suatu hari aku bertemu dengan Pria tua, saking tuanya dia sampai sulit untuk berjalan tegak seperti ketika ia muda .
aku terdiam memandangnya dia menegur dan memerahi aku .
"hai anak muda apa yang sedang kamu lakukan ?" tanya sambil berjalan dengan tongkatnya .
"tidak ada tuan saya hanya merenungi nasib saja" ujarku dengan mata berlinang air mata .
"memangnya apa masalahmu nak ?" tanya Pria tua itu .
"aku terlihat sangat jelek badanku gendut, kulitku hitam, mukaku jelek aku sangat tidak pantas sebagai seorang wanita" aku mulai merengek lagi .
"hai anak muda ikutlah denganku"
aku mengikuti pria itu jalannya sangat lamban dan aku mulai bosan, aku sesekali istirahat dahulu menunggu sampai ia jauh dan aku berjalan lagi di belakangnya, terus seperti itu dan sampailah aku di sebuah rumah tua yang sangat kotor dan bagiku tidak layak untuk dihuni .
"siapa yang tinggal di rumah tidak layak ini ?" tanyaku padanya .
"tidak bukan siapa-siapa anak muda" ucapnya Pria tua itu membawaku masuk dan aku mengikutinya dari belakang .
halaman rumahnya cukup besar dengan di tumbuhi berbagai macam bunga namun sayangnya tidak terurus sama sekali, ketika aku masuk ada seorang nenek tua juga mungkin istri pria tua itu, tak lama datangnya seorang anak dengan kaki yang pincang dan mata buta sebelah.
"hay anak muda perkenalkan ini adalah Istriku dan itu adalah anakku"ucapnya kepadaku "awalnya dia anak yang sangat cantik namun karena kesombngannya dan dia melawan pada kedua orang tuanya dia menjadi seperti ini" pria tua mulai menitikan air mata tak kuasa melihat putrinya seperti itu.
"bersyukurlah nak atas apa yang telah tuhan berikan kepadamu, sesungguhnya tuhan telah memberikan apa yang terbaik bagimu"
aku terdiam sejenak, benar apa yang dikatakan kakek dan nenek itu aku harusnya banyak bersyukur atas apa yang telah allah berikan kepadaku, walaupun aku gendut aku tidak buta, walaupun aku jelek aku tidak Pincang, walaupun aku tidak sempurna aku mempunyai banyak teman dan keluarga yang selalu menyanyangiku, aku menangis dan anak itu mendekat ke arahku dengan susah payah dan memelukku .
hikmah yang bisa saya ambil adalah ketika kita memang tidak Sempurna tapi sesungguhnya allah teah menyelipkan kesempurnaan kepada kita secara tidak langsung Maha Besar Allah Untuk umatnya
Subhanallah ...
Luthfiyanti Nazhar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar