Kamis, 14 Februari 2013

MY FIRST LOVE


28 Januari
                Aku berdiri di tugu Bandung lautan Api, entah kenapa ketika aku berdiri disni aku takmenyukainya karena banyak sampah yang berserakan dan tentunya sangat bau, sangat di sayangkan sebuah Tugu yang harusnya menjadi pengingat hasil kejayaan Rakyat Indonesia dan warga Bandung khusunya jadi rusak dan kotor akibat masyarakat itu sendiri.
                Setelah dari sana aku menancap gas sepeda motorku menuju jalan Braga untuk sekedar meminum secangkir Mocca, aku memiliki sahabat gaib bernama Christian, dia selalu ada bersama ku dan selalu mengikutiku kemanapun aku pergi walaupun aku dan dia hanya berjarak 20KM tapi aku selalu merasakan bahwa dia ada sedekat  1 CM dihadapanku, aku dan dia sudah terlalu dekat sampai dekatnya ketika aku tidak mempunyai teman aku akan berbincang dengannya dan kadang aku akan di sebut gila oleh beberapa orang .
“mba, apa mba sakit ?” tanya seorang pelayan Pria mungkin dia baru bekerja disini jadi dia tidak tau .
“tidak aku sehat” aku menjawab sambil tersenyum .
“mengapa anda berbicara sediri ?” tanyanya kepadaku .
“tanyakanlah pada teman-temanmu” ucapku dengan lembut dan memberikan pesananku .
                Di cafe ini semua pelayannya sudah tau bahwa aku mempunyai Indra ke 6 jadi mereka tahu ketika aku berbicara sendiri maka aku sedang berbicara dengan Chris .
“apa kau menyukai pria itu ?” tanya Chris dengan wajah anak kecilnya,sebagai gambaran Chris adalah anak  kecil Jerman berumur  135tahun lebih tua dari kakekku aku bertemu dengan Chris ketika aku berumur 12 tahun dan au sedang bermain di halaman rumah kakek .
“tidak Chris mengapa setiap aku bertemu dengan pria kau bertanya ‘apa aku menyukai Pria itu ?’”
“tidak aku ingin tau bagaimana seseorang bertingkah jatuh cinta” ucapnya lagi “seumur hidupku aku tidak pernah jatuh cinta” tambahnya lagi .
                Chris memang hantu yang lucu dan aku akan bersahabat dengannya mungkin sampai aku tua nanti.
                30 Januari
                Aku memutuskan untuk mengambil liburan di daerah Lembang, dan berusaha untuk berkonsentrasi pada pekerjaan yang sedang aku jalani yaitu Fotografi, dari SMP aku mencintai Fotografi, obyek utamaku adalah Alam dan juga apapun yang menurutku menarik, dan di setaip jepretanku ada sesuatu yang tidak akan orang temukan dan tidak mereka bisa lihat siapa lagi kalau bukan Chris dan para teman sejenisnya .
“apakah kamu tau Chris memory hampir habis untuk memotret dirimu,  bisakah kau ?” aku mendekat kepada Chris dan dia mengerti dia mulai menjauhiku dan jauh sekali sampai aku tak bisa melihatnya .
“aku kira aku gila dan kau melihatnya juga” seseorang dari belakangku mengagetkanku .
“ya dia sahabatku” aku berusaha tenang walau sejujurnya aku kaget .
“akhir-akhir ini aku melihat mereka semua” ucap anak kecil itu “ibu bilang bahwa aku terkena gangguan jiwa” anak itu mulai berkaca-kaca sama seperti ketika aku masih kecil akupun mengalami masa ‘SAKIT JIWA’ “aku sudah putus asa, ayahku akan mengirimku ke rumah sakit jiwa” tambahnya lagi .
                Aku duduk di depannya dan tersenyum, memeluknya hangat “akan aku antarkan ke orangtuamu dan mencoba menjelaskannya dan aku akan mengajarimu” aku berusaha mebuatnya tenang, aku berbicara kepada kedua orang tuanya dan aku menasehati anak itu agar selalu berhati-hati dengan ‘mereka’ karena tidak semua seperti mereka itu baik ada pula yang jahat dan nasehatku yang terakhir adalah banyak berdoa agar selalu di lindungi oleh tuhan yang maha esa .
                Malam harinya aku menuju dago atas untuk sekedar mencari kopi Mocca dan secangkir Kopi untuk Chris dan aku minum .
                4 Februari .
                Aku kira aku sudah gila, hari ini ada seorang pria datang mengahampiriku dan dia adalah seorang dari kehidupan dari masa laluku serta keluargaku dia adalah ayahku, dulu ayahku bilang bahwa dia tak akan pernah kembali lagi untuk melihatku dia sudah muak ketika aku berbicara sendiri dan menangis dan yang selalu mendampingiku adalah ibuku sampai detik ini .
“apa ?” tanyaku pada ayahku atau bukan ayahku .
“kau masih mengingatku ?” tanyanya padaku .
“kau membuangku, karena aku memiliki kelainan” aku menatap kosong ke arahnya .
“saat itu aku kira kau gila” ucap ayahku “tapi aku yang gila” dia menambahkan kalimatnya .
“apa maumu saat ini ?” tanyaku .
“kau tau walaupun dulu aku senang mencacimakimu sejujurnya aku takut kau akan pergi sama seperti sepupumu yang juga bisa melihat hal seperti itu,aku mencintaimu anakku”
“mengapa kau tinggalkan aku”
“saat itu aku sangat emosi tapi aku selalu melihatmu, menjenguk ibumu dan berbicara padanya bahwa aku sanagt bangga padamu, aku adalah ayah yang buruk, ya  baru kali ini aku dapat berbicara denganmu lagi putriku Aldia” ucapnya dengan suara bergetar dia mendekat dan menyentuh rambutku lalu mengusapnya dengan perlahan .
                Tapi aku tau itu bukan dirinya tapi itu adalah sebuah nyawa yang akan pergi jauh aku memeluknya dan tak lama dia pergi, Chris di sebelahku dan mendampingiku dia menarik lenganku dan berusaha sabar akan kepergian ayahku, tak lama dunia seperti berputar dan aku sudah terbaring di UKS bersama Yogi salah satu teman di sekolahku .
“apa yang terjadi ?” tanyaku padanya kepalaku sangat pusing sekali .
“kau tadi menangis dan mengalami mimisan dan kau pingsan apa kau tidak ingat ?”
“ayah !” aku bergumam dan mengeluarkan handphone lalu melihat pesan dan ternyata pesan dari ibuku ternyata ayahku sudah meninggal dan tadi itu adalah pertemuan terakhir dengannya, aku kembali menangis dan di sebelahku sudah ada Chris dan Yogi yang menemaniku .
                Hari ini adalah hari yang melelahkan dan penuh isak tangis .
                10 Februari .
                Aku pergi ke kedai mie di Braga dan aku makan bersama dengan teman satu gengku Tami, Aliya, Ara dan Tika kami berlima memang selalu bersama, kami memesan seporsi mie dengan sambal yang begitu pedasnya, sampai-sampai Tika hampir menangis dan kami selingi dengan bermain Truth or Dare .
“aku salut sama kamu deh Diy” aliya menyeruput esnya dan memandangku .
“emang kenapa ?” tanyaku padanya .
“kamu itu bisa sekolah smabil kerja, penghasilan udah lumayan besar dan juga di kontrak disalah satu majalah keren banget” Aliya memujiku .
“tidak seperti itu juga !” aku menjadi malu.
                Ya sejujurnya sangat repot sekali bekerja dengan sekolah aku harus pintar bagi waktu apalagi aku harus mencari Obyek baru untuk majalahku yang terbit seminggu satu kali maka aku harus Up To date dalam mencari gambar-gambar dan memberikannya pada editor fotoku atau aku harus bergelut dengan waktu dan tatalampu di studio untuk memotret para model majalaah yang aku naungi .
                Ketika kami akan keluar dari kedai mie itu aku di tubruk oleh seorang pria sampai kerudungku  basah kena tumpahan es teh yang dingin, “AWWW” aku memekik semua orang memandangi aku dan juga pria itu, pria itu menggunakan kacamata dengan giginya yang menggunakan behel kulitnya Coklat seperti kulitku dan dia agak kikuk .
“maaf..maaf” dia langsung mengambil tissu dan memberikannya padaku dan kacamatanya hampir saja jatuh .
“tak apa” ucapku, ketika aku akan mengambil gelas yang jatuh tak sengaja tangan kami berdua bertemu dan kami saing bertatapan kurang lebih 2 menit .
“maaf, aku..aku...” dia langsung menarik tangannya beserta gelas dan secepat kilat berdiri .
                Dia lumayan manis juga, dan ketika Chris sekarang bertanya “apakah kau menyukai pria itu” akupun menajwab dengan mantap “ya aku menyukainya” .
                25 Februari .
                Aku mengunjungi candi cangkuang Garut dan memotret candi yang ada disana, aku duduk di pinggir candi menyeka keringatku yang maulai bercucuran karena hawanya sangat panas dan cuaca sangat terik aku memutuskan untuk membeli es durian untuk melepas panasku, Chris menemaniku dan aku mulai di sebut gila oleh penjual es itu .
“neng kenapa ngobrol sendiri ?”tanya si penjual es dengan  nada ketakutan .
“gak apa-apa kok mang saya punya indra keenam” terangku dan tersenyum, si penjual Es itu baru mengerti dan dia memakluminya .
                Setelah lama aku berbincang tentang obyek gambarku dengan Crisht aku menaruh gelas yang sudah kosong itu dengan memberikan uang sebesar 5 ribu rupiah kepada penjual itu “mas hari ini pasti laku berat” aku memberikan sedikit doa dan gombalan agar si penjual itu agak ramah padaku, penjual itu mengaminkan ucapanku dan ternsenyum .
                Ketika aku akan mengambil gambar lagi tak sengaja kakiku tersandung akar batang pohon dan aku hampir terjatuh namun dari belakangku ada seseorang yang menahanku dan ternyata orang itu adalah pria yang waktu itu menabrakku .
“kamu” aku dan dia saling memandang .
“terimakasih” ucapku padanya .
“sama-sama”dia menjawab, kali ini dia memegang Nikon D90 sama seperti milikku sepertinya dia juga menyukai Fotografi .
“apa kamu menyukai fotografi ?” tanyaku padanya .
“baru akhir-akhir ini, aku mendapatkan ini dari pamanku yang menjadi jurnalis di salah stau koran di Bandung” ucapnya sangat antusias “apa kau juga menyukai Fotografi” dia bertanya padaku .
“ya aku sangat menyukainya” aku menjawab dan kami berdua sepanjang hari bersama-sama memotret obyek yang ada di situs candi .
                Sore menjelang aku harus pulang menggunakan Bis, raut mukanya sangat sedih sekali dia berkata pulangnya nanti saja namun aku sudah terlanjur harus pergi, ketika Bis berjalan dia terdiam lama sekali sampai tiba-tiba dia mengejar bis itu .
“Aldia aku minta nomer telponmu” teriaknya sambil mengejar bis itu, aku langsung menuliskannya dengan terburu-buru, tapi aku tidak tau cara memberikannya kepadanya .
“akan ku bantu” Chris menarik kertas itu dan membawanya keluar dan memberikannya kepada Nino lelaki itu, ketika dia mendapatkannya mukanya sangat sumringah dia tersenyum dan melambaikan tangan ke arahku .
                26 Februari .
                Aku tak bisa tidur seharian Chris dan kawan-kawanku menemaniku dan ibu eneng salah satu penunggu rumahku juga membantuku untuk tidur tapi tetap saja tidak bisa, aku mengecek handphoneku tapi tak ada tanda bahwa Nino mengirim Pesan padaku, aku sangat gundah malam itu dan Chris mulai menceritakan suatu kisah .
“waktu itu umurku 112 tahun, sebelum bertemu denganmu aku bertemu dengan seorang pria yang bekerja di sebuah pabrik dia selalu sendiri dan menutup diri, sampai satu ketika ada karyawan baru masuk, dia bekerja sebagai pengawas pabrik disana jadi dia tahu siapa saja yang bekerja disana dan siapa saja karyawan baru, ketika dia sedang serius mengecek nama-nama siapa saja yang bekerja,dia tertegun melihat seorang wanita.
‘siapa namamu ?’ tanya pria itu .
‘Tari’ katanya malu-malu .
Setelah kejadian itu mereka berdua menjadi dekat, dan sampai ujungnya ketika umurku 113 tahun, pria itu ingin menikahi Tari dan apa yang terjadi Tari tidak mencintai Pria itu sama seperti perasaan pria itu kepadanya, ternyata Tari sudah punya seseorang yang lebih mencintai dia .
‘apa maksudmu memberiku sinyal-sinyal kalau kau mencintaiku ?’ pria itu menurunkan bunganya.
‘aku tidak memberimu sinyal apapun !’ wanita itu dengan lembut menjawab ‘dengarkan aku, aku hanya menganggapmu sebagai kakakku, kau itu pria baik pasti dapat yang baik juga’ ucap wanita itu dengan mengelus pundaknya .
                Sampai akhirnya pria itu berlari dan dia putus asa, dan kau tahu kadang sebuah sinyal yang diberikan seseorang kepadamu tidak selalu tepat Aldia mungkin pria yang kemarin kau temui bukanlah pria yang akan mencintaimu”
                Aku tertegun sejenak aku baru sadar bahwa aku terlalu percaya diri, mungkin benar apa yang dikatan oleh Chris bahwa Kode yang di berikan oleh Nino tadi siang bukanlah tanda cinta mungkin itu hanya sebuah tanda pertemanan saja, akhirnya aku tertidur dnegan air mata karena aku baru pertama kali patah hati karena cinta, dan siang harinya mataku sangat bengkak.
1 maret .
                Aku pergi menuju toko buku untuk membeli buku novel dan juga buku tentang Fotografi kebetulan buku tersebut khusus membahas lensa-lensa dan juga Kamera terbaru, ketika aku akan mengambil buku itu ada tangan lain yang menginginkannya dan ternyata itu adalah Nino .
“Aldia” katanya kepadaku, aku menarik tanganku dan langsung mengambil majalah yang lain yang ada di belakangnya “hey kamu kenapa Al ?” tanya Nino lagi mengejarku .
“maaf Nino aku sibuk aku harus ngambil gambar di SetiaBudhi jam 2 sore ini, aku buru-buru” padahal jujur hatiku sangat ingin berbicara lama dengannya dan permohonanku terkabul .
“wah kayanya asyik nih hunting bareng kamu, aku ikut dong” dia tersenyum dan menarik lenganku jadi dekat sekali .
                Hatiku sangat tidak karuan jantungku berdenyut dengan kencang, karena terlalu dekat dia juga jadi ikut canggung sama seperti saat pertama kami berdua bertemu, Chris duduk di atas rak buku dan memandangiku sambil bernyanyi entah lagu apa tapi aku merasa terhanyut dengan bertatapan dengannya, ketika di dalam mobil dia meminta maaf karena dia tidak sempat mengirimi aku pesan, karena dia sedang mengurus kuliahnya dan kuliahnya tidak jauh dari tempat kuliahku juga, kami jadi ngobrol kesana-kemari sepanjang perjalanan .
“apa obyek foto favoritemu ?” tanya Nino .
“apapun aku menyukainya” ucapku memandang Nino, Nino mengangguk dan tersenyum .
“kalau aku suka sekali dengan sesuatu yang tak terlihat oleh orang lain” ucap Nino serius dengan mengemudi .
“apa kau menyukai temanku ?” tanyaku kepadanya .
“temanmu ?” tanya Nino melirik ke arahku .
“boleh aku lihat hasil fotomu ?” tanyaku dan mengambil kamera SLRnya yang ia taruh di jok belakang .
                Dan benar apa yang kuduga dia memotret Chris, dan juga beberapa temanku yang lain, aku bisa melihatnya di hasil foto Nino “apa kau bisa melihatnya” Nino mulai mengajakku berbicara, aku mengangguk menandakan iya “aku juga ingin bisa melihat seperti itu” dia kembali Konsen mengemudi, dia bercerita bahwa dulu dia pernah di culik oleh seseorang yang ghaib dan dia berada di suatu tempat yang sangat menyeramkan dimana dia akan mati namun ada seseorang yang menyelamatkannya dari bencana itu orang yang bergaya gagah seperti pangeran yang membantunya, akhirnya dia selamat dan dia berkata dia belum pernah menyucapkan rasa terimakasihnya pada yang menyelamatkannya dia ingin mengucapkannya tapi entah ada dimana makannya dia ingin sekali melihat orang telah menyelamatkannya waktu itu .
                Aku baru mengerti kenapa dia mengejar obyek yang seperti itu sekarang, setelah sampai Setiabudhi aku mengajaknya memasuki rumah om Gerit untuk melaksanakan sesi pemotretan, aku dan Nino makin akrab saja namun aku ingat apa yang dikatakan Chris bahwa tanda dia menyukaiku mungkin aku salah mendefinisikannya .
1 Maret .
                Aku dan Nino makin dekat setiap pulang aku di jemput oleh Nino, Nino mempunyai restoran caffe anak muda dan aku setiap hari dibawa kesini, hampir setiap kali aku datang aku memesan Moca Cream rasanya sangat enak seperti rasa Mocca yang selalu aku pesan di caffe langganan ku .
“ini favorite ku” ucapku .
“aku senang kamu menyukainya, ibuku juga menyukaii Mocca” dia memandangku dan meminum orangenya .
                Ketika kami sedang asyik mengobrol datanglah seseorang yang mebuatku terdiam seribu bahasa seorang wanita cantik dengan rambut terurai Indah berkilau, sangat cantik bagaikan Putri dia datang ke arah mejaku dan Nino .
“Nino” ucap perempuan itu kepada Nino .
“hay, Ndin” sapa Nino kembali kepada permpuan itu, hidungnya sagat mancung, kulitnya putih matanya juga indah .
“aduh maaf ganggu kencan kalian” ucap perempuan itu ke arahku .
“gak kok Ndin dia bukan pacar aku dia temen aku” Nino sangat bersemangat sekali .
“oh, Nin bisa gak kita ngobrol sebentar tapi Cuma berdua” ucapnya lagi lalu Nino mengiyakan .
                Aku disuruh menunggu mereka berdua yang sedang mengobrol sementara aku memandang kosong suasana Caffe, Chris tiba-tiba muncul di sebelahku.
“apakau tau sepertinya mereka saling menyukai” ucap Chris .
“aku tau chris” ucapku lagi dengan mengaduk Mocca yang sudah tak berasa lagi .
“kau jahat sekali kau sudah lupa untuk memesankan Kopi untukku !” Chris memandangku dengan muka marahnya “ketika kamu telah menemukan orang yang membuatmu bahagia kau lupa pada temanmu sendiri” ucap Chris agak kecewa.
“maaf aku Chris, aku tak bermaksud seperti itu, kau teman terbaikku” aku memelas kepada Chris “baiklah aku akan memesankan Kopi tapi kita ke tempat biasa” ucapku kepada Chris .
                Raut wajahnya sedikit membaik tidka semenyeramkan tadi, Chris kalau marah mukanya akan seperti ... aku tak perlu menceritakannya karena ini rahasia kami berdua, kalian yang bisa melihat akan tau kalau bertemu dengan Chris bagaimana wajah aslinya bukan sesosok anak-anak tapi akan berbeda, ketika aku akan pergi dan membayar Mocca ku, ternyata Nino dan perempuan itu juga sudah beres dengan obrolan mereka di akhiri dengan senyum dan cipika-cipiki .
“see you tommorow” ucap perempuan itu dan meninggalkan Nino .
                Nino melihat kearahku yang akan pergi, dia lalu mendekat ke arahku “mau kemana Al ?” tanya Nino, aku menggeleng kepala dan meninggalkan Nino “hey tunggu aku ikut” Nino mengejarku sampai ke tempat parkir “apa kau marah karena aku tadi bersama Andin ?”  tanya Nino setengah berteriak dari belakang, ketika aku akan masuk mobil aku terdiam sejenak dan mengurungkan niatku “jawab aku Al, apa kau cemburu ?” tanya Nino lagi, tapi dalam hati kecilku aku memang cemburu tapi aku ini siapa ? aku tak punya hak untuk cemburu aku memutuskan tak melihatnya dan masuk ke dalam mobil dan mejalankannya menuju Braga .
“cemburu itu apa ?” tanya Chris yang ada di jok belakang .
“ketika kau menjadi seorang kekasih, dan melihat kekasihmu berduaan dengan wanita lain kau akan nampak bodoh dan mukamu memerah dan kau tak mau berbicara padanya” ucapku tak melihat ke arah Chris dan terus berkonsentrasi di jalanan .
“dan kau cemburu” ucap Chris juga ikut berkonsentrasi di jalanan .
“APA ?” aku berteriak dan Chris tertawa .
“kau nampak Bodoh ketika lelaki itu bersama perempuan cantik itu, dan ketika mereka beres berbicara kau tidak berbicara pada Nino,dan kau memerah” Chris meledekku, tapi aku tak menggubrisnya dan menjadi melamun sendiri .
                Setelah aku sampai di Caffe aku memesan Cake tidak seperti biasanya, pelayan disana juga heran tumben sekali aku lepas dari Mocca dan memesan Cake dengan rasa Vanilla, aku baru pertama kali mencobanya dan rasanya memang enak sampai aku memesan 2, Chris terus bernyanyi dan mengaduk Kopinya, sementara Handphone ku terus berbunyi dan ketika aku lihat itu dari Nino, aku mulai melamun lagi dan mengetuk-ngetukan Sendok di piring bekas cake tadi.
                18 maret .
                Aku tidak pernah bertemu lagi dengan Nino, walaupun Nino sering sekali menelponku dan mengirimi aku pesan tapi tak ada satupun yang aku balas aku selalu bertanya-tanya pada diriku sendiri, aku takut jatuh cinta, aku takut patah hati, aku takut cemburu dan aku takut hubungan ku dengan Nino akan kandas, aku takut kalau Chris benar kalau Nino hanya ingin menjadikan ku teman saja .
                Hari ini aku berjalan menuju lembang memutuskan untuk mengambil liburan, aku sungguh-sungguh berjalan kaki dari pukul 1 subuh dan aku sampai pukul 9 pagi memang melelahkan tapi aku mulai melupakan tentang Nino, namun sayangnya aku tak bisa semudah itu lepas dari Nino karena ketika aku sampai di Lembang di Villa tempat aku sedang beristirahat, disana juga ada pesta ulang tahun dan ketika aku melihat siapa yang ulang tahun itu adalah perempuan yang waktu itu aku temui di caffe Nino .
“kakak” teriak seseorang, dan ternyata itu adalah anak yang waktu itu menemuiku karena dia baru saja merasakan bagaimana melihat temanku .
“hay” balasku dan merangkulnya “apa kabarmu sayang ?” tanyaku padanya .
“aku sekarang punya teman seperti teman kakak, namanya Anita loh tapi kadang aku suka takut kakak” ucap anak itu dengan polosnya .
“hati-hatilah ketika kamu berteman Anita bukan teman yang baik” aku berbisik kepadanya karena aku tau Anita itu pasti mendengar juga .
“aku takut” ucap anak itu .
“tenang saja carilah lagi dan kau akan menemukan yang baru dan Anita akan pergi” aku memberi semangat .
                Tanpa sadar aku di awasi juga oleh Andin, perempuan yang waktu itu aku temui di caffe, dia mendekat ke arahku dan menyapaku dan anak itu .
“hay” ucap Andin dengan gaun cantik putih dan juga mahkota perak yang indah bagaikan seorang Putri sebenarnya .
“kak.Andin” anak itu memeluk Andin .
“Angel kamu sama siapa ?” tanya Andin kepada Angel .
“ini kak namanya kak Aldia” dia mengenalkanku kepadanya .
“hay” sapaku pendek.
“oh, kamu temennya Nino sepupuku kan” tanya Andin dengan lembut .
“oh, kamu sepupu Nino” ucapku sumringah .
“iya dia sepupuku kemarin waktu aku temuin dia aku mau ngomongin tentang party yang keren dan juga hidangan buat tamu-tamuku” ucap Andin “tapi sekarang ada yang aneh, gak tau kenapa Nino jadi sering murung” tambah Andin .
                Aku terdiam tiba-tiba Chris berbisik padaku “mungkin dia kehilanganmu” ucap Chris aku membatin “tidak mungkin Chris, aku takut salah mengartikan ini, seperti yang kau bilang pada waktu itu” Chris terdiam “dengarkan aku, aku sudah melihatnya dan maafkan aku, aku sebenarnya berbohong padamu Al, aku takut kalau kau jatuh Cinta kau akan menjauhi ku, dan kau tak mau menjadi temanku” Chris angkat bicara, aku memandang Chris saat itu muka Chris sangat murung dan juga sangat kecewa, aku menitikan air mata “aku kecewa padamu” aku membatin kembali, tapi aku memeluk Chris walaupun itu kelihatannya hanya memeluk angin .
“kejarlah Nino, dan berjanjilah kau tak akan berubah” Chris menjadi sangat lembut .
“dimana Nino ?” tanyaku pada Andin dan juga Angel .
“dia ada di lantai 2” ucap Andin .
                Tak kuhiraukan lagi orang-orang dan kata-kata yang dulu pernah aku ucapkan bahwa aku takut jatuh Cinta, bahwa mungkin aku salah menilai perasaan yang orang berikan padaku, atau aku akan patah hati karena aku sudah terlanjur pertama kali JATUH HATI dan aku siap menerima segala konsekuensinya, aku akan malu, aku akan patah hati, atau aku salah menilai perasaan aku tak peduli lagi, aku menaiki tangga dan sampailah aku di lantai 2, aku melihat Nino sedang memandang SLRnya dan matanya sangat sayu seperti akan menangis .
“NINO” aku berteriak ke arahnya , Nino melihat ke arahku dan langsung berlari kerahku, akupun begitu kami berpelukan dan aku menangis .
“aku merindukan mu Al” ucap Nino kepadaku .
“aku juga, maaf kan aku Nino, benar katamu waktu itu aku cemburu, maafkan  aku waktu itu aku begitu bodoh karena aku takut AKU TAKUT JATUH CINTA PADAMU” ucapku memeluknya lebih erat lagi .
“benarkah ?” tanya Nino “jujur aku mencintaimu, aku sangat khawatir padamu, sejak pertama kita bertemu aku menyukaimu Aldia, aku akan menjagamu dan aku tak akan menyakitimu sungguh” ucap Nino “mau kah kamu jadi pacarku AL” tanya Nino memandangku dengan serius, aku langsung mengangguk dan pada akhirnya kami menjadi sepasang kekasih hari itu .
***
1 Januari             
                Semenjak aku berpacaran dengan Nino aku tak pernah bertemu dengan Chris aku sangat merindukannya dan akupun menikah dengan Chris pada tanggal 1 Januari, dan pada hari pernikahanku aku melihat Chris .
“Chris.. kemana saja kau ?” tanyaku padanya .
“umurku 136 sekarang” ucap Chris dengan muka lugu .
“aku merindukanmu Chris” aku memandang Chris dengan mata berkaca-kaca dia mengelap mataku.
“jangan menangis Aldia, kau takan pernah kehilangan aku lagi, kemarin aku pergi sejenak dan aku bertanya apakah aku bisa bersama mu selamanya” ucap Chris layaknya seseorang yang akan pergi jauh .
“lantas apa yang ia jawab” aku bertanya kembali .
“aku harus pergi untuk selamanya dan nanti aku akan kembali kepadamu Al” ucap Chris .
                Chris melepaskan genggamannya dan dia pergi meninggalkanku, aku bercerita pada Angel dan Nino dan Nino memelukku sangat erat “mungkin nanti kita akan memiliki anak seperti Chris sayang” Nino menenangkanku, dan aku tak menangis lagi aku menikmati hari pernikahanku bersama keluarga dan temanku baik yang Nyata dna yang tidak terkecuali Chris .
23 September .
                Aku mual-mual dan aku ternyata sedang mengandung, malam harinya aku bermimpi tentang Chris, semua kenanganku dengannya di putar dan aku sanagt bahagia dengan Chris, keesokan paginya aku mual-mual dan tak kuat aku sampai demam dan Nino mengantarkanku ke Dokter ternyata aku mengandung dan salah satu temanku berkata bahwa yang di kandung olehku adalah Chris, tapi aku serahkan semua pada tuhan, aku percaya Chris akan bahagia seperti aku dan Nino  
                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar