Sabtu, 16 Februari 2013

Ke-Sadaran

cinta memang membuat bingung aku bingung untuk memilih, apakah aku harus melepaskan cintaku pada Allah atau pada kekasihku, aku menincatai keduanya dan aku juga mencintai keluarga ku, tapi sekarang aku terbuka sangat terbuka akan cinta .

"hay sayang" ucap gerry padaku, dia memang selalu memanggilku begitu padahal kami belum pernah berpacaran .
"ikh, apaan sih kita kan belum jadian" keluhku padanya dan menurunkan lengannya "kita belum muhkrim" ucapku padanya lagi, aku memang remaja masjid yang diamnya di Masjid dan selalu taat pada aturan agama walaupun kadang melenceng juga karena rasa malasku .
"kok kamu gitu ?" mukanya berubah menjadi memelas .

akhirnya aku luluh juga karena pandangannya padaku yang begitu menyejukan aku tahu itu adalah godaaan syatan yang akan menyesatkanku, aku membaca Istigfar berulang kali dan meninggalkan Gerry sendiri, padahal aku sangat menyukai Gerry, dia itu bintangnya sekolah postur tubuhnya tinggi dan otaknya cerdas entah kenapa dia menyukaiku yang sehari-hari hanya diam di masjid untuk mengaji, shalat dan aku tidak seperti wanita jaman sekarang yang hobby keluyuran tidak jelas walaupun aku suka Shopping membeli Jilbab .

"Dinda" ucap Ari kepadaku Ari adalah lelaki yang baik kami satu DKM di sekolah .
"ya ada apa Ar ?" tanyaku padanya .
"hari ini kamu mau gak pengajian bareng di masjid Ar-Rahim" ajak Ari padaku, tapi tiba-tiba datang Gerry dengan wajah cemburu .
"jangan Dinda mending sama aku ajah kita beli jilbab baru ke Mall" Gerry dengan bersusah payah merayuku.

sebenarnya aku tahu bahwa Ari menyukaiku, tapi aku lebih menjaga jarak terhadapnya .

"maaf aku harus mengerjakan tugas KIMIA, aku tidak bisa" ucapku halus dan aku pergi meninggalkan mereka berdua, padahal aku berbohong aku takut kalau aku sampai Melukai diriku dengan dosa.

keesokan harinya, Kirana dan Ayu menghampiriku dengan muka mereh seperti akan meledak.

"kemarin kamu tolak ajakan Gerry ya" Kirana langsung menyambar dengan pipinya yang di kembungkan .
"iya emang kenapa ?" jawabku dengan polos .
"huh, padahal kamu terima ajah" Ayu menyambar dengan lebih pedas lagi "kamu tau gak kalau kamu di ajakin Gerry kamu bisa pilih barang apapun yang kamu mau" Ayu menggebu-gebu.
"maksudnya ?" tanyaku .
"kemarin Gerry ngajak Rani ke Mall terus Ranni di beliin baju, kalung, handphone.." Ayu menjelaskan panjang lebar .

aku tertegun "massyaallah, astagfirullah jadi bukan aku saja yang di goda ada cewe lain yang di goda oleh Dia" aku membatin rasanya sungguh sakit sekali, aku terdiam Ayu menggoyah-goyahkan tubuhku seperti kapas yang dapat terbang dengan mudah, tiba-tiba perasaan ku menjadi sakit sekali, dan bertambah sakit ketika aku melihat langsung apa yang terjadi .

waktu itu sedang istrirahat, aku menuju kantin dan mencari Roti karena kebetulan aku belum sarapan, "kamu cantik deh, hari ini" suara itu sudah pasti suara Gerry, dan itu terletak di pinggir kantin, pinggir kantin memang gelap dan jarang melaluinya "akh masa" di sana ada suara perempuan lain, dan aku mencoba mengintip ke arah sana dan ternyata Astagfirullah Gerry sedang mencium wanita itu, aku menutup mulut dan aku berlari ke Ke kelas dan menangis .

"Dinda kamu kenapa ?" ucap Kirana panik .
"aku menyesal aku telah jatuh cinta" ucapku pada Kirana .
"memang ada apa ?" tanya Ayu sambil menenangkanku .
"tadi aku melihat Gerry mencium seorang wanita lain" ucapku pada mereka berdua setengah berbisik karena takut ada yang mendengar .
"Astagfirullah" ucap mereka bersamaan dan aku menangis dengan kencang di pelukan mereka berdua .

dua hari aku tidak berbicara dengan Gerry, dan aku terus bersama Ari, ari banyak mengajariku tentang Ilmu Hadist dan juga Tajwid untuk aku menghafal, tiba-tiba ketika aku dan Ari sedang menghafal dia memegang tanganku .

