga mengelilinginya “ayo donk Fit ngertiin kita juga” ucap Sabrina memohon, karena kesabaran Fitri Habis dia membantingkan Handphone dia yang sedang dia pegang “AKU BILANG GAK YA GAK, AKU TUH CAPE TAHU KALIAN GAK NGERTIIN AKU” ucap Fitri sambil menangis dan berlari sementara teman-temannya hanya melihat kepergian Fitri , Ilham dengan santai mendekat ke arah kerumbunan mereka yang sedang berbicara .
“ada apa ?”
“ini tuh si Fitri gak mau bantuin kerja kelompok” ucap Sabrina
“hah, itu handphone siapa ?”
“itu handphonenya Fitri tadi dia marah dan ngebantingin .” tambah Gilang
“ya, lah gimana dia gak marah, dia tuh cape asal kalian tahu ya dia itu ngewakilin Indonesia buwat lomba IPTEK ngertiin dikit donk, aku juga tahu kalian juga lomba tapi beban Fitri lebih besar”
“iya-iya sekarang gimana ?” tanya Gilang
“ya udah berarti kita ber tiga kerjain lagian tinggal dikit lagi” ucap Rizal Pasrah.
***
Fitri memang anak yang cerdas orang tuanya adalah Ilmuan dan Dosen di salah satu Fakultas teknologi di Bandung wajar saja bila anaknya juga memiliki kelebihan dalam bidang Teknologi, di sekolah Fitri selalu sajah jadi sumber teman-temannya bukannya Fitiri sombong atau tidak mau membantu tapi Fitri itu lelah “seandainya ajah aku jadi orang biasa” ucapnya di dalam angkot yang dia naiki, teman-temannya jadi malas mengerjakan sesuatu hal karena mereka beranggapan bahwa “alah tenang ada Fitri ini” Fitri tak suka karena itu sangat Komsumtif dan bisa-bisa mereka jadi tidak tahu apa-apa .
“hallo..” ucap Fitri di Handphone satunya lagi
“sayang kenapa handphone kamu yang satunya lagi gak Aktif “
“di Copet mah” ucap Fitri Asal
“ya, allah tapi kamu gak kenapa-kenapakan ?”
“gak kok mah, handphone ajah hilang”
“iya, nanti mamah beliin handphone baru lagi sayang”
“iya mah makasih..”
“dadah sayang miss u darling”
“miss u to Mom”
Fitri yang ada di depan di tengok oleh si mang angkot yang kebingungan “di copet dimana neng ?” tanya mang angkot “gak kok mang gak di copet tadi saya kesel yaudah saya bantingin tuh hape, dari pada orang tua saya marah mening bilang gitu ajah” ucap Fitri si Mang angkot kontan tertawa “dasar si neng” ucapnya pendek sambil mengemudi kembali, di rumah Fitri yang begitu besar hanya di huni oleh 4 orang dan satu Kucing, Fitri di rumah hanya tinggal bersama pembatunya orang tuanya jarang pulang kerumah karena tahulah TERLALU SIBUK.
***
Sesampai di rumah Fitri di sambut oleh kucing Burman kesayangannya TamTam “urgghh, sayang hari ini aku sebel banget deh sayang” ucap Fitri kepada TamTam, Fitri memang selalu bercerita kepada Tamtam kucingnya itu ketika dia sedih, senang, dan kecewa “meeeooonnnggg” ucap Kucingnya sambil menggeliat di dekapan majikannya yang mungkin dia juga tahu kalau Fitri itu lagi BETE banget, dia berjalan ke kolam renang di belakang rumahnya dan membuka Notbooknya, ternyata ada Mail masuk .
Fit kamu marah sama aku (Rizal )
mungkin
maafin deh, aku sama anak-anak udah maksa kamu
biasanya juga gitu, minta maaf tapi selalu ngulangi perbuatan kalian
sorry gak bakal lagi deh
alah BULSIT .
Ucap Fitri mengirimkan Maill kepada Rizal, “aku cape tamtam” desah Fitri sambil memeluk kucingnya itu, dan kucingnya tak memberontak dan mengerti bagaimana perasaan majikannya itu, Fitri berjalan menuju kamarnya, dengan lemas dia berbaring di atas ranjang yang super besar miliknya dan memboka Notbooknya lagi dan mulai mengisi Blog .
bete banget hari ini temen-temen aku jahat gak ada yang ngertiin aku, semuanya Cuma bisa bilang ‘MAAF’ dan ‘MAAF’ tapi mereka tak mau berubah idih dasar banget, harusnya mereka berubah sedikit ajah kenapa sich, selalu sajah ngandelin aku apa-apa aku, “fit tolong ini donk ntar aku bantuin” tapi apa aku yang ngerjain sendiri .
tadi waktu aku mau minta bantuan buwat ngerjain tugas kelompok mereka malah alesan bilang kalau mereka ntar ada Lomba, HELLO BEBAN SIAPA YANG PALING BERAT ‘aku’ AKU MUSTI NGEWAKILIN INDONESIA BUWAT LOMBA IPTEK mereka masih mending Cuma tingkat Daerah dan antar sekolah gak terlalu berat tapi AKU, jika aku kalah itu akan sangat memalukan .
itulah status Blog yang dia Postkan hari itu, setelah mengisi Blog dia kemudian mulai berlatih lagi soal benda-benda yang akan dia rancang di Kontes Iptek yang dia ikuti gurunya telah datang salah satu murid Ayahnya yang juga tahun kemarin menjuarai kontes ini dan dia juga yang akan menemaninya di sana .
“kamu udah siap ?”
“udah kak ! kemarin aku udah baca-baca komponennya ada yang salah jadi gak nyala”
“owh yasudah nanti kita perbaiki sekarang coba kamu lihat Robot yang 2 hari kita rakit”
“memang ada apa ?”
“kemarin aku sudah memprogramnya sekarang dia menyentuh dan menggenggam”
“huah, keren aku baru bisa membuwat robotnya berkedip dan tersenyum”
Sebut sajah Ginanjar orang yang membantu Fitri dalam pembuatan Robot yang dia sedang rancang, dia ingin membuwat Robot yang berguna dan memudahkan kalangan masyarakat walaupun sudah ada tapi dia berharap robot yang ia ciptakan lebih hebat karena robot jaman sekarang masih kurang mantap untuk di gunakan .
***
Keesokan harinya Fitri berubah sikap menjadi 180derajat lebih galak dari biasanya solanya teman-temannya masih sajah tidak mau berubah, “KALIAN ITU GAK MAU BANGHET BERUSAHA USAHA DIKIT KEK” ucap Fitri sambil memukul meja yang membuat satu kelas menjadi hening “biasa ajah kali” ucap Sabrina “GIMANA GAK BIASA KALIAN ITU TERLALU BERGANTUNG SAMA AKU GIMANA KALIAN MAU MAJU KALAU KAYAK GINI” ucap Fitri sebal “iya bener tuh kata Fitri kalian itu terlalu bergantung sama dia kalian mau jadi apa kalau gitu ayo usaha dikit donk” tambah Ilham membela .
Karena Fitri kesal dia pergi ke Pojok sekolah bangunan Tua yang sudah tidak di tepati di dalam kelas bekas kelas 9H dulu sekali disana masih ada bangku-bangku yang sangat rapih, ntah kenapa tidak di gunakan lagi kata temen-temennya sich karena udah jelek atau udah kardaluarsa padahal ini masih bagus dan lumayan lah, ketika Fitri duduk dan membuka NotBooknya dia melihat seorang anak perempuan yang dia rasa dia kenal “hay..” sapa Fitri sambil duduk di sebelahnya .
“siapa ?” tanya wanita itu lembut .
“aku Fitri kamu siapa ?”
“Windy” ucapnya sambil menatap Fitri dengan matanya yang hitam bulat.
“nama yang bagus” Puji Fitri
“kamu kelas berapa ?”
“aku kelas 8 kalau kamu ?”
“aku kelas 9!”
“kenapa kamu tak bersama teman-temanmu ?”
“aku benci karena mereka selalu sajah menyuruhku padahal itu tugas mereka”
“wah kita sama aku juga”
“kamu juga benci mereka?”
“nggak juga sich ! aku gak suka ajah karena mereka gak mau berubah !”
“yah, aku juga menginginkan mereka berubah tapi waktu sudah berjalan”
“kamu maukan jadi temen aku ! setiap Istirahat kita berbincang dan pulang sekolah aku akan nemuin kamu, kamu mau kan ?”
“tentu sajah, aku akan selalu ada untukmu Fitri”
Wanita itu sangat Cantik dengan rambut panjang yang hitam Lekat, dan bola mata yang bening Hitam bulat dengan senyuman yang manis, Fitri pergi meninggalkan wanita itu yang sedang membaca ketika dia akan masuk kelas dia tidak ingat kenapa dia tidak menanyakan kelas 8 apa dia sebenarnya.
Pulang sekolah dia bergegas kembali kekelas 9H yang sudah di penuhi oleh tumbuhan merambat menghampiri winda tapi dia tak ada, ketika Fitri memutar badan ternyata Winda ada di belakangnya dan ternyum dingin “hay Fit..” ucapnya datar sambil menuju bangku yang ada di pojok “kamu kok belum pulang ?” tanya Fitri sambil mengikuti Winda dan terduduk “nanti sajah, tadi kamu belajar apa ? kamu tahu tidak dulu ini adalah kelas 8H” ucapnya kepada Fitri yang sangat Antusias “matematika, Ipa dan Senibudaya wah, tapi kenapa itu di tulisnya 9 ?” ucap Fitri “karena aku..” ucapnya dingin Fitri tak menghiraukan ucapan winda dan segera membuka buku matematika “kamu tahu aku suka sekali dengan pelajaran ini, menantang sekali” ucapnya dan mereka tertawa bersama karena ternyata winda pun senang dengan pelajaran ini.
***
Keesokan harinya mang Agus penjaga sekolah mencari-cari Fitri dengan terburu-buru mang Agus mencari Fitri “Fit kamu di cari mang Agus sama pak .Harim” ucap Ilham sambil berkacak pinggang “ada apa ?” tanyanya Ilham hanya mengangkat bahunya dan pergi keluar .
“neng namina Fitri ?”
“iya mang ada apa ?”
“hayu urang ka PKS di pilari ku pak.harim”
“oh, ya ..”
Sesampai di ruang PKS, ternyata ada wawancara dengan Pihak sekolah soal kejuaran yang diikuti oleh Fitri disana ada seorang wartwan dari salah satu majalah yang cukup terkenal di kalangan cewe-cewe dan remaja lainnya “tentu, hmm akomondasi di bayar sama pemerintah semua jadi disana kita Cuma biaya kalau mau jalan-jalan ketempat-tempat lainnya kayak beli Souvenir nah itu baru sendiri” ucap Fitri menajawab perntanyaan sang Jurnalis .
“apa kamu senang bisa mewakili INA ditingkat Internasional ?”
“tentu sajah bagaimana Tidak ini tingkat Internasional, saya bisa ketemu banyak anak-anak lainnya dan bisa bertukar pengalaman ?!”
“apa kamu ada rasa gugup?”
“rasa gugup sich gak ada soalnya aku udah mateng dan siap Cuma aku takut ajah takut kalah malu banget kalau kalah !”
“harapan kamu kedepannya !?”
“aku harap anak INA lebih kreatife buwat ajang lainnya, karena ini bukan ajang terakhir masih ada ajang-ajang lainnya dan akan lebih seru lagi mungkin ?”
“oh, baiklah terimakasih”
Akhirnya Wawancara selesai juga beberapa memerhatikan Fitri sambil berbisik “apaan sich emang ada yang aneh ya ?” tanyanya di dalam hati dan segera berlalu, sepulang sekolah dia bertemu lagi dengan Winda mereka tertawa dan saling bertukar pengalaman layaknya sepasang sahabat mereka bercengkrama bersama .
“2 minggu lagi aku harus ke singapure jadi maaf jika aku tak mengunjungimu”
“ya aku mengerti, aku ikut senang kalau begitu”
“prestasi apa yang telah kamu capai ?”
“hmm.. waktu itu aku kut lomba lukis dan aku juara dan waktu kejuaran Tatar Sunda aku juga juara”
“waw keren sekali”
“seandainya sajah aku masih bisa ikut !”
Hmm.. Fitri pun membelai rambut Winda yang halus panjang Hitam lekat “jangan sedih kamu pasti bisa .” ucap Fitri bersemngat, tak lama Fitri pulang tapi aneh di depan gerbang Ilham dan Rizal sudah menunggu Fitri merekapun menarik Fitri dan menyuruhnya duduk di depan Pos satpam sekolah .
“mau pada ngapain ?”
“kamu akhir-akhir ini gerak-geriknya mencurigakan” ucap Ilham
“emang ada masalah sama kamu ?”
“gak sich Cuma kita curiga ajah kamu ada hubungan Spesial sama Cowo satu Sekolah” tambah Rizal
“kalian JEOLEUS ?”
“HAH, JELES ?” ucap mereka kompak
“aku gak ada hubungan Spesial sama siapa-siapa !”
“kamu sering ke halaman belakang bekas sekolah kita yang dulu ? kenapa ?” ucap Ilham
“aku lebih seneng menyendiri”
“bohong pasti ada sesuatu”
“gak Ilham bener ..”
“kamu lagi bikin Robot buwat hancurin kita-kita ya !” ucap Rizal dengan konyol
“gak lah !”
“NAH TERUS ?” ucap Rizal
“udah deh bukan urusan klian..”
Ucap Fitri meninggalkan Ilham dan Rizal .
“ada apa sich sebenernya sama anak itu” ucap Ilham
“tahu deh kenapa dia jadi berubah emang ada apa di bekas bangunan ke bakar itu, peasaan di sana Cuma ada Bangku kursi yang gosong ajah gara-gara kebakaran”
“kecuali kalau dia ketemu sama Winda itu”
“heh, jang tong ngomong keun eta” ucap Mang agung memeringati
“eh, iya sorry mang jow..” ucap Rizal
“eh, nya pang bejakeun nya kaFitri kade wehnya bisi aya nanaond”
“emang kenapa ?” tanya Ilham
“emang mah Cuma ngingetin ajah sama si neng” ucap Mang ujang dan pergi
Keesokan harinya Rizal dan Ilham datang lebih pagi, dan masuk ke dalam kelas 9H dan melihat-lihat kelasnya berantakan sekali meja-meja hitam pekat dan masih ada bekas kebaran merekapun masuk dan di sambut oleh tanaman yang merambat yang sangat berantakan “ya allah berantakan bener sich” ucap Rizal sambil mengusap tangannya ketika mereka masuk kedalam ruangan BRUK .. suara langit-langit yang jatuh seketika mereka turun kebawah sambil berteriak histeris dan ketika mereka berteriak terlihatlah winda yang sedang tertawa .
“ya allah .. “ ucap ilham dengan terengah-engah
“itu tadi kenapa ?”
“aku kan ikutin kamu potol deh”
“tadi seinget aku ada cewe alumni yang ada di foto kelas kita yang ada angkatan 1998”
“masa ! ayo kita lihat sekarang ..” ucap Ilham
Dengan terengap-engap mereka menghampiri Fitri, dan mereka berdua seperti orang yang baru lari keliling kota Bandung dan kalah karena muka mereka PUCAT SEKALI.
“ada apa ?” tanya Fitri
“kamu sering kesana kenapa kamu gak takut padahal tempatnya serem banget” ucap Ilham
“serem ?”
“iya gile tadi ajah kita berdua hampir kena langit-langit yang mau roboh!” tambah Rizal
“kelas di belakang masih baguskok aku pengen kelasnya disana malah nyaman”
Rizalpun menarik tangan Fitri dan menyeretnya masuk kedalam kelas dan melihat-lihat foto-foto Alumni SMP31 “ini kan temen kamu !” ucap Rizal “dia itu ngebakar diri tahu defresi gara-gara cape dan gak ada yang mau temenan ma dia di KELAS 8H disana dia ngebakar diri gak lama pas mau di bangun lagi beberapa anak banyak yang kesurupan dan akhirnya pihak sekolah gak berani buwat rubah apa-apa lagi karena mereka Takut” ucap Rizal, fitri menggelengkan kepala “aku gak percaya, dia itu temen aku” ucap Fitri .
***
Saat pulang sekolah Fitri berjalan ke belakang sekolah dan masuk kedalam kelas 9H dan kelasnya itu bersih rapih tidak seperti yang di ceritakan Rizal “RIZAL BOHONG” ucap Fitri tiba-tiba seorang wanita memegangi Fitri “hay” ucapnya datar dan menyuruh Fitri duduk di sebelahnya di bangku paling pojok .
“hay juga ..”
“tadi ke dua temen kamu kesini”
“maafin mereka ya! Mereka ngapain kamu?”
“gak ngapa-ngapain kok !”
“tadi mereka ngomong kalau katanya itu salah satu angkatan tahun 1998, aku gak percaya ya aku tinggalin ajah mereka ! oh, ya gimana orang tua kamu ?”
“hah, mereka salah kali, hmm.. orang tua ku jahat mereka selalu membeda-bedakan aku dengan orang lain, mereka selalu menyiksaku aku sakit dan sedih”
“sudah-sudah tenang sajah kan ada aku, kebetulan aku punya banyak hiasan Rambut aku kasih kamu satu ya !”
“oh, terimakasih Fitri ini indah sekali ..” ucapnya
“biar aku yang pakaikan ya !”
“tentu”
Jepitan Merah bergambarkan Kupu-kupu cantik yang sedang hinggap di kepala Winda mereka saling tersenyum, pulang sekolah Winda di jemput oleh Ginanjar “Fit..” ucap Ginanjar memanggil Fitri “hay juga kak !” ucap Fitri pendek sambil menghampiri Ginanjar .
“kita harus beli komponen lagi baru 2 robot yang jadi dan 6 komponen kita harus bikin lagi”
“bukannya itu masih ada !”
“iya sich tapi itu gak cocok, aku gak suka”
“okey deh ayo kita pergi..”
Ucap Fitri dan mereka pergi, di sana Winda melihat mereka berdua dan mendesah “seandainya aku masih bisa hidup satu kali lagi, aku ingin bertemu Haris lalalalallalalal..” satu lantunan lagu pendek yang dinyanyikan oleh Winda sembari melihat Fitri .
***
Sore harinya Rizal kerumah Fitri, Fitri sangat kaget karena kesehariannya di sekolah dia itu tomboy tapi ketika Rizal datang dia itu memakai Rok mini berwarna Pink yang sangat Cute “hah, Rizal” ucapnya dengan terkaget-kaget “ccciieee Tank top item plus Rok mini Pink ehemm cewe banget” ucap Rizal jail seketika Fitri langsung berlari menuju kamarnya dan berganti pakaian dengan celana Jens pendek dan kaosCoklat .
“ehemm.. kesekolah kayak gitu kayaknya banyak yang naksir deh” ucap Rizal genit
“apaan sich akhh, Bi minumnya satu ya” teriak Fitri
“aduh bikin sendiri atuh neng”
“males lagian kamu bukan tamu spesial aku kok”
“heh, dasar”
“BTW, ada acara apa ?”
“kamu bisa komunikasi sama hantu ya ?”
“gak kok, dia itu bukan hantu dia itu sahabat aku”
“kamu jangan ngada-ngada deh, dia itu udah mati”
“tapi dia itu sahabat aku Zal”
“Fit sewaktu-waktu dia itu bisa bikin kamu dalam bahaya”
“aku percayakok sama dia”
“hmm.. ya udah deh Jalan yuk” pinta Rizal dengan senyum mautnya
Seketika muka Fitri sangat bahagia disusul dengan dehaman Ginanjar yang masih menunggu Fitri untuk memprogram robotnya “jadi aku di tinggalin gitu, harusnya punya cowo itu bilang-bilang sama kakak nanti pasti di restuin” ucap Ginanjar dengan jahil “akh, apaan sich ikh.”
***
Keesokan harinya Fitri tidak datang ke halaman belakang sekolah karena dia mulai sibuk untuk berlatih memprogram dan bertalking english “owh, its Not good im not ready” ucap Fitri dengan kesal kepada ayahnya “kamu harus udah siap tinggal 7 hari lagi” ucap Ayahnya “oh, dad Please” ucap Fitri memohon “jangan manja Sayang” tambah mamahnya .
Saking sibuknya Fitri menjadi lupa dengan Winda di temapt lain Winda kecewe dengan Sikap Fitri yang mengingkari janjinya “kamu sama saja seperti teman-temanku tidak pernah menepati Janji” ucapn Winda sambil mengelus rambutnya di bangku Fitri.
“fit kok aku punya Firasat gak enak ya !” ucap Ilham ketika melihat Fitri sedang beres-beres.
“alah ngaco kamu” ucapnya Acuh
“iya kali aku ngaco tapi aku rasa Firasat aku itu bener”
“tahayul” ucap Fitri sambil mencubit tangan Ilham yang melamun
“sakit .”
“biarin wew, abisnya kamu ngelamun” ucapnya sambil berlari kecil.
Dia pergi ke toilet untuk membersihkan kain Pel tapi tiba-tiba pintu kamar mandi terkunci, dan seketika keran air itu menyala sendiri, Fitri berteriak Histeris ketakutan karena air kerannya menyala sendiri sesaat kemudian lampu kamar mandi menyala berkedip-kedip berulang kali, Fitri terus berteriak Histeris tapi kamar mandi tak dapat di buka “Tolongggg, ada apa ini” ucap Fitri suhu ruangan semakin lama semakin sesak bagi Fitri serasa ada yang mencekik dan akhirnya dia terlelap.
***
Fitri terduduk di bangku kelasnya sambil menatap jendela Luar tiba-tiba segerombolan anak datang memukul meja kelas dengan sanagt keras, “hey berisik ..” ucap Fitri melirik namun ketika ia lihat orang yang ada itu adalah orang yang ada di Foto kelas Alumni tahun 1998.
“heh, winda kamu belagu banget ya, di kelas karena kamu pinter kamu gak mau ngerjain PR kita semua” ucap salah satu anak .
“aku gak mau, itu tugas kalian bukan tugas aku.”
“gini ajah deh, kamu kerjain PR kita nanti kita ajak main kamu”
“bener ya”
“iya kita janji”
Dengan penuh semangat Winda mengerjakan tugas teman-temannya yang mengembel-ngembelkan kalau Winda akan menjadi teman mereka, ketika Winda selesai mengerjakan dan menyerahkan tugasnya teman-temannya malah berkata “thanks ya winda kamu bego banget deh, mau-maunya kamu kita boongin” ucap salah satu anak cewe yang sangat sombong “kita gak mau temenan sama anak orang miskin” ucapnya lagi, seketika Fitri ingin memukul anak cewe itu tapi sekeras ia berusaha percuma karena tidak akan kena “kurang ajar banget sich” ucapnya, Kemudian Winda menangis .
“lihat sajah pembalasanku”
“owh, jadi kamu berani sama kita” ucap mereka
“aku berani karena aku gak salah ..”
Seketika Winda di tarik ke pojok kelas, rambutnya yang indah di gunting oleh teman-temannya menjadi setengah punggung yang sangat berantakan “kamu berani sama kita” ucap cewe itu Winda menangis disana, Fitri merangkul Winda, tangisan Winda semakin lama semakin kencang ketika teman-temannya meninggalkannya, ketika Winda melirik Fitri wajah Winda berubah matanya menjadi merah dan menakutkan seketika Fitri terhempas ketakutan .
Dia membuka Mata dan melihat sekeliling, “aku dimana ?” ucap Fitri melihat sekeliling dia terus berpikir mereka baru sajah foto kelas menyenangkan winda dengan muka polosnya yang ramah tersenyum lebar tapi apa itu ada sesosok wanita dengan kemurungan di belakangnya .
“yasudah anak-anak jangan lupa kalian kumpulin uangnya.” Ucap guru yang menjadi wali kelas.
“baik bu..”
Tak lama setelah guru itu jalan dan keluar, di kelas mereka semua sedang tertawa-tawa apalagi Haris cowo idaman Winda sedang bersama kekasihnya satu kelas “harisss..” desah Winda sakit dan menghembuskan nafas, “dia gak bakal suka aku percuma, aku itu miskin gak kayak Gea” ucap winda sekali lagi sambil melihat Haris, Beno yang melihat Winda yang menulis di buku tulis segera mengambilnya dan melihat isinya .
“woy..woy dengerin nieh tuh si Winda bikin puisi buwat si Haris hahahah”
“Beno balikin..” ucap Winda, Fitri tak bisa berbuar apa-apa karena percuma
“Haris hari ini kamu cakep banget, aku itu miskin gak bakal bisa sama kamu yang jelas-jelas anak orang kaya, lagian aku itu gak cantik percuma, tutur kata kamu bikin aku tenang tapi aku nyadar karena kamu udah punya Gea” ucap Beno dengan alay .
“hahahahahahahahaah” ucap anak satu kelas .
Fitri berteriak “HEY, KALIAN GAK NGERTI PERASAAN DIA GIMANA DASAR” ucap Fitri tapi percuma, Winda pergi mengambil buku yang di genggam oleh Beno yang tertawa dan berlalri keluar dan duduk di tangga “huhuhuhuhuh, gak ada yang tahu perasaan aku gimana Aku sakit aku perih” ucap winda sambil menangis tak ada yang pedulinya kesepian sendirian “sabar ya winda” bisik Fitri, tiba-tiba mata winda kembali menakutkan fitri terlempar lagi .
***
Rumah winda yang sangat sempit di penuhi oleh kardus-kardus Mie dan botol-botol yang sudah tak terpakai disana ayahnya sakit keras ibunya sudah tiada, “ayah jangan tinggalin Winda nanti Winda hidup sama siapa?” tanya Winda sambil menggoyangkan tubuh ayahnya yang ternyata hari ni adalah hari kepergian ayahnya, tak ada satupun teman sekolah Winda yang menjenguk .
Keesokan harinya juga tak ada yang berkata ikut Berduka cita Fitri hanya berpikir “alumni 31 pada belagu dasar, masih mending yang sekarang daripada yang dulu” ucapnya sambil berdecak kesal, hari ini Winda membawa barang yang aneh, dia mengunci kelas rapat anak-anak satu kelas sangat kaget melihat kedatangan Winda, dia menyiramkan Minya tanah yang dia pegang sambil berkata “aku benci kalian Penipu pengingkar janji, pembohong, tak setia kawan, dan belagu, orang seperti kalian harus musnah” ucap Winda beberapa anak mencoba untuk menahan winda ada yang menjerit dan loncat melewati jendela dan akhirnya dia melemparkan korek api dengan cepat menjalar ke seluruh ruang kelas dengan cepat Winda tertawa puas beberapa anak terkena luka bakar smentara Winda akhirnya masuk kedalam api, Fitri hanya melihat dan tertegun seketika ada tangan yang menarik Firi .
“AWWW, PANAS..”
“kamu sama saja seperti mereka, selalu berbohong, katamu aku teman baikmu kenapa kamu tak menjengukku,,” ucap Winda sambil menarik Fitri
“aku harus bekerja Winda”
“bohong kamu sama seperti mereka Munafik, kamu harus mati”
***
Fitri terus menjerit kesakitan Ilham dan Rizal terus menahan Fitri yang terus bergerak-gerak tak mau diam, mang Agung dan pak.Dewo berusaha menenangkan Fitri dengan berkali-kali baca basmalah, kemudian datanglah seorang pria yang lumayan sudah tua 26 tahunan “pak biar saya saja” ucap pria itu Pak dewo mengerti karena dia adalah alumni Smp31 Haris .
“winda ...” bisik Haris di telinga Fitri “ayo jangan ganggu mereka, amu bukan anak-anak lagi winda kamu harus bangun Winda, ayo winda buang masa lalu kamu, kamu harus tenang lkamu suda berbeda dengan kita semua ayo segera lah pergi jangan ganggu dia” ucap Haris .
“aku Tak mau dia telah Berbohong kepadaku dia pembohong” ucap Fitri
“tenanglah Winda, itu masa lalu semua telah berlalu kamu harus pergi, aku mengerti perasaanmu dahulu tapi kau harus bangkit dan pergi, seperti aku dan yang lainnya yang telah membangun masa depan yang baru”
“kalian Munafik..” ucap Fitri dengan tidak sadar
“aku mengerti perasaan kamu tapi kasian anak ini dia masih kecil, masih banyak anak yang sayang sama dia, mengertilah” ucap Haris .
Seketika tubuh Fitri lemas dan terjatuh, dan Fitri sadar tubuhnya tidak lagi panas beberapa temannya termaksud Ilham dan Rizal mengelilinginya bersama pak.dewo dan mang Agus “minum dulu neng” ucap mang agung menawarkan dan Fitri meminum air itu.
“maafkan Winda, dia memang begitu dia tidak akan mengganggumu lagi, maafin dia ya”
“iya kak, gak apa-apa aku ngerti kok , perasaan dia”
“baguslah ..”
***
Sebelum Fitri ke Singapure dia pergi kebangunan itu sambil membawa karangan Bunga mawar merah dan melati dengan rangkaian yang cantik “aku ngerti perasaan kamu kok, maafin aku yang udah ingkar janji aku harap kamu tenang disana dan tolong doakan aku semoga aku menjadi juara nanti” ucap Fitri sambil menaruh Karangan bunga di depan kelas yang sekarang terkunci rapat dan menaruh pita merah dia pun berjalan pergi “temanku yang berbeda” ucap Fitri sambil berlalu, “hahahahaha, terimakasih fitri tapi ini akan terus berulang dan berulang hahahahahah sahabatku selamanya” ucap Winda sambil mengelus rambutnya .
Catatan : ini cerita nyata yang dialami kakak kelas aku tapi aku ubah-ubah dikit ajah soalnya yang asli serem banget hihhihihih di kelas aku lagi, di bangku paling pojok belakang banget, kalau aslinya dia itu loncat gara-gara gak lulus tapi aku ubah *maaf awas hati-hati ya kakak
Selasa, 31 Januari 2012
My Life
Malam dingin udah biasa bagi DJ Petra seorang cowo berumur 16 tahun yang sangat cakep dengan kumis tipis yang ada di bibir atas, “okey guys thanks for you attetion, and see you next time with me Petra a.k.a WizzRa,” ucap Dj Petra menghentikan Pesta, dia segera berlalu menuju ruang istirahat dan menghempaskan tubuhnya ke Soffa dan berbaring .
“gile kamu keren banget Tra !” ucap seorang pria
“thanks Om ..”
“ini honor kamu Rp.430.000.-“
“asyik naik gajih ,” ucap Petra sambil mengambil uang itu
“gunain baik-baik tuh duit..”
Petra tersenyum, sejujurnya Petra sangat di larang oleh kedua orang tuanya untuk menjadi DJ di Caffe karena mereka beranggapan bahwa jadi DJ itu adalah hal yang negatife, ada narkoba, rokok, free sex dan sebagainya, tapi Petra ingin membuktikan bahwa semua itu salah sampai-sampai dia harus berpisah dengan orang tuanya Petra kabur dari rumahnya di bilangan Menteng Jakarta ke Bandung di daerah Dago Luhur, kehidupannya Petra berubah 90 derajat di Jakarta hidupnya sangat Rumit penuh dengan Tawuran gak berpendidikan sama sekali, tapi ketika ia pindah ke Bandung dia bekerja sendiri lebih tekun belajar dan lebih bersemangat menjalankan hari .
Di sekolahnya di SMA 2 bandung Petra memang cukup terkenal apalagi di stasiun-stasiun Radio Gede kadang dia di undang untuk jadi MC dan penghibur di pesta-pesta, pagi-pagi dia pergi menggunakan Honda Jazz yang ia beli sendiri dengan uang tabungannya yang ia dapatkan ketika menjadi Dj, sebenarnya jalan hidupnya Petra tidak mulus.
***
Prangggg beberapa Piring pecah berhamburan di lantai “petra kamu apa-apaan ?” tanya Ayahnya akan memukul Petra, Petra menatap benci ayahnya “sudah pah...” ucap ibunya sambil menjerit memegangi telinga ketakutan Petra mengambil Gelas “udah guwa cape, najis guwa punya orang tua kaya Loe pade, gak ngerti perasaan anaknya, lebih baik guwe pergi dari rumah ini, percuma ajah ya loe harta banyak, tapi gak ada terus di rumah Najis guwe punya orang tua loe” ucap Petra berlari menuju kamar, ibunya memegangi petra “sayang kamu jangan pergi..” ucap ibunya, dengan kasar Petra melepaskan pelukan ibunya itu dan berlari menyusuri tangga sambil membawa Motornya keluar .
“kamu gak boleh jadi DJ, mereka tuh kampungan, kamu itu anak terpelajar masa mau keluyuran malem nanti apa kata tetangga !” kata-kata ayahnya masih terbenam di kepala Petra saat itu Petra frustasi dan kacau dia terduduk di Caffe milik teman satu SMAnya di SMA 102 Jakarta .
“ada masalah lagi ya ?” tanya Grey .
“iya, gitu deh guekan pengen jadi DJ .”
“nah, tapi orang tua Loe gak nerima gitu ?”
“iya .”
“terus ?”
“ya gue kabur dari rumah kepaksa dan gue gak tahu mau kemana ?”
“ya allah, kasian donk ortu loe..”
“akh, biarin mereka gak ngerti gimana perasaan gue Ger..”
“sudahlah sekarang mau kemana loe.?”
“ke Bandung untung di sana gak ada satupun saudara gue.”
“ya elah lue mah Potol, kalau kabur ke tempat yang ada saudara donk, supaya gampang minta duit”
“alah, lue yang potol ntar gue di laporin Potol kau ..” ucap Patra sambil tertawa
Mereka pun tertawa, Grey mengantarnya ke Stasiun Bus dia melambaikan tangannya ke Grey, karena dia tinggal di Bandung otomatis donk sekolahnya pindah tapi dia tak punya wali “aduhhhh OBOD..” ucap Petra sambil menggaruk kepala, pagi buta dia sampai di Kota bandung di BSM, dia melangkahkan kakinya udara segar kota bandung terhirup oleh paru-parunya yang biasanya menghirup udara sesak kota Jakarta .
Tapi dia tak punya tujuan sama sekali akhirnya dia berjalan menyusuri daerah situ, dia tak tahu jalan sama sekali “ya allah pusing banget ..” ucap Petra dengan celingukan, tiba-tiba seorang anak cewe berbaju SMP yang berkerudung, Kucel, dan item datang ngampirin dia “mas nyasar ya.” Ucapnya dengan lembut.
“hah? Ohh..oh.. iya kebetulan gue baru disini.” Ucap petra gelagapan
“ohh, begitu ..” ucapnya pendek
“eh, de mau nanya disini toilet dimana ?”
“hmm.. hahahahahah, nyasar nyari toilet Astajim ituy di harepen” ucapnya
“hmm..thanks” ucap Petra dengan wajah memerah
Ternyata anak itu baik sekali ketika petra keluar kamar mandi ternyata anak itu masih ada dia diam dan melamun sambil mengaduk teh manis, dia terbingung-bingung dan tidak semangat.
“eh, lue nungguin gue ? takut gue nyasar?”
“hah. Geer banget si kakak..”
“terus ngapain !”
“tadi aku ketemu sama pacar aku terus di putusin,” ucapnya pendek
“hahaha, jelas di putusin orang luenya juga ..”
“dasar, udah akh aku mau berangkat sekolah SEMANGAT.”
“eh, Stop, gue ikut donk ..”
“loeh KoK begitu !”
“biarin ajah deh .”
Alhasil Petra mengikuti anak itu kesekolahnya yang ada di Binong Jati ternyata nama anak itu Viand tapi dia CEWE ternyata cewe ini manis banget walau agak gimana dengan penampilannya “sekolah kamu jelek banget .” ucap petra dengan sompral “eh, ini bukan sekolah aku, ini sekolah Swasta sekolah aku itu tuh yang di sana yang gede” ucapnya seketika ia melihat ternyata sekolahnya itu besar sekali lebih besar dari sekolahnya di Jakarta yang hanya 2 tingkat dan 2 bangunan dengan lapang basket dan lab, auditorium sementara disini sangat Luas sekali .
“aku masuk dulu ya kakak, kalau kakak masuk ntar kakak dikira pedagang kaki lima, tapi emang deh muaknya juga udah mirip.”
“eh, ngeledek aku ini Cakep gak kayak kamu .”
“ngaca dulu donk tuh di jidat apa .” ucap Viand dan berlari tertawa
Petra sangat kaget “APA ? HITAM” ucapnya dengan kaget, 8 jam sudah petra menunggu anak itu keluar dari sekolahnya dan akhirnya dia keluar juga dengan muka yang sangat lusuh di tambah lagi teman-temannya yang sangat jail mereka mengolok-ngolok Viand karena dia kalah dalam taruhan .
“muka loe udah jelek nambah jelek.” Sindir Petra sambil tertawa
“berisik.”
“hahahaha, udah ini mau kemana ?”
“kamu ngikutin aku ya, kamu suka ya sama aku ?” ucap Viand
“idih baru juga gue kenal loe tadi di WC”
“hmm.. kita makan ajah yuk laper,”
“aduh gak ada duit,”
“kalem ATM siap Tarik.” Ucap Viand sambil berjalan .
Dengan santai Viand berjalan kaki muka Petra sangat lusuh karena ia sedari pagi belum makan, Viand berhenti melihat muka Petra “laper ya kak?” ucap Viand dengan lembut ia mengelus kepala Petra alhasil Petra salting “aduh, kagak kok guekan kuat,” dengan tersenyum Viand menjaili Petra “aduh, kalau aku sich laper banget untung ya tadi aku beli Burger di sekolah aku kira kakak juga laper asalnya aku mau kasih jadi gak jadi deh,” ucap Viand sambil menggoda Petra yang ternyata dari bibirnya mengalir cairan airliur membuwatnya tak tahan .
“aduh kayak yang Yummy” ucap Petra sambil memperhatikan Viand
“makannya jangan suka bohong deh.”
“ia, sorry ..”
“nie makan kak .”
“makasih ya .”
“BTW rumah kakak dimana ?”
“kakak, tinggal di Menteng jakarta tapi kakak kabur dari rumah kakak cape.”
“akh, POTOL deh cape mana sama ke bandung dodol”
“kakak, pengen jadi DJ !”
“DJ gahahahahaha” tawa Viand dengan muncrat
“akh, jorok terus kenapa ketawa”
“aku punya table DJ, punya mendiang kakak aku mau coba.”
“serius ?”
“kagak lah gile ajah harganya mahal gitu sementara aku tinggal di panti”
“hah ?”
Ya tepat sekali Viand tinggal di Panti dia sengaja di titipkan di panti oleh kedua orang tuanya entah kenapa ? Viand memiliki kembaran bernama Riand sepertinya orang tuanya tak suka pada Viand maka Viand di titipkan di panti kadang dia di tengok oleh keluarga walau begitu ia tetap sedih rasanya seperti di beda-bedakan .
Tak lama mereka sampai di panti, Petra sangat kaget dengan kondisi Panti itu Wcnya gak beraturan OMG, kumuh sekali dan paling parah makannya Bo gak kayak Petra yang ada di jakarta yang bersih rapih dan glamour.
“bisa tinggal disini ?” tawar Viand dengan tepaksa petra tinggal disana
Petra tidur di kamar 310 di aula belakang bersama anak-anak kecil yang masih bocah, dia merinding sekali karena suasana kamarnya sangat menyeramkan, dia mengaktifkan Hpnya dan melihat Inbox ternyata ada beberapa pesan dari teman SMAnya disana .
-Loe dimana Jow, bonyok loe ke sekolah
-Petra kasian mamah & ppah!!! kamu dimana
di BBm malah lebih rame lagi Petra hanya bisa tertawa tiba-tiba terdengar ringtone hape Petra yang CDMA .
“hallo ?” ucap Petra dengan dingin
“jow lue udah nyampe ?” ucap Grey
“udah kok !”
“tadi bonyok Lue kesekolah terus marah-marah ama gue”
“kenapa ?”
“dia kira gue yang nyembunyiin lue, alhasil gue di skor 1 hari libur gitu hahaha”
“dasar lue, sekarang gue tinggal di panti, tadi gue ketemu sama anak kucel yang aneh dan gue ikut ajah die dari pada gue nyasar”
“good Luck jow moga-m0oga lue bisa dapet kerja buwat biayain hidup lue hahahaha”
Petra terdiam sejenak dan mematikan Hpnya dia berpikir “ya allah gue harus nyari kerja MUSTAHIL tapi dengan kecakepan gue jadi SPB juga luamayan ( sales promition Boy) gaya baru gitu hahahaha” keesokan paginya setelah dia mengantar Viand kesekolah, dia mencari-cari lowongan kerja dan apa yang ia temukan ternyata pekerjaan yang ia dambakan jauh dari yang dia bayangkan “HAH, PELAYAN ?” ucapPetra dengan muka yang sangat kacau, “kalau gak mau ya udah suruh siapa Lulusan SMP kalau SMA saya juga masih mau terima buwat jkadi Koki di dapur” sindir sang pemilik Toko akhirnya dia bekerja di warung itu .
***
Sudah 2minggu ia bekerja awalnya toko ini gak laris sama sekali soalnya makanan yang kayak gini banyak banget di bandung yaitu Bakso Rudal yang ukurannya sebesar Bola sepak dengan beribu-ribu isian tapi setelah Petra disini murid SMA dan SMP berbondong-bondong datang ke warung itu alasnnya sich jelas “BUWAT NGECENGIN PETRA YANG SUPER CAKEP” semakin hari pelanggan yang datang semakin banyak, si pemilik toko juga tidak mengira sekarang bukan hanya anak SMA doang yang dateng tapi orang-orang gede juga dateng alasannya sekarang Baksonya lebih enak katanya .
“terimakasih nak, baru 1 bulan toko saya menjadi laris manise.”
“iya donk pak.”
“okey, gajih kamu pertama ini Rp.130.000”
“aduh pak terimakasih”
Diapun pulang sesampai di Panti Viand sedang memandang langit di depan kamarnya yang bernomor 081 “lagi apa kamu de ?” tanya Petra sambil menyodorkan plastik yang isinya makanan Martabak telor .
“kayaknya aku udah di lupain keluarga aku deh.” Ucap Viand
“kok ngomongnya gitu ?”
“harusnya hari ini mereka datang apalagi hari ini ulang tahun aku !”
“ade Ulang tahun ?”
“yupsss huft, aku berharap aku sembuh dan aku bisa bahagia”
“hmm.. maaf ya de kakak gak tahu Cuma bisa ngasih ini doank”
“ya gak apa kok kak .”
Viand kembali menatap Langit yang sangat cerah malam itu, seketika hati Petra terenyuh “kamu bisa punya ATM gimana caranya ?” tanya Petra sambil mencicipi martabak telor itu yang rasanya Mantep deh, “kakak punya BB gak ? minta donk Pinnya ! aku itu suka ngirim Cerpen dan isian cerepn itu di transfer ke rekening aku” ucap Viand sambil tertawa, Petra terbelalak “buset anak SMP ajah udah pake BB ! gue ajah dikasihnya Baru” pikirnya Viand Cuma tertawa dan mencubit kakaknya mengambil sepotong Martabak telor itu dan memasuki kamarnya .Keesokan Paginya Petra mengantar Viand kesekolah mukanya begitu lemas tak bersemangat.
“kok muka kamu murung ?”
“oh..hahahah gak kok aku Cuma cape ajah !” sergah Viand dan berlari kecil ke kelasnya
“ada apa sich ?” tanyanya dan meninggalkan sekolah itu
Dia bergegas secepat mungkin kepanti karena barusan ibu panti menelponnya, katanya sich ada hal penting yang harus di sampaikan, diapun sampai di kantor dan menunggu bu.Panti datang tak lama ia datang .
“hay, Petra.” Ucap Bu.panti dengan senyum
“iya bu ? ada ya bu ?”
“ini tentang Viand nak Petra.”
“ada apa dengan ade ?”
“sebenarnya dia itu terkena penyakit dalam yaitu Paru-paru semacam Kanker tapi masih ringan,”
“HAH ?”
“mungkin Nak Petra tidak percaya, dia di kemarikan karena Keluarga besarnya malu, karena hampir seluruh keluarganya adalah Atlit dan mantan Atlit dan Musisi mereka tak mau kalau nama mereka tercoreng karena salah satu keturunannya mengidap penyakit ini.”
“ya allah kasihan banget Viand !”
“sebentar lagi ibu akan pergi ke Rusia tolong jaga Viand ya nak Petra”
Seketika Petra terdiam tak percaya “ya tuhan kasihan banget Viand ? aku gak nyangka kalau dia terkena penyakit paru-paru seperti itu” ternyata kabar buruk tidak sampai di situ, Petra berangkat kerja danketika ia Lihat toko Bakso tempat ia melayani terkena Kebakaran hebat semalam dan pemilik toko itu terbakar dan meninggal.
***
Alhasil dia harus mencari kerja lagi, ketika ia pulang dia melihat Viand di taman panti sedang melamun “Viand ?” ucap petra sambil mendekati Viand dengan lembut, Viand menoleh dan memandang Petra mukanya sangat Lemas “iya ada apa ?” tanya Viand sambil tersenyum yang sepertinya dia lakukan karena terpaksa .
“kamu gak apa-apa ?”
“gak kok kak ?”
“hmm..boleh kakak ikut ngetik gak buwat bikin CV soalnya”
“tempat kerja kakak kebakaran dan pemilik tokonya meninggal” ucap Viand
“hah ? kok tahu .”
“aku tahu bisa aku lihat dari mata kakak.”
“wih, keren jadi bolehkan .”
“kenapa kakak mau jadi pelayan ? padahal cita-cita kakak jadi DJ”
“hah ? kok tahu sich ?”
“dateng ajah ya ke caffe ini ya ?”
“tetep ajah jadi pelayan atuh ade !”
“ade temenin deh.”
Mereka berdua pun datang ke Caffe yang ada di Dago “hay, Sis And” ucap para pelayan menyambut Viand, petrapun berpikir “anak cungkring kayak gini ternyata banyak yang nge Fans gile” pikirnya dan duduk di bangku yang paling spesial di Caffe itu, tak lama seorang pria berkumis tipis berjalan dengan santai ke arah meja mereka dan ikut duduk .
“apa kabar ?” tanyanya kepada Viand .
“kemarin sich kambuh,”
“oh, ya ini hadiah ultah buwat kamu HBD ya SIS” ucap pria itu
“Thanks Brad, oh, ya kenalin ini kakak aku-akuan saya anu baru !”
“hay,” sapa Petra
“siapa kamu ?”
“gu.. eh, saya Petra”
“kayaknya loe anak jakarta ya ?”
“loh, kok tahu kalau gu. Eh saya anak Jakarta”
“tadi loe mau bilang Gue kan, hahahaha calem ajah gue juga dari jakarta kok!”
“hah ?”
“ya, gue emang lahir di bandung tapi Gue sering di Jakarta dari pada disini”
“oke deh Brad.” Ucap Viand memotong
“ada keperluan apa ?” tanya hanafi
“kak. Bisa Nge DJ kan ?”
“ya tentu mantan dari DJ ARI SCHOOL”
“bagus atuh ! tolong ajarin dia jadi DJ ya kak, terus jadiin dia jadi pelayan disini MAKLUM MANTAN TUKANG BAKSO” ucap Viand menyindir Petra
Muka petra seketika berubah menjadi merah mendengar sindirian dari Viand alhasil dia di tertawakan oleh beberapa pelayan dan beberapa pengunjung “SICK, bocah ember.. SABAR” desah petra sambil menahan Malu, keesokan harinya dia mulai bekerja di mulai dari mencuci piring .
“AKU KAND COWO” ucap Petra
“udah kerjain ajah hahahahaha”
Dengan muka terpaksa dia harus mencuci piring yang ada, yang sumpah dia JIJI banget maklum anak manja kayak petra itu emang susah, mending jadi tukang Bakso Cuma masukin Bakso, Mie, sayur, kasih saos, kecap, bumbu lainnya terus yang nyuci orang lain, jujur sajah Petra paling membenci mencuci Piring karena apa ITU SISA MAKANAN mirip anak kucing donk.
Pulang-pulang badan Petra sakit semua karena selain mencuci dia harus mengangkat beberapa Karung tepung untuk membuwat Cake dan honornya juga ya allah dikit banget mending jadi tukang Bakso deh “viand kakak Cape !” ucap petra sambil mendekat ke Viand, Viand duduk sambil bermain BB “hahahahahah, dasar manja banget aku ajah ga manja oh, ya besok aku mau ke Dokter mau cuci darah, pulangnya bareng ya kak.” Ucap Viand sambil tersenyum, Petra-pun hanya terbengong bengong ajah jadi besok dia udah nyuci Piring, ngangkat tepung dan juga dia harus jadi supir pribadi “MENDING JADI TUKANG BAKSO AJAH” ucap Petra sambil berbaring di atas kasur milik Viand .
Keesokan harinya dia sangat lemas, bukan Mencuci Piring lagi, tapi harus mengangkut 42 Lusin Piring dan gelas kemudian dia harus mengepel satu Caffe, “kapan ini aku latihan ? malah terus-terus kerja” tanyanya kepada Hanafi yang ada disebelahnya sedang memainkan Laptop hanafi tersenyum misterius “nanti ajah kalau kamu udah bisa beli Laptop .” sontak muka Petra menjadi pucat “gile ajah Laptop berapa Juta sementara honor gue ajah sehari Rp.30.000 mampus ajah gue” ucap Petra “hidup ini emang gak segampang apa yang orang bicarain” .
Mereka berdua pulang karena tubuh Viand mash lemas terpkasa Petra yang menggendongnya masuk kedalam kamarnya “maaf ya kakak hahaha” ucap Viand pendek, petra mendesah kalut karena dia sakit pinggang “aduh umur aku itu 16 tahun, sekarang udah kayak yang umuran 21 tahun ajah” ucap Petra kepada Viand.
“kakak baru satu SMA ?”
“iya, begitulah ..”
“hah ? aku baru 15 tahun loh ..”
“harusnya kamu 3 SMP”
“ya sich tapi orang tuaku sengaja ajah gitu masukin aku pas umur aku 7 tahun”
“hmm..”
“makasih ya kakak, aku ngerasa punya keluarga lagi yang lebih baik huft.”
“benarkah kalau kamu senang kakak juga ikut senang”
***
Dia mengaktifkan lagi handphonenya sudah sekian lama ia tak mengaktifkan handphonenya dan beberapa Inbox berdatangan, dia pun melaynagkan tangannya dan mengetikan nomor telpon Grey .
“hallo.” Sahut Grey
“hay brad.”
“wih, gimana Bandung cuy ?”
“gini deh dari tukang bakso jadi Pelayan Caffe dan Kuli”
“hahahahaha, makannya jangan ngambil jalan yang ribet jadi nambah ribet ajah ?”
“ortu gue gimana ?”
“nyokap Loe sakit sekarang dia ada di Singapure”
“ohh.. salamin dari gue ya !”
“obsesi loe jadi DJ gimana ?”
“udah ketemu gurunya tapi gue musti jadi KULI gile”
“hahaha, sabar ajah brad, gue yakin loe bakal sukses”
***
Sudah 2 bulan dia menjadi kuli dan pelayan uang yang ia kumpulkan juga sudah cukup untuk membeli satu Laptop ya lumayan lah buwat di pake daari pade Lumayen gak ada dan gak jadi DJ dengan semangat dia menemui Hanafi .
“nie, udah ada Laptop !”
“hmm..lumayan deh, udah kamu isi lagu ?”
“udah sich banyak dari lagu barat, sampai dangdut udah lengkap”
“bagus coba aku pengen liat, kamu pernah ngaduk lagu ?”
“dulu pernah”
“coba”
Diapun menyatukan beberapa Lagu menjadi satu dan ternyata hasilnya lumayanlah Hanafi sedikit Puas, “cukup keren ikut aku sekarang ke Studio” ucap Hanafi, Hanai menjelaskan beberapa cara untuk bermain dengan Table yang ada, sekarang dia sudah mulai terlihat hebat ketika nge DJ, Viand pun ikut senang “kakak Keren banget !” ucap Viand dengan mata berbinar .
Saatnya menunjukan bahwa dia bisa bermain di depan pengunjung Caffe, awalnya Petra di ledek oleh orang-orang karena ya jelaslah dia itu mantan Tukang Bakso dan Kuli beberapa orang menyuraki dia, tapi seketika dengan lantang Viand berteriak “KAMPUNGAN KALIAN KAYAK KALIAN BISA AJAH MAININ SEKARANG MAH LIAT DULU CARA DIA MAIN” ucap Viand, ya anak-anak memang takut dengan Viand karena dia adalah sang pemilik caffe disini ajaib kan tapi itu memang nyata .
Petra dengan santai mulai memainkan satu lagu kemudian di tambah iringan Remix dan seketika suasana Caffe menjadi meriah apalagi ditemani lampu Disco yang terus berkelip, dan akhirnya pestapun selesai, mulai saat itulah Petra menjadi DJ tetap di Caffe itu, karena ke hebatannya bermain DJ, dia di tawarkan untuk menjadi penyiar disalah satu stasiun radio terbesar di bandung, dia juga dapat beasiswa di SMA 2 Bandung atas kejuarannya di bidang Remix music dan namanya mulai terkenal di kalangan anak-anak SMA kota Bandung dan orang-orang sejawa barat, sekarang Viand tinggal bersama Petra di rumahnya di dago dan manager petra adalah Hanafi .
***
Dia mengendarai mobil honda Jazznya ke sekolahnya dan memarkirkannya di parkiran khusus pelajar, dia berjalan dengan santai menyusuri lorong sekolahnya memasuki kelas dan duduk sambil menggunakan Earphone yang sering ia pakai .
Tak lama ada BBM dari Grey .
Hay, SOB sombong ea sekarang udah jadi Artis di Tve sama radio
eh, lu yang sombong gak pernah calling-calling gue
hahahah, gue sibuk ngurusin caffe sama tugas SMA
haha, sob lu tahu gak gue sekolah dimana ?
di SMA 2
gile kerenkan gue
hebat-hebat lah lu, cepet kejakarta donk kasihan nyokap loe
alah mereka lagi mereka lagi, mereka ajah gak peduli sama gue
idih durhaka ya lu, nyokap loe Kritis sob
HAH ???
ia dodol makannya cepet balik
ntar gue omongin sama ade gue
emang loe punya ade
punya donk ade angkat gue Viand hha
gima aloe ajah deh yang penting loe balik
Pulang sekolah petra sesegera mungkin menjemput Viand dan membicarakan soal dia akan pulang ke jakarta, “boleh ajah tapi aku ikut ya aku pengen ke dufan aku belum pernah kesana ?!” ucap Viand dengan muka yang ceria .
“okey jadi besok kita cabut ya .”
“sip.”
Keesokan harinya hanafi meminta izin 2 hari untuk Petra tidak sekolah, dan diapun berangkat dia berangkat pukul 5 pagi rasanya Petra sangat berdebar-debar akan bertemu keluarganya lagi apa yang akan terjadi nanti ia masih berpikir, tapi sebelumnya dia mengantar dahulu Viand untuk bermain-main ke beberapa tempat wisata di Jakarta, ketika hari beranjak siang dia menuju mantan sekolahnya di SMA 102 beberapa temannya sangat tak percaya melihat Petra kembali.
“Petra !!!!” ucap anak-anak histeris mereka mengerubuni Petra dan menanyakan beberapa hal
“thanks ya temen-temen aku juga kangen tapi aku lebih betah tinggal di Bandung”
“Good Luck ajah ya Pet” ucap anak-anak
Dia menemui Grey yang sudah di depan mobilnya “ayo jalan kerumah sakit” ajak Grey, Viand menemani Petra memasuki mobil milik Grey dan melaju menuju rumah sakit, ketika mereka masuk, mereka bertiga di sambut ketus oleh ayah Petra .
“ngapain kamu kesini anak durhaka !”
“aku Cuma pengen ketemu mamah ajah gue males ketemu loe” dengan dingin Petra berbicara
“gak bakalan papah izinin kamu masuk ?”
“alah papah macem apa loe gak suka sama anaknya sendiri”
Ucap Petra tajam, tiba-tiba ayahnya Petra akan melambungkan tangannya seketika Viand menyergah tangan ayah Petra “OM. Gak boleh gitu, sebenernya om, pengen nagiskan, om penge meluk kak.Petra dan sebenarnya juga om kecewa kala itu kak.Petra gak om cegat ajah” ucap Viand seketika ayahnya petra menangis dan memeluk Petra
“maafkan aku anakku, sebenarnya papah gak mau kehilangan kamu ! papah takut kamu terkena apa-apa !? papah turut senang jika kamu berhasil sekarang maaf kan papah”
“iya pah, maafin Petra juga yang udah ninggalin papah sama mamah”
Mereka berempatpun masuk kedalam ruangan dimana ibunda Petra di rawat, disana ibunda Petra terduduk di atas kursi roda sambil memandang keluar, petra menyentuh pundak ibunya itu dan mencium pipinya,seketika ibunda Petra melihat, “MAMAH” ucapnya sambil memeluk ibundanya, ibunya dengan mata berkaca-kaca memeluk Petra dengan erat “mamah, kangen kamu sayang, mamah gak mau kamu pergi lagi.” Ucap ibunya
“tapi aku udah gak bisa tinggal disini lagi ! aku udah betah di bandung mah”
“ya sudah mamah izinkan kamu tinggal disana, tapi tolong kasih kabar mamah khawatir”
“iya mah I LOVE YOU MOM “ ucap Petra seraya memeluk ibunya
“aduh seneng ya punya mamah !” ucap Viand
“idih , kamu kan ade angkat aku 1 berarti ini juga mamah kamu !” ucap Petra
“akh, gak akh aku nunggu di luar ajah .”
“jangan gitu sayang sini mamah peluk !”
“serius tante ?”
“iya sayang.”
“asyik aku punya keluarga baru hore” ucap Viand sambil memeluk kakaknya dan ibu barunya
Dari sini Petra mengambil hikmah “kalau keras kepala itu gak baik Cuma bikin khawatir orang lain ajah, dan Hidup ini akan indah jika kita saling melengakapi dan berdamai” ucap petra sambil tersenyum meninggalkan rumah orang tuanya yang sudah mulai baikan dan kembali menjadi DJ di bandung .
“gile kamu keren banget Tra !” ucap seorang pria
“thanks Om ..”
“ini honor kamu Rp.430.000.-“
“asyik naik gajih ,” ucap Petra sambil mengambil uang itu
“gunain baik-baik tuh duit..”
Petra tersenyum, sejujurnya Petra sangat di larang oleh kedua orang tuanya untuk menjadi DJ di Caffe karena mereka beranggapan bahwa jadi DJ itu adalah hal yang negatife, ada narkoba, rokok, free sex dan sebagainya, tapi Petra ingin membuktikan bahwa semua itu salah sampai-sampai dia harus berpisah dengan orang tuanya Petra kabur dari rumahnya di bilangan Menteng Jakarta ke Bandung di daerah Dago Luhur, kehidupannya Petra berubah 90 derajat di Jakarta hidupnya sangat Rumit penuh dengan Tawuran gak berpendidikan sama sekali, tapi ketika ia pindah ke Bandung dia bekerja sendiri lebih tekun belajar dan lebih bersemangat menjalankan hari .
Di sekolahnya di SMA 2 bandung Petra memang cukup terkenal apalagi di stasiun-stasiun Radio Gede kadang dia di undang untuk jadi MC dan penghibur di pesta-pesta, pagi-pagi dia pergi menggunakan Honda Jazz yang ia beli sendiri dengan uang tabungannya yang ia dapatkan ketika menjadi Dj, sebenarnya jalan hidupnya Petra tidak mulus.
***
Prangggg beberapa Piring pecah berhamburan di lantai “petra kamu apa-apaan ?” tanya Ayahnya akan memukul Petra, Petra menatap benci ayahnya “sudah pah...” ucap ibunya sambil menjerit memegangi telinga ketakutan Petra mengambil Gelas “udah guwa cape, najis guwa punya orang tua kaya Loe pade, gak ngerti perasaan anaknya, lebih baik guwe pergi dari rumah ini, percuma ajah ya loe harta banyak, tapi gak ada terus di rumah Najis guwe punya orang tua loe” ucap Petra berlari menuju kamar, ibunya memegangi petra “sayang kamu jangan pergi..” ucap ibunya, dengan kasar Petra melepaskan pelukan ibunya itu dan berlari menyusuri tangga sambil membawa Motornya keluar .
“kamu gak boleh jadi DJ, mereka tuh kampungan, kamu itu anak terpelajar masa mau keluyuran malem nanti apa kata tetangga !” kata-kata ayahnya masih terbenam di kepala Petra saat itu Petra frustasi dan kacau dia terduduk di Caffe milik teman satu SMAnya di SMA 102 Jakarta .
“ada masalah lagi ya ?” tanya Grey .
“iya, gitu deh guekan pengen jadi DJ .”
“nah, tapi orang tua Loe gak nerima gitu ?”
“iya .”
“terus ?”
“ya gue kabur dari rumah kepaksa dan gue gak tahu mau kemana ?”
“ya allah, kasian donk ortu loe..”
“akh, biarin mereka gak ngerti gimana perasaan gue Ger..”
“sudahlah sekarang mau kemana loe.?”
“ke Bandung untung di sana gak ada satupun saudara gue.”
“ya elah lue mah Potol, kalau kabur ke tempat yang ada saudara donk, supaya gampang minta duit”
“alah, lue yang potol ntar gue di laporin Potol kau ..” ucap Patra sambil tertawa
Mereka pun tertawa, Grey mengantarnya ke Stasiun Bus dia melambaikan tangannya ke Grey, karena dia tinggal di Bandung otomatis donk sekolahnya pindah tapi dia tak punya wali “aduhhhh OBOD..” ucap Petra sambil menggaruk kepala, pagi buta dia sampai di Kota bandung di BSM, dia melangkahkan kakinya udara segar kota bandung terhirup oleh paru-parunya yang biasanya menghirup udara sesak kota Jakarta .
Tapi dia tak punya tujuan sama sekali akhirnya dia berjalan menyusuri daerah situ, dia tak tahu jalan sama sekali “ya allah pusing banget ..” ucap Petra dengan celingukan, tiba-tiba seorang anak cewe berbaju SMP yang berkerudung, Kucel, dan item datang ngampirin dia “mas nyasar ya.” Ucapnya dengan lembut.
“hah? Ohh..oh.. iya kebetulan gue baru disini.” Ucap petra gelagapan
“ohh, begitu ..” ucapnya pendek
“eh, de mau nanya disini toilet dimana ?”
“hmm.. hahahahahah, nyasar nyari toilet Astajim ituy di harepen” ucapnya
“hmm..thanks” ucap Petra dengan wajah memerah
Ternyata anak itu baik sekali ketika petra keluar kamar mandi ternyata anak itu masih ada dia diam dan melamun sambil mengaduk teh manis, dia terbingung-bingung dan tidak semangat.
“eh, lue nungguin gue ? takut gue nyasar?”
“hah. Geer banget si kakak..”
“terus ngapain !”
“tadi aku ketemu sama pacar aku terus di putusin,” ucapnya pendek
“hahaha, jelas di putusin orang luenya juga ..”
“dasar, udah akh aku mau berangkat sekolah SEMANGAT.”
“eh, Stop, gue ikut donk ..”
“loeh KoK begitu !”
“biarin ajah deh .”
Alhasil Petra mengikuti anak itu kesekolahnya yang ada di Binong Jati ternyata nama anak itu Viand tapi dia CEWE ternyata cewe ini manis banget walau agak gimana dengan penampilannya “sekolah kamu jelek banget .” ucap petra dengan sompral “eh, ini bukan sekolah aku, ini sekolah Swasta sekolah aku itu tuh yang di sana yang gede” ucapnya seketika ia melihat ternyata sekolahnya itu besar sekali lebih besar dari sekolahnya di Jakarta yang hanya 2 tingkat dan 2 bangunan dengan lapang basket dan lab, auditorium sementara disini sangat Luas sekali .
“aku masuk dulu ya kakak, kalau kakak masuk ntar kakak dikira pedagang kaki lima, tapi emang deh muaknya juga udah mirip.”
“eh, ngeledek aku ini Cakep gak kayak kamu .”
“ngaca dulu donk tuh di jidat apa .” ucap Viand dan berlari tertawa
Petra sangat kaget “APA ? HITAM” ucapnya dengan kaget, 8 jam sudah petra menunggu anak itu keluar dari sekolahnya dan akhirnya dia keluar juga dengan muka yang sangat lusuh di tambah lagi teman-temannya yang sangat jail mereka mengolok-ngolok Viand karena dia kalah dalam taruhan .
“muka loe udah jelek nambah jelek.” Sindir Petra sambil tertawa
“berisik.”
“hahahaha, udah ini mau kemana ?”
“kamu ngikutin aku ya, kamu suka ya sama aku ?” ucap Viand
“idih baru juga gue kenal loe tadi di WC”
“hmm.. kita makan ajah yuk laper,”
“aduh gak ada duit,”
“kalem ATM siap Tarik.” Ucap Viand sambil berjalan .
Dengan santai Viand berjalan kaki muka Petra sangat lusuh karena ia sedari pagi belum makan, Viand berhenti melihat muka Petra “laper ya kak?” ucap Viand dengan lembut ia mengelus kepala Petra alhasil Petra salting “aduh, kagak kok guekan kuat,” dengan tersenyum Viand menjaili Petra “aduh, kalau aku sich laper banget untung ya tadi aku beli Burger di sekolah aku kira kakak juga laper asalnya aku mau kasih jadi gak jadi deh,” ucap Viand sambil menggoda Petra yang ternyata dari bibirnya mengalir cairan airliur membuwatnya tak tahan .
“aduh kayak yang Yummy” ucap Petra sambil memperhatikan Viand
“makannya jangan suka bohong deh.”
“ia, sorry ..”
“nie makan kak .”
“makasih ya .”
“BTW rumah kakak dimana ?”
“kakak, tinggal di Menteng jakarta tapi kakak kabur dari rumah kakak cape.”
“akh, POTOL deh cape mana sama ke bandung dodol”
“kakak, pengen jadi DJ !”
“DJ gahahahahaha” tawa Viand dengan muncrat
“akh, jorok terus kenapa ketawa”
“aku punya table DJ, punya mendiang kakak aku mau coba.”
“serius ?”
“kagak lah gile ajah harganya mahal gitu sementara aku tinggal di panti”
“hah ?”
Ya tepat sekali Viand tinggal di Panti dia sengaja di titipkan di panti oleh kedua orang tuanya entah kenapa ? Viand memiliki kembaran bernama Riand sepertinya orang tuanya tak suka pada Viand maka Viand di titipkan di panti kadang dia di tengok oleh keluarga walau begitu ia tetap sedih rasanya seperti di beda-bedakan .
Tak lama mereka sampai di panti, Petra sangat kaget dengan kondisi Panti itu Wcnya gak beraturan OMG, kumuh sekali dan paling parah makannya Bo gak kayak Petra yang ada di jakarta yang bersih rapih dan glamour.
“bisa tinggal disini ?” tawar Viand dengan tepaksa petra tinggal disana
Petra tidur di kamar 310 di aula belakang bersama anak-anak kecil yang masih bocah, dia merinding sekali karena suasana kamarnya sangat menyeramkan, dia mengaktifkan Hpnya dan melihat Inbox ternyata ada beberapa pesan dari teman SMAnya disana .
-Loe dimana Jow, bonyok loe ke sekolah
-Petra kasian mamah & ppah!!! kamu dimana
di BBm malah lebih rame lagi Petra hanya bisa tertawa tiba-tiba terdengar ringtone hape Petra yang CDMA .
“hallo ?” ucap Petra dengan dingin
“jow lue udah nyampe ?” ucap Grey
“udah kok !”
“tadi bonyok Lue kesekolah terus marah-marah ama gue”
“kenapa ?”
“dia kira gue yang nyembunyiin lue, alhasil gue di skor 1 hari libur gitu hahaha”
“dasar lue, sekarang gue tinggal di panti, tadi gue ketemu sama anak kucel yang aneh dan gue ikut ajah die dari pada gue nyasar”
“good Luck jow moga-m0oga lue bisa dapet kerja buwat biayain hidup lue hahahaha”
Petra terdiam sejenak dan mematikan Hpnya dia berpikir “ya allah gue harus nyari kerja MUSTAHIL tapi dengan kecakepan gue jadi SPB juga luamayan ( sales promition Boy) gaya baru gitu hahahaha” keesokan paginya setelah dia mengantar Viand kesekolah, dia mencari-cari lowongan kerja dan apa yang ia temukan ternyata pekerjaan yang ia dambakan jauh dari yang dia bayangkan “HAH, PELAYAN ?” ucapPetra dengan muka yang sangat kacau, “kalau gak mau ya udah suruh siapa Lulusan SMP kalau SMA saya juga masih mau terima buwat jkadi Koki di dapur” sindir sang pemilik Toko akhirnya dia bekerja di warung itu .
***
Sudah 2minggu ia bekerja awalnya toko ini gak laris sama sekali soalnya makanan yang kayak gini banyak banget di bandung yaitu Bakso Rudal yang ukurannya sebesar Bola sepak dengan beribu-ribu isian tapi setelah Petra disini murid SMA dan SMP berbondong-bondong datang ke warung itu alasnnya sich jelas “BUWAT NGECENGIN PETRA YANG SUPER CAKEP” semakin hari pelanggan yang datang semakin banyak, si pemilik toko juga tidak mengira sekarang bukan hanya anak SMA doang yang dateng tapi orang-orang gede juga dateng alasannya sekarang Baksonya lebih enak katanya .
“terimakasih nak, baru 1 bulan toko saya menjadi laris manise.”
“iya donk pak.”
“okey, gajih kamu pertama ini Rp.130.000”
“aduh pak terimakasih”
Diapun pulang sesampai di Panti Viand sedang memandang langit di depan kamarnya yang bernomor 081 “lagi apa kamu de ?” tanya Petra sambil menyodorkan plastik yang isinya makanan Martabak telor .
“kayaknya aku udah di lupain keluarga aku deh.” Ucap Viand
“kok ngomongnya gitu ?”
“harusnya hari ini mereka datang apalagi hari ini ulang tahun aku !”
“ade Ulang tahun ?”
“yupsss huft, aku berharap aku sembuh dan aku bisa bahagia”
“hmm.. maaf ya de kakak gak tahu Cuma bisa ngasih ini doank”
“ya gak apa kok kak .”
Viand kembali menatap Langit yang sangat cerah malam itu, seketika hati Petra terenyuh “kamu bisa punya ATM gimana caranya ?” tanya Petra sambil mencicipi martabak telor itu yang rasanya Mantep deh, “kakak punya BB gak ? minta donk Pinnya ! aku itu suka ngirim Cerpen dan isian cerepn itu di transfer ke rekening aku” ucap Viand sambil tertawa, Petra terbelalak “buset anak SMP ajah udah pake BB ! gue ajah dikasihnya Baru” pikirnya Viand Cuma tertawa dan mencubit kakaknya mengambil sepotong Martabak telor itu dan memasuki kamarnya .Keesokan Paginya Petra mengantar Viand kesekolah mukanya begitu lemas tak bersemangat.
“kok muka kamu murung ?”
“oh..hahahah gak kok aku Cuma cape ajah !” sergah Viand dan berlari kecil ke kelasnya
“ada apa sich ?” tanyanya dan meninggalkan sekolah itu
Dia bergegas secepat mungkin kepanti karena barusan ibu panti menelponnya, katanya sich ada hal penting yang harus di sampaikan, diapun sampai di kantor dan menunggu bu.Panti datang tak lama ia datang .
“hay, Petra.” Ucap Bu.panti dengan senyum
“iya bu ? ada ya bu ?”
“ini tentang Viand nak Petra.”
“ada apa dengan ade ?”
“sebenarnya dia itu terkena penyakit dalam yaitu Paru-paru semacam Kanker tapi masih ringan,”
“HAH ?”
“mungkin Nak Petra tidak percaya, dia di kemarikan karena Keluarga besarnya malu, karena hampir seluruh keluarganya adalah Atlit dan mantan Atlit dan Musisi mereka tak mau kalau nama mereka tercoreng karena salah satu keturunannya mengidap penyakit ini.”
“ya allah kasihan banget Viand !”
“sebentar lagi ibu akan pergi ke Rusia tolong jaga Viand ya nak Petra”
Seketika Petra terdiam tak percaya “ya tuhan kasihan banget Viand ? aku gak nyangka kalau dia terkena penyakit paru-paru seperti itu” ternyata kabar buruk tidak sampai di situ, Petra berangkat kerja danketika ia Lihat toko Bakso tempat ia melayani terkena Kebakaran hebat semalam dan pemilik toko itu terbakar dan meninggal.
***
Alhasil dia harus mencari kerja lagi, ketika ia pulang dia melihat Viand di taman panti sedang melamun “Viand ?” ucap petra sambil mendekati Viand dengan lembut, Viand menoleh dan memandang Petra mukanya sangat Lemas “iya ada apa ?” tanya Viand sambil tersenyum yang sepertinya dia lakukan karena terpaksa .
“kamu gak apa-apa ?”
“gak kok kak ?”
“hmm..boleh kakak ikut ngetik gak buwat bikin CV soalnya”
“tempat kerja kakak kebakaran dan pemilik tokonya meninggal” ucap Viand
“hah ? kok tahu .”
“aku tahu bisa aku lihat dari mata kakak.”
“wih, keren jadi bolehkan .”
“kenapa kakak mau jadi pelayan ? padahal cita-cita kakak jadi DJ”
“hah ? kok tahu sich ?”
“dateng ajah ya ke caffe ini ya ?”
“tetep ajah jadi pelayan atuh ade !”
“ade temenin deh.”
Mereka berdua pun datang ke Caffe yang ada di Dago “hay, Sis And” ucap para pelayan menyambut Viand, petrapun berpikir “anak cungkring kayak gini ternyata banyak yang nge Fans gile” pikirnya dan duduk di bangku yang paling spesial di Caffe itu, tak lama seorang pria berkumis tipis berjalan dengan santai ke arah meja mereka dan ikut duduk .
“apa kabar ?” tanyanya kepada Viand .
“kemarin sich kambuh,”
“oh, ya ini hadiah ultah buwat kamu HBD ya SIS” ucap pria itu
“Thanks Brad, oh, ya kenalin ini kakak aku-akuan saya anu baru !”
“hay,” sapa Petra
“siapa kamu ?”
“gu.. eh, saya Petra”
“kayaknya loe anak jakarta ya ?”
“loh, kok tahu kalau gu. Eh saya anak Jakarta”
“tadi loe mau bilang Gue kan, hahahaha calem ajah gue juga dari jakarta kok!”
“hah ?”
“ya, gue emang lahir di bandung tapi Gue sering di Jakarta dari pada disini”
“oke deh Brad.” Ucap Viand memotong
“ada keperluan apa ?” tanya hanafi
“kak. Bisa Nge DJ kan ?”
“ya tentu mantan dari DJ ARI SCHOOL”
“bagus atuh ! tolong ajarin dia jadi DJ ya kak, terus jadiin dia jadi pelayan disini MAKLUM MANTAN TUKANG BAKSO” ucap Viand menyindir Petra
Muka petra seketika berubah menjadi merah mendengar sindirian dari Viand alhasil dia di tertawakan oleh beberapa pelayan dan beberapa pengunjung “SICK, bocah ember.. SABAR” desah petra sambil menahan Malu, keesokan harinya dia mulai bekerja di mulai dari mencuci piring .
“AKU KAND COWO” ucap Petra
“udah kerjain ajah hahahahaha”
Dengan muka terpaksa dia harus mencuci piring yang ada, yang sumpah dia JIJI banget maklum anak manja kayak petra itu emang susah, mending jadi tukang Bakso Cuma masukin Bakso, Mie, sayur, kasih saos, kecap, bumbu lainnya terus yang nyuci orang lain, jujur sajah Petra paling membenci mencuci Piring karena apa ITU SISA MAKANAN mirip anak kucing donk.
Pulang-pulang badan Petra sakit semua karena selain mencuci dia harus mengangkat beberapa Karung tepung untuk membuwat Cake dan honornya juga ya allah dikit banget mending jadi tukang Bakso deh “viand kakak Cape !” ucap petra sambil mendekat ke Viand, Viand duduk sambil bermain BB “hahahahahah, dasar manja banget aku ajah ga manja oh, ya besok aku mau ke Dokter mau cuci darah, pulangnya bareng ya kak.” Ucap Viand sambil tersenyum, Petra-pun hanya terbengong bengong ajah jadi besok dia udah nyuci Piring, ngangkat tepung dan juga dia harus jadi supir pribadi “MENDING JADI TUKANG BAKSO AJAH” ucap Petra sambil berbaring di atas kasur milik Viand .
Keesokan harinya dia sangat lemas, bukan Mencuci Piring lagi, tapi harus mengangkut 42 Lusin Piring dan gelas kemudian dia harus mengepel satu Caffe, “kapan ini aku latihan ? malah terus-terus kerja” tanyanya kepada Hanafi yang ada disebelahnya sedang memainkan Laptop hanafi tersenyum misterius “nanti ajah kalau kamu udah bisa beli Laptop .” sontak muka Petra menjadi pucat “gile ajah Laptop berapa Juta sementara honor gue ajah sehari Rp.30.000 mampus ajah gue” ucap Petra “hidup ini emang gak segampang apa yang orang bicarain” .
Mereka berdua pulang karena tubuh Viand mash lemas terpkasa Petra yang menggendongnya masuk kedalam kamarnya “maaf ya kakak hahaha” ucap Viand pendek, petra mendesah kalut karena dia sakit pinggang “aduh umur aku itu 16 tahun, sekarang udah kayak yang umuran 21 tahun ajah” ucap Petra kepada Viand.
“kakak baru satu SMA ?”
“iya, begitulah ..”
“hah ? aku baru 15 tahun loh ..”
“harusnya kamu 3 SMP”
“ya sich tapi orang tuaku sengaja ajah gitu masukin aku pas umur aku 7 tahun”
“hmm..”
“makasih ya kakak, aku ngerasa punya keluarga lagi yang lebih baik huft.”
“benarkah kalau kamu senang kakak juga ikut senang”
***
Dia mengaktifkan lagi handphonenya sudah sekian lama ia tak mengaktifkan handphonenya dan beberapa Inbox berdatangan, dia pun melaynagkan tangannya dan mengetikan nomor telpon Grey .
“hallo.” Sahut Grey
“hay brad.”
“wih, gimana Bandung cuy ?”
“gini deh dari tukang bakso jadi Pelayan Caffe dan Kuli”
“hahahahaha, makannya jangan ngambil jalan yang ribet jadi nambah ribet ajah ?”
“ortu gue gimana ?”
“nyokap Loe sakit sekarang dia ada di Singapure”
“ohh.. salamin dari gue ya !”
“obsesi loe jadi DJ gimana ?”
“udah ketemu gurunya tapi gue musti jadi KULI gile”
“hahaha, sabar ajah brad, gue yakin loe bakal sukses”
***
Sudah 2 bulan dia menjadi kuli dan pelayan uang yang ia kumpulkan juga sudah cukup untuk membeli satu Laptop ya lumayan lah buwat di pake daari pade Lumayen gak ada dan gak jadi DJ dengan semangat dia menemui Hanafi .
“nie, udah ada Laptop !”
“hmm..lumayan deh, udah kamu isi lagu ?”
“udah sich banyak dari lagu barat, sampai dangdut udah lengkap”
“bagus coba aku pengen liat, kamu pernah ngaduk lagu ?”
“dulu pernah”
“coba”
Diapun menyatukan beberapa Lagu menjadi satu dan ternyata hasilnya lumayanlah Hanafi sedikit Puas, “cukup keren ikut aku sekarang ke Studio” ucap Hanafi, Hanai menjelaskan beberapa cara untuk bermain dengan Table yang ada, sekarang dia sudah mulai terlihat hebat ketika nge DJ, Viand pun ikut senang “kakak Keren banget !” ucap Viand dengan mata berbinar .
Saatnya menunjukan bahwa dia bisa bermain di depan pengunjung Caffe, awalnya Petra di ledek oleh orang-orang karena ya jelaslah dia itu mantan Tukang Bakso dan Kuli beberapa orang menyuraki dia, tapi seketika dengan lantang Viand berteriak “KAMPUNGAN KALIAN KAYAK KALIAN BISA AJAH MAININ SEKARANG MAH LIAT DULU CARA DIA MAIN” ucap Viand, ya anak-anak memang takut dengan Viand karena dia adalah sang pemilik caffe disini ajaib kan tapi itu memang nyata .
Petra dengan santai mulai memainkan satu lagu kemudian di tambah iringan Remix dan seketika suasana Caffe menjadi meriah apalagi ditemani lampu Disco yang terus berkelip, dan akhirnya pestapun selesai, mulai saat itulah Petra menjadi DJ tetap di Caffe itu, karena ke hebatannya bermain DJ, dia di tawarkan untuk menjadi penyiar disalah satu stasiun radio terbesar di bandung, dia juga dapat beasiswa di SMA 2 Bandung atas kejuarannya di bidang Remix music dan namanya mulai terkenal di kalangan anak-anak SMA kota Bandung dan orang-orang sejawa barat, sekarang Viand tinggal bersama Petra di rumahnya di dago dan manager petra adalah Hanafi .
***
Dia mengendarai mobil honda Jazznya ke sekolahnya dan memarkirkannya di parkiran khusus pelajar, dia berjalan dengan santai menyusuri lorong sekolahnya memasuki kelas dan duduk sambil menggunakan Earphone yang sering ia pakai .
Tak lama ada BBM dari Grey .
Hay, SOB sombong ea sekarang udah jadi Artis di Tve sama radio
eh, lu yang sombong gak pernah calling-calling gue
hahahah, gue sibuk ngurusin caffe sama tugas SMA
haha, sob lu tahu gak gue sekolah dimana ?
di SMA 2
gile kerenkan gue
hebat-hebat lah lu, cepet kejakarta donk kasihan nyokap loe
alah mereka lagi mereka lagi, mereka ajah gak peduli sama gue
idih durhaka ya lu, nyokap loe Kritis sob
HAH ???
ia dodol makannya cepet balik
ntar gue omongin sama ade gue
emang loe punya ade
punya donk ade angkat gue Viand hha
gima aloe ajah deh yang penting loe balik
Pulang sekolah petra sesegera mungkin menjemput Viand dan membicarakan soal dia akan pulang ke jakarta, “boleh ajah tapi aku ikut ya aku pengen ke dufan aku belum pernah kesana ?!” ucap Viand dengan muka yang ceria .
“okey jadi besok kita cabut ya .”
“sip.”
Keesokan harinya hanafi meminta izin 2 hari untuk Petra tidak sekolah, dan diapun berangkat dia berangkat pukul 5 pagi rasanya Petra sangat berdebar-debar akan bertemu keluarganya lagi apa yang akan terjadi nanti ia masih berpikir, tapi sebelumnya dia mengantar dahulu Viand untuk bermain-main ke beberapa tempat wisata di Jakarta, ketika hari beranjak siang dia menuju mantan sekolahnya di SMA 102 beberapa temannya sangat tak percaya melihat Petra kembali.
“Petra !!!!” ucap anak-anak histeris mereka mengerubuni Petra dan menanyakan beberapa hal
“thanks ya temen-temen aku juga kangen tapi aku lebih betah tinggal di Bandung”
“Good Luck ajah ya Pet” ucap anak-anak
Dia menemui Grey yang sudah di depan mobilnya “ayo jalan kerumah sakit” ajak Grey, Viand menemani Petra memasuki mobil milik Grey dan melaju menuju rumah sakit, ketika mereka masuk, mereka bertiga di sambut ketus oleh ayah Petra .
“ngapain kamu kesini anak durhaka !”
“aku Cuma pengen ketemu mamah ajah gue males ketemu loe” dengan dingin Petra berbicara
“gak bakalan papah izinin kamu masuk ?”
“alah papah macem apa loe gak suka sama anaknya sendiri”
Ucap Petra tajam, tiba-tiba ayahnya Petra akan melambungkan tangannya seketika Viand menyergah tangan ayah Petra “OM. Gak boleh gitu, sebenernya om, pengen nagiskan, om penge meluk kak.Petra dan sebenarnya juga om kecewa kala itu kak.Petra gak om cegat ajah” ucap Viand seketika ayahnya petra menangis dan memeluk Petra
“maafkan aku anakku, sebenarnya papah gak mau kehilangan kamu ! papah takut kamu terkena apa-apa !? papah turut senang jika kamu berhasil sekarang maaf kan papah”
“iya pah, maafin Petra juga yang udah ninggalin papah sama mamah”
Mereka berempatpun masuk kedalam ruangan dimana ibunda Petra di rawat, disana ibunda Petra terduduk di atas kursi roda sambil memandang keluar, petra menyentuh pundak ibunya itu dan mencium pipinya,seketika ibunda Petra melihat, “MAMAH” ucapnya sambil memeluk ibundanya, ibunya dengan mata berkaca-kaca memeluk Petra dengan erat “mamah, kangen kamu sayang, mamah gak mau kamu pergi lagi.” Ucap ibunya
“tapi aku udah gak bisa tinggal disini lagi ! aku udah betah di bandung mah”
“ya sudah mamah izinkan kamu tinggal disana, tapi tolong kasih kabar mamah khawatir”
“iya mah I LOVE YOU MOM “ ucap Petra seraya memeluk ibunya
“aduh seneng ya punya mamah !” ucap Viand
“idih , kamu kan ade angkat aku 1 berarti ini juga mamah kamu !” ucap Petra
“akh, gak akh aku nunggu di luar ajah .”
“jangan gitu sayang sini mamah peluk !”
“serius tante ?”
“iya sayang.”
“asyik aku punya keluarga baru hore” ucap Viand sambil memeluk kakaknya dan ibu barunya
Dari sini Petra mengambil hikmah “kalau keras kepala itu gak baik Cuma bikin khawatir orang lain ajah, dan Hidup ini akan indah jika kita saling melengakapi dan berdamai” ucap petra sambil tersenyum meninggalkan rumah orang tuanya yang sudah mulai baikan dan kembali menjadi DJ di bandung .
Hanya Aku Yang Tahu
Tak.. tak.. tak
Terdengar suara lemparan batu ke arah tembok oleh seorang anak SMA, sebut sajah Daka “gila akhir-akhir ini nilai gue Jeblok abis,” ucapnya sambil terus melempar batu kearah tembok, “kenapa nilai gue jeblok mulu padahal gue rajin belajar,” hening sesaat ketika angin bertiup dingin ke arahnya “iya sich gue kadang-kadang belajarnya” ucapnya lagi melanjutkan dan terduduk sambil menyenderkan tubuh.
Tak lama Galang yang membawa sebotol minuman “ini buwat kamu” ucapnya pendek, bagi daka Galang adalah anak yang sangat aneh sangat misterius, Galang tak pernah bercerita tentang hidupnya atau bagaimanapun ia “kenapa kamu melamun?” tanyanya dan Daka hanya bisa menggelengkan kepala yang membuwat Daka bingung kenapa Galang begitu cerdas sampai ia sudah bisa mengantongi 1 beasiswa ke Prancis ketika ia lulus nanti .
“gak ada-apa” ucap Daka sambil memegang batu kecil dan memainkannya .
“bagaimana dengan nilaimu ?” dengan santai Galang berbicara
“hmm, akhir-akhir ini nilaiku menurun sekali” ucap Daka tertunduk lemas
“biar aku bantu bagaimana ?” Galang dengan semangat menyentuh pundak Daka .
“baiklah, bagaimana kalau di rumah kamu ajah, udah sering di rumah aku bosen !”
Daka berusaha memancing Galang , dari ratusan siswa dan siswi sekolahnya tak ada yang mengetahui rumah Galang dimana seperti apa, setiap bagi Rapot ayah Galang yang selalu mengambil rapotnya, Galang tersenyum “kamu gak bakal mau ke rumah aku dan kamu pasti akan kaget” ucap Galang selalu sajah itu yang di dengar daka ketika ia ingin sekali bermain ke rumah sahabat dekatnya itu .
Pada akhirnya daka harus luluh kepada Galang karena Galang pastiakan mencari sejuta alasan yang bagi Daka susah untuk di cerna apalagi dengan seribu macam bahasa tubuh yang dingin yang takan bisa Daka lawan sedikitpun.
“eh, nak Galang !! Mau belajar bersama ya hari ini !” sapa ibu.Daka nyonya Imelda.
“iya tante, kebetulan begitu” ucap Galang membenarkan kacamatanya .
“ayo naik sajah ke kamar Daka, disana Daka sedang tiduran”
Dengan dinginnya Galang berjalan menuju kamar Daka di lantai tiga, dia selalu sajah sakit ketika melihat foto-foto kelurga Daka yang bahagia, dia memerhatikan setiap lukisan dan foto keluarga yang ada di sekitar tangga “apakah orang tua gue ! gak sayang sama gue sampe mereka ngebuang gue gitu ajah” desah Galang dalam hati sambil mengetuk pintu kamar Daka .
“Dak, ini aku Galang ” ucap Galang pendek dengan nada suara yang tak lazim.
“lang, napa suara kamu jadi aneh kamu sakit ya ?” tanya Daka tak lama sambil membuka pintu .
“eerrrrhhhmmm.. ga kok Cuma haus dikit pas di jalan” ucap Galang pendek dan memasuki kamar Daka yang bak kamar pangeran yang sangat Luas .
“eh, tahu gak . tadi malem si Violin kecengan loe tuh yang cewe cantik hahaha, ksini katanya mau ikut belajar bareng tunggu bentar ya hahaha” sindir Daka karena daka tahu dari semester 1 Daka dan Galang naik kelas 11 Galang selalu mencoba mendekati Violin .
“HAH, apa ?” ucap Galang denganb sedikit muka memerah.
“asyikkan kamu bisa pulang bareng hahahaha”
Daka mulai lagi menyindir Galang , Galang pun hanya diam seribu satu bahasa, tak lama violin datang kerumah Daka dengan memakai baju Ungu yang manis, dan alhasil Galang pun terdiam kembali tak bisa berucap “kamu kenapa ?” tanya Violin mendekat dan menyentuh pundak Galang, Galang makin tak bisa berkutik lagi dan dia hanya bis aberucap “ahehhehehe, gak kok gak apa-apa yuk mulai belajarnya” dengan Nakal Daka tersenyum kepada Galang yang mati GAYA.
=oOo=
Pulang dari rumah Daka, Galang dan Violin berjalan bersama dengan usil Daka berteriak dari pagar rumah “KALAU JADIAN LAPORAN YA” ucapnya usil dan segera berlari memasuki rumah karena takut akan di timpuki oleh sandal dengan kejamnya oleh Galang , Violin tersenyum melihat Galang yang tersenyum dengan tatapan manis kepadanya .
“kamu pulang kemana ?” tanya Violin .
“aaaa..aaa..aaaa, aku pulang kepanti asuhan” ucap Galang ternganga.
“kamu tinggal disana ?”
“ya begitulah, aku duluan ya makasih udah mau belajar bareng aku sama Daka”
“tentu..” hening seketika “tunggu lang, aku punya sesuatu buwat kamu” ucap Violin malu-malu.
“apa ?” tanya Galang pendek.
“ini ada pulpen aku kasih nama kamu, aku dari dlu pengen nagsih ini tapi aku malu”
“terimakasih violin !”ucap Galang
Galang terus memandangi pulpen yang di berikan Violin, sangat cantik diukir dengan penuh arsistik yang indah, walau sejujurnya dia selalu berpikir bahwa dirinya tak pantas unutk mendapatkannya .
=oOo=
Sesampainya di rumah Galang tersenyum dan sedikit melirik ke arah Sofa tua, terduduk sejenak dan berkata “apakah didunia tak ada yang mengetahui siapa diriku sebenarnya ?” tanyanya “kenapa manusia di dunia ini terlalu bodoh untuk mengakui diriku yang sebenarnya” ucap Gilang menyalakan televisi dan melempar Pulpen manis yang diberi oleh Violin .
Dia tersenyum lebar dan tertawa sambil melihat botol-botol yang berisi potongan tubuh manusia yang berjejer rapi di sebelah rak TV miliknya “ibu terimakasih telah melahirkan aku ! walau kau harus mati dengan tragis tapi, aku menyukai potongan tubuhmu itu karena dapat di beli dengan harga mahal..” ucap Galang sambil mengetuk-ngetukan Jarinya kearah toples yang berisi kepala seorang wanita .
Keesokan harinya Daka bermain di lapang dan melemparkan batu ke arah tembok Tak..tak..tak..
Hari ini Daka bukan karena nilainya jelek malah nilainya sangat sempurna karena di bantu Galang tempo hari, tapi hari ini Daka bingung kepada Galang, karena makin hari sifatnya makin aneh dan sepertinya Daka tak seperti mengenalinya ? “si Galang sedih kali ye ! gara-gara di Tolak kali pas hari minggu kemarin sama si Violin” pikirnya dalam hati senyelir angin berhembus kembali kali ni anginnya berbeda biasanya dingin tapi kali ini sangat hangat bagi Daka .
“hay..” sapa seorang wanita .
“Violin ?” Daka bertanya-tanya sendiri .
“kamu sendirian disini kemana Galang ?”tanya Violin bingung .
“emang ada apa ?” Daka bertanya ingin tahu .
“ehhm, tadi waktu di kantin aku berusaha deketin dia, kamu tahukan aku suka sama dia, tapi tadi dia kasar banget” ucap Violin sambil menitikan air mata keatas kotak merah .
“sudahlah Violin mungkin dia sedang tak ingin di ganggu .”
Dari jauh Galang melihat Violin menangis “mungkin aku terlalu kasar,” pikir Galang sambil tersenyum getir “maafkan aku, tapi kamu tak layak mendapakan pembunuh seperti aku” ucap Galang dan pergi .
Daka terus berpikir ada apa dengan dirinya itu ? sedikit demi sedikit ide gila dalam kepalanya mulai muncul “Bagaimana kalau aku melakukan penyelidikan saja, pas pulang sekolah aku lihat dia akan pergi kemana ?” ucap Daka tersenyum, ternyata di belakang Daka ada Violin yang mendengarkan yang entah sejak kapan ia ada di situ “jangan sendirian aku juga mau” ucap Violin bersemangat.
“tapi ini berbahaya” ucap daka
“UUU,kan cuman ikutin ajah gak repotkan” ucap Violin sambil menjitak kepala Daka
“oke deh, tapi aku gak tanggung jawab loh” ucapnya lagi
“hahahah, ia deh abang !”
=oOo=
Daka berusaha sok asyik kepada Galang, yang sedari tadi terus membaca buku IPA bagian tubuh manusia dan pembedahan pada bagian organ penting, Daka agak ngeri sich kalau liat Galang baca buku itu, apalagi dia nyatet yang bagi dia penting banget soal jutaan bagian tubuh manusia .
“WOY DOKTER BEDAH..” ucap daka mengagetkan Galang yang nyatanya berhasil
“eh, ayam ayam, dasar Kamu ngagetin ajah bisanya” ucapnya sambil latah dan membenarkan kacamatanya
“serius banget sich, huh, pantes ajah dapet beasiswa jurusan kedokteran di prancis .” sindir Daka lagi
“sirik ajah kamu hahah” ucapnya dingin
“kerumah kamu yuk, aku pengen kabur dari rumah aku bosen” ucap Daka sambil tersenyum lebar .
“hmmm.. gak bisa deh maaf, aku mau ada acara!”
“please LANG kali ini ajah” ucap Daka dengan manja tapi Galang dengan tubuhnya yang dingin tetap tak mau menjawab, “kalau gak jawab berarti ya” ucap Daka spontan
“eh, gak bisa gitu” ucap galang kaget dan keringat dinginnya mulai mengalir.
“nah, itu jug ajawaban iya, jadi ntar aku mau kerumah kamu akhh, sama Violin” ucap Daka tersenyum.
“besok ajah ya !” ucap Galang dengan dingin tanpa ekspresi sedikitpun.
“ya udah deh,”
Dakapun tersenyum dan meninggalkannya sendiri “waktu yang bagus” ucap Galang, dari dulu Galang ingin sekali mengambil bola mata Daka yang indah itu dan menjualnya seharga 1jutadolar dan bisa membuwatnya kaya seumur hidup, mungkin kalian takan tahu kemana potongan tubuh ibunda Galang, dia juga menjualnya ke Eropa dan berbagai potongan tubuh lainnya, bahkan ayahnya sendiri sekarang telah menjadi Korban, beberapa hari yang lalu, Ginjal, Hati, jantung telah ia jual ke singapure dan kepalanya ia jadikan koleksi, beberapa orang yang pernah dekat dengannya juga telah menjadi korban hanya saja pemngambilan organnya lebih kecil hanya bagian Mata dan kulit.
=oOo=
Hari ini Daka dan Violin mengikuti Galang pergi kemana, sampai akhirnya sampailah di sebuah bangunan tua, semcam apartemen yang lumayan megah, tapi sudah agak rusak lusuh, “HAH, dia tinggal disini ?” tanya Violin kepada Daka .
“mungkin ! kita tanyain ajah yuks”ucap daka kepada Violin
“okey kita tanyain..” ucap Violin dengan hati-hati
Tak lama mereka bertanya, tak ada satupun yang mengenali Galang, “emang bener ibu gak tahu ?” tanya Violin agak keheranan .
“kalau tidak salah dia penghuni baru di sini, baru beberapa bulan, anaknya juga gak ketutup gitu, kalau ketemu agak ngeri sich soalnya suka bawa toples terus kadang ada bercak darahnya gitu aduh, ibumah takut pisan..” ucap salah satu penghuni apartemen itu sambil berbincang dengan ibu-ibu lain.
“serius bu, ibu gak bohong” tambah Daka dengan heran
“bener de, saya juga gitu, anak saya waktu itu jatuh di depan dia, saya ngedeket rasanya hawanya dingin banget de, jadi ibu-ibu disini gak ada yang berani deketin dia de,”
Merasa telah puas akhirnya Daka dan Violin pergi tapi satu lemparan kerikil mengenai kepalanya TAK.. “aww,,” ucap Daka sambil melirik kebelakang “Galang” ucap Violin dan Daka pendek, dengan muka mengcemkan dia mendekat “aku sudah bilang kunjungan kerumahku besok karena aku belum mempersiapkan alat-alat untuk operasi” ucapnya dan menyemprotkan asap.
Tak lama Daka tersadar dia ada di ruangan gelap dengan Violin yang terus meronta-ronta diatas kursi kedua tangannya terikat dan mulutnya di sekat oleh selotip Ban hitam, dia berusaha untuk menjilati selotip itu agar dapat terlepas, “galang lepasin GUE” teriak Daka seketika ketika selotip yang menempel di lidahnya terlepas “Apa salah gue sama loe ampe loe jadi kayak gini” teriaknya lagi berusaha melepaskan diri .
“hha, ternyata kamu masih ingat bagaimana cara melepaskan selotip dengan air liur” ucap Galang menyindir Daka mendekati Daka menjambak rambutnya .
“lepasin gue..” ucap Daka dengan frontal.
“cuih, gue mau jual mata indah loe, puas loe” ucap galang dingin. “dan kamu Violin akan aku buwat kamu menjadi awet dan menjadi milik aku selamanya hahaha” ucapnya sambi terus mendekati Violin.
Galang membuka ikatan selotin di bibir Violin dengan kasar “aku sayang sama kamu lang tapi kenapa kamu kayak gini !” ucap Violin dan menitikan air mata “heh, sayang ! rasa sayang itu musti hancur ! rasa sayang itu GILA apalagi cinta !” ucap Galang sambil berlalu dan mendekatkan diri kearah jendela .
“gimana perasaan orang tua Loe tahu Loe kayak gini” ucap Daka sambil terus menggoyangkan tubuhnya berusaha untuk terlepas dari ikatan tali yang melilit.
“loe pengen tahu sahabatku.” Ucap Galang menyalakan saklar lampu ruang tengahnya.
Daka tak tahu harus bagaimana dia sangat kaget bahkan Violin berteriak Histeris “jangan berteriak jika kamu tak ingin bernasib baik seperti mereka, tetanggaku yang dulu dan beberapa sahabatku yang lama bahkan seluruh keluargaku..” ucap Galang dan tersenyum manja ke arah Violin, mata Violin yang bulat tak dapat memungkiri ketakutannya .
“sejujurnya aku gak mau untuk membunuh kalian, tapi ini adalah masalah Hobby dan bisnis yang aku sukai dan tak dapat di ganggu gugat aku sangat suka, maaf sajah jika ini menyakitkan, aku sudah menganggapmu saudara tapi rasa benci kepadamu lebih besar Daka, kenapa loe lahir di keluarga yang kayak dan loe Violin sejujurnya aku sangat mencitai kamu tapi rasa Perih tahu kamu dan Daka adalah sepasang sepupu membuwatku berpikir kembali” ucap Galang dan terduduk di belakang mereka berdua .
“kalau loe, gak suka sama gue, jangan gini caranya please Lang. Gue belum siap ninggalin nyokap gue dan ade-ade gue ! apalagi Selin cewe gue.” Ucap Daka berusaha memelas “loe, gak tahu ibu gue sendiri udah nganggap loe anak tapi loenya gini !” tambahnya lagi .
“berarti nyokap loe koban selanjutnya, tinggal nunggu waktu” ucap Galang .
“galang, aku mohon jangan kayak gini aku mohon lang !”
“hahaha, maaf sayang tapi sudah terlambat”
SRRREEETTTT... suara pisau menancap kearah perut Violin dengan sangat keras Violin tak bisa melawan karena serangannya sangat mendadak, Daka yang melihat sangat kesal dan ia mencoba berdiri menendang Galang yang terlihat sangat antusias untuk menghancurkan Violin “Sialan ..” ucap Galang pendek dan membersihkan darah yang bercecer di bibirnya “bertahanlah Violin aku mohon. Kamu gak boleh mati kayak gini” ucap Daka sambil melepaskan ikatan yang ada di tubuh Violin .
“Lang loe boleh ambil semua yang ada dalam diri gue, tapi gue mohon selametin Violin” ucap Daka memelas sekali lagi.
“hha, mungkin..” dan SRRREEETTT, satu tancapan lagi mengenai dada Daka “mungkin jantungmu sudah rusak jadi, takan bisa di jual hahaha..” namun ketika ia melihat Violin ia serasa tak tega .
Pada akhirnya Violin dibawanya kerumah sakit, namun tubuh Daka tetap ia pakai “seperti janji gue ke Loe, hanya diri Loe dan bukan Violin.” Ucap Galang kepada tubuh Daka yang sudah tak berisi dia menaruhnya dalam koper dan melemparkannya ke arah rumah Daka “aku yakin Violin takan mengingatmu karena aku telah membuwatnya amnesia” bisiknya dalam hati dan tersenyum puas, meninggalkan Jakarta dan pergi.
=oOo=
Tak..tak..tak..
Terdengar suara lemparan batu ke arah tembok oleh seorang anak SMA, yang sedang putus asa karena nilainya yang jauh di bawah rata-rata dengan segera Galang membeli minuman dan membawanya kepada anak itu dengan satu senyuman pasti KORBAN SELANJUTNYA .
“ini buwat kamu” ucap Galang kepada anak itu “kenapa kamu melamun” tanyanya serius.
“gak ada apa-apa !” ucap anak itu dingin “akhir-akhir ini nilai aku jeblok mulu”
“gimana kalau kita belajar bareng?” ucap anak itu .
“boleh.”
“dirumah kamu ya karena dirumahku udah sering” ucapnya lagi dengan menatap dalam
“baiklah.” Ucapnya pendek . akhirnya Galang dan anak itu pergi meninggalkan segelintir angin dingin dan ketakutan.
“ini semua takan berakhir akan terus berlanjut dan terus berlanjut, sampai akhirnya kau akan mati, tapi aku takan mati karena aku akan membunuh kematian itu, untuk satu kepastian kepuasan, namun kali ini akan aku perkecil dan lebih pasti .” ucap Galang tersenyum lebar dan pergi .
Langganan:
Postingan (Atom)