"kamu tau aku mencintai-mu" ucap Ari tiba-tiba padahal disana ada Kirana dan Ayu .
"tapi kata ustadzah kita tidak boleh berpacaran di Bumi Allah" ucapku pada Ari .
"iya aku tau tapi aku hanya mengungkapkan ini saja, aku tau kamu tidak pernah mencintaiku Dinda, tapi suatu saat kau akan tau betapa tulusnya cintaku, dan nanti aku yang akan mendampingimu di pelaminan" ucap Ari yakin seyakin-yakinnya .

aku terdiam, kita saja masih SMA kenapa dia berpikir seperti itu ? apa yang dia punya dia saja belum bekerja, tiba-tiba dia sudah mengajakku ke pelaminan tidak masuk akal sekali, Kirana dan Ayu memandangku dengan wajah yang sebel, aku tau tapi aku bersungguh-sungguh aku ingin konsentrasi atas cintaku pada Allah dan keluarga aku bersungguh-sungguh tidak akan Pacaran terlebih dahulu .

hari ini aku pergi ke kePUTRIAN salah satu acara di sekolahku menambah ilmu bersama ketika Putra melaksanakan Ibadah shalat jumat Putri pergi untuk menimba ilmu di aula, hari ini temanya adalah "MENCINTAI ALLAH" aku sangat antusias sekali .

"apakah kalian suka galau kalau kalian gak punya pasangan ?" ucap Pemateri kepada para Putri .
"IYA" jawab mereka serentak .
"sebetulnya kalau kalian tidak punya pasangan allah telah menyiapkan seorang laki-laki yang terbaik untuk kalian" ucap pemateri dengan senyuman .
"tapi bu tetep ajah kita di anggap gak laku" seseorang menimpali .
"gak laku itu buat orang yang Kikir yang ingin selalu dirinya terlihat paling WAH, padahal Allah telah menciptakan pasangan yang terbaik untuk diri kita, taukah kalian bahwa Jodoh kita adalah cerminan diri kita"  pemateri itu menasehati .
"jadi kalau kalian mau mendapatkan jodoh yang baik kalian juga harus berperilaku baik dan juga sebaliknya" ucap pemateri .

aku terdiam merenung, benar juga seorang WANITA baik pasti akan mendapat LELAKI baik juga, aku sekarang sudah tidak peduli lagi dengan Gerry ataupun Ari aku ingin berkonsetrasi dengan pelajaranku hingga kelas 3 nanti .

sampai aku kuliah aku tidak pernah berdekatan dengan lelaki dan aku berkonsentrasi untuk mencintai satu Zat yang suci dan juga selalu ada untukku dan selalu memberiku kekuatan ketika aku di cemooh aku tidak laku dan au di bilang tidak gaul tapi sesungguhnya itu adalah cobaan bagiku, dan kesabaranku membuahkan hasil aku sekarang menikah dan menikah dengan teman SMA ku, dia adalah ARI lelaki yang waktu itu pernah melamarku di SMA .

"aku mencintaiku demi apapun"
"benarkah ?" tanyaku padanya .
"sungguh seluruh hidupku hanya untukmu aku menunggu begitu lama"
"kalau seluruh hidupmu untuk dimana untuk allah ? padahal allah telah banyak memberikanmu nikmat" tanyaku .
"memang seluruh hidupku untukmu tapi nyawaku, cintaku dan seluruh apa yang aku punya itu untuk allah termasuk menjaga mu Dinda" Ari mnyentuhku, sekarang dia menjadi kepala Manager di Penambangan di Singapure .

dia begitu sabar dalam menungguku hingga detik ini dan aku menerima pernikahan itu dan kami menikah .

sesungguhnya kesabaran itu akan membuahkan hasil, walaupun kalian memiliki pasangan ingatlah cinta allah kepada kalian lbih besar dari siapapun dan cinta kedua terbesar adalah dari keluarga kalian dan ketika kalian menginkan cinta seseorang bersabarlah karena allah akan memberikan yang terbaik untuk kalian .

Lutthfiyanti Nazhar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar